Latest Program: Bina Marga Jaksel pastikan badan jalan layak untuk CFD Rasuna Said
Bina Marga Jaksel pastikan badan jalan layak untuk CFD Rasuna Said
Latest Program – Jakarta – Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan (Jaksel) secara resmi mengonfirmasi bahwa infrastruktur jalan di kawasan Jalan HR Rasuna Said telah mencapai standar layak digunakan dalam acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) yang akan dihelat pada 1 Juni 2026. Meski demikian, Rifki Rismal, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jaksel, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus berupaya menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelumnya. “Kami sudah melakukan upaya maksimal untuk memastikan badan jalan siap pada tanggal 1 Juni,” ujarnya saat diwawancara di Jakarta, Senin.
Kesiapan Jalan untuk CFD
Menurut Rifki, kesiapan jalan di sekitar kawasan Rasuna Said berjalan cukup baik, namun masih ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan. “Layak, tetapi belum selesai sepenuhnya. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu,” tambahnya. Proyek penataan kawasan ini dianggap cukup kompleks, terutama karena melibatkan koordinasi antara Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Pekerjaan penataan sungai juga menjadi bagian integral dari revitalisasi kawasan tersebut.
Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih baik, pihak berwenang menargetkan penyelesaian seluruh tahap pekerjaan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, yang jatuh pada 22 Juni 2026. “Fokus perbaikan difokuskan pada sisi timur Jalan Rasuna Said, termasuk trotoar dan permukaan jalan,” jelas Rifki. Ia menekankan bahwa keberhasilan penataan kawasan akan sangat bergantung pada keberlanjutan proyek tersebut.
Perubahan Struktur dan Tantangan
Pelaksanaan penataan jalan di kawasan Rasuna Said memang menghadapi berbagai tantangan. Salah satu faktor utama adalah kebutuhan untuk menyeimbangkan antara pengembangan infrastruktur jalan dan penataan sungai. Proses ini memerlukan kerja sama yang intensif antara dua dinas, sehingga menyebabkan penundaan beberapa tahapan pekerjaan. “Kombinasi antara peningkatan jalan dan revitalisasi sungai membuat proyek ini lebih dari sekadar pengaspalan ulang,” ungkap Rifki.
Kesiapan jalan untuk CFD juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan perubahan topografi. Saat ini, sebagian besar permukaan jalan sudah diperbaiki, tetapi genangan air di beberapa titik masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan. “Kami sedang mengupayakan penanganan genangan tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” kata Rifki. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk memperbaiki trotoar agar lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Respons Masyarakat dan Pertimbangan Lalu Lintas
Sebelumnya, masyarakat Jakarta Selatan secara umum menyambut baik pelaksanaan CFD Rasuna Said. Namun, ada beberapa masukan penting yang diberikan terkait pengelolaan lalu lintas dan fasilitas pendukung. “Kendaraan bermotor masih terjadi di kawasan tersebut, sehingga ada kebutuhan untuk menambahkan penjagaan lalu lintas,” tulis Rifki dalam wawancara terpisah. Genangan air di sejumlah titik juga menjadi sorotan, terutama karena penggunaan aspal baru yang dinilai kurang menyerap air secara optimal.
Beberapa warga mengapresiasi konsep yang diusung dalam penataan Jalan HR Rasuna Said. Menurut Rifki, konsep “complete street” atau jalan sebagai ruang bersama yang inklusif menjadi dasar utama proyek ini. “Kami berupaya menghadirkan ruang yang lebih nyaman bagi semua pengguna, termasuk pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan umum,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penyesuaian lalu lintas dan penyempurnaan fasilitas infrastruktur akan menjadi fokus utama selama masa penataan.
Pengembangan Infrastruktur untuk Keberlanjutan Kota
Proyek penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas hidup warga di Jakarta Selatan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengatakan bahwa penataan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keamanan bagi masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan di area strategis. “Kawasan Rasuna Said merupakan koridor utama, sehingga perbaikan infrastruktur harus berkelanjutan,” ujarnya.
Menyambut pelaksanaan CFD, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan pernyataan bahwa kebijakan ini akan berjalan efektif sejak 1 Juni 2026. “Setelah seluruh fasilitas pendukung siap, kami yakin CFD bisa dilaksanakan secara optimal,” kata Anung. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga dalam menjaga kualitas ruang publik. “Keterlibatan masyarakat sangat berperan dalam kesuksesan acara ini,” tambahnya.
Pelaksanaan CFD dan Harapan Masa Depan
Dengan persiapan yang terus berjalan, pihak berwenang optimis bahwa pelaksanaan CFD akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami berharap, acara ini menjadi momentum untuk memperkenalkan konsep lalu lintas yang lebih seimbang dan menginspirasi pola hidup sehat,” kata Rifki. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan konsep ini sebagai bagian dari tata kota yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Kawasan Rasuna Said, yang menjadi fokus utama penataan, berpotensi menjadi contoh sukses dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Dengan perbaikan jalan, trotoar, dan sistem pengelolaan air, kawasan ini diharapkan bisa menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan terbuka. “Perbaikan ini tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada fungsi sosial dan ekonomi kawasan,” lanjut Rifki.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menegaskan bahwa penataan Jalan HR Rasuna Said akan menjadi bagian dari visi kota yang lebih hijau dan modern. “Dengan peningkatan infrastruktur, kami yakin kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan yang lebih dinamis,” kata Rifki. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar dalam menunggu penyelesaian proyek ini.
Dalam waktu dekat, seluruh elemen penataan akan dipantau secara berkala untuk memastikan tidak ada hambatan dalam acara CFD. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar semua fasilitas bisa berjalan lancar,” jelas Rifki. Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperkuat ekosistem kota yang ramah lingkungan.