New Policy: Pemkot Jaktim soroti maraknya pencurian lampu jalan di kawasan BKT

Pemkot Jaktim Peduli Penurunan Jumlah Lampu Jalan di Kawasan BKT

New Policy – Jakarta, Senin — Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menyatakan kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU) dan komponen panel listrik di wilayah setempat, terutama di sepanjang kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Kepala Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sering terjadi di area yang kurang padat penduduk.

“Aksi pencurian diduga sering terjadi di daerah dengan jumlah penduduk yang sedikit, seperti sepanjang Banjir Kanal Timur,” ujar Benhard dalam wawancara di Jakarta, Senin.

Menurut Benhard, timnya kerap melihat banyak lampu jalan yang mati di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini memperburuk keselamatan masyarakat, terutama di malam hari. Untuk mengatasi masalah ini, Sudin Bina Marga Jakarta Timur memperkuat pengawasan terhadap aset penerangan jalan. Khususnya, personel Pasukan Kuning diterjunkan untuk menjaga titik-titik rawan.

“Seluruh personel Pasukan Kuning diminta mencoba memperketat pengawasan, khususnya pada malam hari sambil melakukan pemantauan terhadap lampu PJU yang padam,” tambah Benhard.

Selain itu, Benhard mengatakan bahwa para petugas telah diberi instruksi khusus agar lebih efektif dalam menjaga infrastruktur penerangan jalan. “Kami telah mengumpulkan tim di Gudang Sudin Bina Marga, Jalan Raya Stasiun Cakung Nomor 74, RT 07/08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, akhir pekan lalu. Mereka diberi motivasi serta edukasi agar lebih siap dalam melakukan pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Dari sisi dampak, pencurian komponen PJU tidak hanya merugikan anggaran pemerintah, tetapi juga membahayakan pengguna jalan. Lampu jalan yang mati menciptakan kondisi gelap, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal. Benhard menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi untuk mengamankan aset pemerintah.

Dalam upaya meningkatkan keamanan, Sudin Bina Marga Jakarta Timur berencana mengirimkan surat kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan di titik-titik rawan. “Dengan bantuan dari unsur kelurahan, kecamatan, dan Satpol PP, pengawasan di lapangan diharapkan lebih intensif, sehingga petugas merasa didukung oleh unit terkait,” katanya.

Kasus Pencurian di Jalan Pemuda, Rawamangun

Sebelumnya, Sudin Bina Marga Jakarta Timur mengakui telah berhasil memperbaiki 50 lampu PJU di Jalan Pemuda, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, yang digelapkan. “Kami langsung bergerak melakukan perbaikan sejak Jumat (15/5), setelah puluhan lampu jalan di kawasan tersebut mati akibat aksi pencurian pada panel listrik,” ungkap Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (17/5).

Dalam perbaikan tersebut, tim berhasil mengembalikan fungsi 50 lampu PJU berdaya 90 watt dan 120 watt. Kondisi gelap di Jalan Pemuda membuat warga merasa tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan bahaya. “Selama aksi pencurian, sejumlah ruas jalan menjadi gelap, sehingga kami segera mengganti komponen yang hilang,” kata Yanuar.

Berdasarkan data yang tercatat, pencurian terjadi di kawasan yang kurang dihuni penduduk. Pemkot Jaktim mengungkapkan bahwa penurunan jumlah lampu jalan berdampak signifikan pada kenyamanan masyarakat. Tindakan tersebut juga memicu kekhawatiran tentang peningkatan aktivitas kriminal di malam hari.

Benhard menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengidentifikasi titik-titik rawan. “Dengan kehadiran Pasukan Kuning, kami mencoba mengurangi kesempatan pelaku pencurian untuk beroperasi secara diam-diam,” katanya. Selain itu, tim juga berencana meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin dan penggunaan teknologi pemantauan.

Kolaborasi untuk Memperkuat Pengamanan

Dalam upaya menekan pencurian, Pemkot Jaktim menyiapkan strategi kolaboratif. Sudin Bina Marga Jakarta Timur berharap peran pihak kelurahan dan kecamatan dapat menjadi pelengkap dalam menjaga keamanan. “Kerja sama dengan instansi lokal diharapkan mempercepat respons terhadap aksi pencurian, terutama di kawasan yang minim pengawasan,” jelas Benhard.

Langkah ini melibatkan pemangkasan ruang gerak pelaku pencurian. “Dengan kombinasi kekuatan dari Sudin Bina Marga, Satpol PP, dan unit lainnya, aksi pencurian dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya. Selain itu, tim juga merencanakan penggunaan sistem pengawasan lebih canggih, seperti CCTV atau sensor gerak, untuk memantau aktivitas di malam hari.

Pemkot Jaktim berharap upaya ini dapat memastikan keberlanjutan pelayanan penerangan jalan. “Kami ingin memastikan bahwa lampu jalan tetap berfungsi optimal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa hambatan,” kata Yanuar. Ia menambahkan bahwa perbaikan di Jalan Pemuda menjadi contoh nyata keberhasilan tim dalam mengatasi masalah tersebut.

Benhard juga mengingatkan bahwa pemeliharaan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab Sudin Bina Marga, tetapi membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. “Kolaborasi antar instansi akan membantu meminimalkan kerugian, baik secara finansial maupun keselamatan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem pengawasan dan pemeliharaan PJU.

Dengan kombinasi kebijakan pencegahan dan respons cepat, Pemkot Jaktim mencoba membangun sistem yang lebih tangguh. “Kami mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, baik secara moril maupun materil, untuk mencapai tujuan ini,” pungkas Benhard. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan kesadaran tinggi, kita bisa mengurangi aksi pencurian secara bersama-sama,” tutupnya.