Ketua DPRD TTU Serahkan Video Dokter Icha ke Penyidik Polda NTT
Ketua DPRD TTU Serahkan Video Dokter – Kupang, Beritasatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara, Kristoforus Efi, telah menyerahkan rekaman video berisi testimoni mendiang Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang lebih dikenal sebagai dokter Icha kepada para penyidik Polda Nusa Tenggara Timur. Penyerahan ini dilakukan saat ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Icha pada Kamis, 16 Juli 2026. Video tersebut menjadi salah satu alat bukti krusial yang mendukung proses penyelidikan kasus ini.
Kristoforus diminta memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus yang melibatkan tiga anggota DPRD TTU serta seorang aparatur sipil negara dari Dinas Peternakan TTU. Para tersangka tersebut diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha saat ia bertugas menangani pasien di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Pemeriksaan berlangsung di ruang Subdit III Jatanras Polda NTT dan memakan waktu lebih dari lima jam. Selama proses ini, Ketua DPRD TTU Serahkan Video yang ia miliki sebagai bukti tambahan.
Selama proses pemeriksaan, Kristoforus juga menyerahkan alat bukti berupa rekaman video yang ia miliki. Rekaman tersebut berisi testimoni dokter Icha yang direkam saat sang dokter masih hidup. Video ini menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan kasus intimidasi yang terjadi. Kristoforus menjelaskan bahwa rekaman ini diambil saat ia menjenguk dokter Icha di rumah sakit terkait kejadian di instalasi gawat darurat.
Proses Pemeriksaan dan Pertanyaan Penyidik
Penyidik mengajukan total 32 pertanyaan kepada Kristoforus Efi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup berbagai aspek terkait keterangan yang disampaikan oleh mendiang dokter Icha. Baik keterangan yang terekam dalam video maupun yang tidak terekam menjadi fokus pertanyaan para penyidik. Kristoforus menjawab dengan rinci setiap pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik.
Kristoforus menjelaskan bahwa pemeriksaan ini berkaitan dengan kunjungannya saat dokter Icha menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Ia mengaku telah dua kali menjalani pemeriksaan terkait dugaan intimidasi terhadap dokter Icha. Pemeriksaan pertama dilakukan oleh penyidik Polres TTU pada 4 Juni 2026, sedangkan pemeriksaan kedua berlangsung di Polda NTT pada 16 Juli 2026. Kedua pemeriksaan ini memberikan gambaran lengkap mengenai kronologi kasus.
Barang bukti berupa video testimoni dari dokter Icha kepada saya, pada saat saya menjenguk almarhumah di Rumah Sakit Leona Kefamenanu terkait dengan kejadian di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada, 13 Juni 2026, kata Kristoforus Efi saat dikonfirmasi seusai memberikan keterangan di Polda NTT.
Latar Belakang Kasus dan Kematian Dokter Icha
Sebelumnya, dokter Icha meninggal dunia yang diduga akibat bunuh diri pada Jumat, 26 Juni 2026. Kepergiannya memicu perhatian luas dari berbagai kalangan karena sebelumnya ia diduga mengalami intimidasi saat bertugas menangani pasien di RS Leona. Kasus bermula saat dokter Icha menangani pasien korban gigitan ular. Penanganan medis yang diberikannya kemudian dipersoalkan oleh beberapa pihak, hingga muncul dugaan intimidasi dari sejumlah anggota DPRD TTU.
Peristiwa tersebut dilaporkan berdampak pada kondisi psikologis dokter Icha dan menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Polres TTU bersama Polda NTT mengintensifkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kematian Icha. Ketua DPRD TTU Serahkan Video sebagai bagian dari upaya memperkuat bukti-bukti yang ada.
Penyidik juga menanyakan status ketiga anggota DPRD TTU yang dilaporkan oleh keluarga dokter Icha. Kristoforus mengaku menyerahkan rekaman video testimoni dokter Icha sebagai alat bukti dalam pemeriksaan tersebut. Video ini menjadi salah satu bukti penting yang dapat memperkuat kasus intimidasi yang sedang diselidiki. Kehadiran video ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan penyerahan video testimoni ini, diharapkan proses penyelidikan dapat berjalan lebih lancar. Para penyidik akan menggunakan rekaman tersebut sebagai salah satu alat bukti utama dalam mengungkap kebenaran terkait kasus intimidasi terhadap dokter Icha. Proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi-saksi akan terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Timor Tengah Utara.

