Ekonomi

Latest Program: Obligasi Global Perdana Danantara US$ 1,5 Miliar, AS Investor Terbesar

Obligasi Global Perdana Danantara US$ 1,5 Miliar, AS Jadi Investor Terbesar Latest Program - Jakarta, Beritasatu.com — Sebagai langkah strategis dalam

Desk Ekonomi
Published Juni 15, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Obligasi Global Perdana Danantara US$ 1,5 Miliar, AS Jadi Investor Terbesar

Latest Program – Jakarta, Beritasatu.com — Sebagai langkah strategis dalam mengembangkan bisnisnya, Danantara Indonesia sukses meraih hasil yang menggembirakan setelah melakukan penerbitan obligasi global perdana. Perusahaan keuangan yang dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa jumlah dana yang berhasil terkumpul mencapai US$ 1,5 miliar, melebihi target awal sebesar US$ 1 miliar. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme dan kepercayaan investor internasional terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Respon Positif dari Global Investor

Menurut Rosan, minat peserta dalam proses book building mencapai US$ 4,6 miliar, jauh melampaui harapan awal. “Karena animo dari investor begitu tinggi, kami memutuskan untuk menaikkan nilai obligasi dari US$ 1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Penerbitan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia, tetapi juga menjadi bukti kemajuan sektor keuangan negara tersebut.

“Dari rencana US$ 1 miliar yang ingin dicapai, jumlah peserta dalam book building mencapai sekitar US$ 4,6 miliar. Dengan demikian, melihat antusiasme yang sangat positif, kami memutuskan untuk menaikkan target dari US$ 1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar,” kata Rosan.

Obligasi global yang diterbitkan Danantara terbagi menjadi dua tenor, yaitu 5 tahun dan 10 tahun, dengan masing-masing nominal US$ 750 juta. Dalam hal distribusi investor, tenor 5 tahun menunjukkan dominasi AS sebesar 38%, disusul oleh Eropa dan Timur Tengah dengan 41%, serta Asia sebesar 21%. Sementara untuk tenor 10 tahun, AS menjadi pemilik 52% dari total pembelian, diikuti oleh investor Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia sebesar 17%. Angka ini menunjukkan bahwa AS memiliki peran dominan dalam menyalurkan dana keuangan ke Indonesia.

Proses Roadshow yang Berhasil

Rosan menjelaskan bahwa penerbitan obligasi global ini didukung oleh berbagai upaya promosi, termasuk roadshow yang diikuti oleh 122 investor dari berbagai wilayah seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. “Kami melakukan pertemuan intensif dengan investor global, dan respon yang diterima jauh melampaui ekspektasi,” tambahnya. Pemantauan intensif ini membantu membangun hubungan yang kuat dengan para pihak yang berminat menanamkan modal di sektor keuangan Indonesia.

Kehadiran investor dari luar negeri di berbagai kota strategis menunjukkan bahwa pasar internasional terbuka untuk mengakuisisi aset keuangan di tanah air. Rosan menekankan bahwa komitmen Danantara untuk meningkatkan transparansi dan keandalan sebagai emiten menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor. “Kami yakin kepercayaan tersebut akan terus bertumbuh, terutama dalam suasana ekonomi global yang dinamis,” lanjutnya.

Potensi untuk Obligasi dengan Tenor Lebih Panjang

Karena respons positif dari pasar global, Rosan memproyeksikan peluang penerbitan obligasi dengan tenor lebih panjang ke depan. “Kami melihat adanya potensi untuk mengeluarkan obligasi hingga 30 tahun, terutama mengingat minat investor sangat besar,” ujarnya. Menurut Rosan, para investor menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil, meskipun terdapat perubahan geopolitik dan geoeonomi di tingkat global.

“Ke depan, kami juga melihat peluang untuk menerbitkan obligasi dengan tenor hingga 30 tahun karena minat investor sangat besar. Mereka menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil, meskipun terdapat dinamika geopolitik dan geoekonomi global,” tutupnya.

Dengan penerbitan ini, Danantara tidak hanya memperkuat keberadaannya di pasar keuangan global, tetapi juga membuka akses modal besar yang dapat didistribusikan ke berbagai sektor ekonomi Indonesia. Pembiayaan yang diperoleh akan digunakan untuk mempercepat proyek infrastruktur, pertumbuhan usaha, dan peningkatan kinerja perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menarik investasi asing sebagai bagian dari peningkatan kapasitas ekonomi nasional.

Berikutnya, Rosan menyebutkan bahwa perusahaan terus berupaya memperluas jaringan investor melalui strategi pemasaran yang lebih agresif. “Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pasar, termasuk negara-negara yang belum terlalu aktif dalam menanamkan dana ke Indonesia,” katanya. Rosan menambahkan bahwa penerbitan obligasi global ini menjadi penanda bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang kuat dalam pasar keuangan internasional.

Penerbitan obligasi dengan nilai total US$ 1,5 miliar ini juga diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar modal dan menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. “Ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu menarik dana keuangan dari Asia, tetapi juga dari pasar global seperti AS dan Eropa,” jelas Rosan. Dengan dana yang diperoleh, Danantara berkomitmen untuk membangun kerja sama yang lebih produktif dengan sektor publik dan swasta.

Peran Obligasi Global dalam Membangun Ekonomi

Dalam konteks perekonomian Indonesia, penerbitan obligasi global perdana Danantara menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan investor. Perekonomian nasional yang terus berkembang, ditambah kebijakan keuangan yang terstruktur, memberikan fondasi kuat bagi penarikan modal asing. Rosan menegaskan bahwa hal ini juga terkait dengan peran positif dari kerja sama ekonomi internasional yang selama ini terjalin.

Obligasi global ini menunjukkan bahwa Danantara mampu menyesuaikan strateginya dengan dinamika pasar yang terus berubah. “Kami fokus pada pengelolaan risiko yang tepat dan pertumbuhan yang berkelanjutan, sehingga menarik minat investor dari berbagai belahan dunia,” katanya. Dengan keberhasilan ini, perusahaan berharap dapat memberikan contoh bagus bagi emiten lain untuk memperluas akses pendanaan internasional.

Keberhasilan penerbitan obligasi global juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik. Rosan menyoroti bahwa banyak investor, terutama dari AS, menilai potensi Indonesia dalam menawarkan pendapatan yang konsisten. “Ini bukan hanya keberhasilan perusahaan, tetapi juga pencapaian bersama untuk meningkatkan kemampuan ekonomi nasional,” tukasnya.

Dengan minat yang begitu tinggi, Danantara berencana untuk terus memperluas jangkauan penerbitan obligasi global, termasuk menawarkan tenor yang lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan investor jangka panjang. “Kami berharap dapat memperkuat kemitraan dengan investor global melalui berbagai inisiatif keuangan,” tambah Rosan. Penerbitan obligasi dengan nilai lebih besar ini diharapkan menjadi penggerak dalam menyerap modal yang lebih besar ke berbagai sektor perekonomian Indonesia.

Dalam jangka pendek, Danantara akan menggunakan dana yang diperoleh untuk meningkatkan kapasitas operasional dan memperluas jaringan bisnis. Rosan menegaskan bahwa ini adalah langkah awal dalam membangun kepercayaan pasar internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menawarkan produk keuangan yang berdaya guna. “Kami berharap, penerbitan ini menjadi bukti kuat bahwa Indonesia mampu menjadi mitra investasi yang k

Leave a Comment