LiuGong Tetapkan Indonesia Sebagai Pusat Produksi dan Ekspor Alat Berat
Amalzakat.com – Indonesia menjadi basis manufaktur dan pusat ekspor alat berat bagi perusahaan asal Tiongkok, LiuGong. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengumumkan bahwa negara ini telah resmi dipilih oleh perusahaan alat berat tersebut untuk menjadi basis manufaktur sekaligus pusat ekspor global. Keputusan strategis ini menandai langkah signifikan dalam penguatan industri nasional, khususnya di sektor peralatan berat. Anindya, yang lebih dikenal dengan panggilan Anin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dimulainya proses pembangunan fasilitas produksi terintegrasi milik LiuGong di kawasan Karawang.
Menurut Anin, pemilihan Indonesia sebagai export hub oleh LiuGong merupakan pencapaian luar biasa bagi perkembangan industri dalam negeri. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam pernyataannya, Anin menekankan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi berbagai sektor. Dengan demikian, Indonesia menjadi basis manufaktur dan pusat yang strategis untuk industri alat berat internasional.
Investasi Besar dengan Kapasitas Produksi Tinggi
LiuGong telah berkomitmen untuk menanamkan modal sebesar Rp 5,2 triliun di atas lahan seluas 27 hektare. Fasilitas produksi yang dibangun dirancang untuk memiliki kapasitas output mencapai 3.000 unit alat berat setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan skala besar dari investasi tersebut dan potensinya dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun internasional. Pembangunan ini akan menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat di wilayah Karawang dan sekitarnya.
“Kadin Indonesia mengucapkan selamat kepada keluarga besar LiuGong atas dimulainya pembangunan fasilitas manufaktur alat berat terpadu di Karawang ini. Kami juga mengucapkan selamat karena telah memilih Indonesia sebagai export hub untuk melakukan ekspor ke seluruh dunia,” ujar Anin dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Investasi ini datang di tengah percepatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional, terutama yang berkaitan dengan sektor mineral. Anin menjelaskan bahwa pemerintah bersama Kadin terus berupaya menarik investasi berkualitas seperti ini untuk mendukung pembangunan ekonomi. Nilai investasi yang signifikan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan alat berat yang semakin meningkat seiring dengan berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan di seluruh Indonesia.
Kolaborasi dengan Akademisi dan Peluang Kerja
Selain aspek manufaktur, Anin juga mengapresiasi kerja sama LiuGong dengan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Menurut Anin, semangat gotong royong dan pelibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju target 8 persen. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi basis manufaktur dan pusat industri regional.
“Itulah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju 8%, sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Menurut analisis Anin, investasi LiuGong akan memberikan setidaknya tiga manfaat utama bagi Indonesia. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi asing. Kedua, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ketiga, memperkuat pembangunan infrastruktur yang memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Pemilihan Indonesia sebagai pusat ekspor juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri dalam negeri.
“Apalagi Indonesia dipilih sebagai export hub, ini tentu sangat membanggakan,” katanya.
Anin berharap bahwa kesuksesan investasi LiuGong dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan asal Tiongkok untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia menekankan bahwa investasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga berkontribusi positif bagi pembangunan jangka panjang Indonesia.

