Nasional

Meeting Results: Menag Apresiasi Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Cetak Penghafal Al-Qur’an

ayasan Tahfidz Sulaimaniyah atas Prestasi Cetak Santri Qurani Meeting Results - Di Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026, Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah menggelar

Desk Nasional
Published Juni 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Menteri Agama Puji Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah atas Prestasi Cetak Santri Qurani

Meeting Results – Di Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026, Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah menggelar upacara wisuda tahfidz ke-16 di Menara 165. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, para ulama, serta warga masyarakat yang memperhatikan dunia pendidikan Islam. Sebanyak 285 santri dan santriwati resmi memperoleh sertifikat penyelesaian hafalan 30 juz Al-Qur’an setelah menyelesaikan program pendidikan yang berlangsung dalam waktu yang berbeda. Wisuda ini menandai capaian penting dalam upaya mencetak generasi muda yang menguasai kitab suci dan siap menjadi pelaku perubahan di tengah masyarakat.

Pesan Kepada Santri: Hafalan Bukan Tujuan Akhir

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah santri yang lulus, tetapi juga oleh peran mereka setelah menyelesaikan pendidikan. “Santri yang lulus bukan sekadar memiliki kemampuan hafalan, tetapi juga harus mampu menyebarkan nilai-nilai Islam secara aktif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin Umar. Ia menyoroti dedikasi lulusan Yayasan Sulaimaniyah yang telah menjadi mubalig di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil di Indonesia. “Kami melihat bukti nyata bahwa mereka memiliki keikhlasan untuk menjalani peran tersebut, bahkan hingga ke berbagai belahan dunia,” tambahnya.

“Yang paling penting adalah terbukti anak-anak yang berasal dari Yayasan Sulaimaniyah ini memiliki keikhlasan untuk mengabdikan diri sebagai mubaligh di berbagai belahan dunia, termasuk juga di daerah-daerah pedesaan di Indonesia,” ungkap Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar juga mengapresiasi komitmen Yayasan Sulaimaniyah dalam menggabungkan pendidikan Al-Qur’an dengan pengabdian sosial. Ia menilai inisiatif ini membantu mengisi ruang kosong dalam penghayatan nilai-nilai agama, terutama di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. “Saya berharap Yayasan ini terus menjadi contoh dalam menciptakan generasi Qurani yang tidak hanya cemerlang dalam hafalan, tetapi juga tangguh dalam berperan di berbagai bidang kehidupan,” tambahnya.

Program Tahfidz: Menanamkan Pemahaman dan Praktik

Dewan Masyaikh Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, Abi Ferhat Bas, menggarisbawahi bahwa tujuan utama program tahfidz bukan sekadar menghafal teks, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menerapkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Kami selalu menekankan bahwa hafalan adalah awal, bukan akhir dari perjalanan keagamaan para santri,” kata Abi Ferhat Bas. Ia menambahkan, lembaga ini berkomitmen untuk melahirkan individu yang tidak hanya menguasai kitab suci, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan memadukan ajaran Islam dengan konteks lokal.

“Dengan hafal saja tidak selesai, melainkan baru mulai untuk memahami isi Al-Quran dan mempraktikannya di dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abi Ferhat Bas.

Menurut Abi Ferhat Bas, keberhasilan program tahfidz terlihat dari kesadaran santri dalam mengintegrasikan ilmu Al-Qur’an ke dalam kehidupan sosial dan ekonomi. “Santri yang lulus bukan hanya dikenal karena kemampuan hafal, tetapi juga karena kemampuan mereka dalam menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang islami dan moderat,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa lembaga ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkenalkan metode yang inovatif dan relevan.

Harapan untuk Masa Depan: Qurani yang Unggul dan Berakhlak Mulia

Nasaruddin Umar berharap Yayasan Sulaimaniyah terus menjadi motor penggerak dalam pembentukan generasi Qurani yang unggul, baik secara akademik maupun moral. “Para santri yang lulus harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam memupuk rasa toleransi dan kerja sama antarumat beragama,” pungkasnya. Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat peradaban Islam modern yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dan kearifan lokal.

Dalam pesannya, Menag menekankan pentingnya mengkawinkan ajaran Al-Qur’an dengan tradisi serta budaya Indonesia. “Pertemuan antara kearifan lokal dengan nilai-nilai Al-Qur’an akan melahirkan Indonesia yang besar,” tegasnya. Ia mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga menjadi penerjemah ajaran agama ke dalam kehidupan masyarakat. “Hafalan Al-Qur’an yang dimiliki harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat nyata bagi sesama, baik melalui kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi,” imbuhnya.

Konteks Lembaga: Kontribusi Berkelanjutan bagi Umat Islam

Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, yang berdiri sejak beberapa tahun silam, telah menunjukkan konsistensi dalam melahirkan santri yang memiliki kompetensi tinggi dan tanggung jawab sosial. Program ini menawarkan pendekatan terpadu antara pendidikan agama dan kehidupan dunia, sehingga lulusan dapat berkontribusi dalam berbagai sektor. “Kami tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga pada penguasaan ilmu-ilmu yang relevan, seperti ekonomi, teknologi, dan seni budaya,” kata Abi Ferhat Bas. Ia menambahkan bahwa para santri diharapkan mampu menjadi penghubung antara tradisi dan inovasi.

Menurut Nasaruddin Umar, kontribusi Yayasan Sulaimaniyah semakin signifikan dalam menghadirkan masyarakat yang cerdas dan berakhlak mulia. “Kami melihat banyak santri yang tidak hanya sukses dalam hafalan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin dalam komunitas lokal, bahkan di tingkat nasional,” ujarnya. Ia berharap lembaga ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga lain dalam menghasilkan penghafal yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh keikhlasan dan semangat.

Komentar Masyarakat: Mengapresiasi Upaya Lembaga Pendidikan

Para warga masyarakat yang hadir menyambut baik upacara wisuda tersebut, menilai bahwa Yayasan Sulaimaniyah telah memberikan peran penting dalam menjaga keberlanjutan ajaran Islam. “Saya kagum dengan semangat para santri ini, mereka tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memperkenalkan Islam dengan cara yang menyenangkan dan relevan,” ujar salah satu warga Jakarta. Ia menambahkan bahwa program tahfidz ini dapat menjadi solusi dalam memperkuat identitas keagamaan masyarakat urban.

Sementara itu, tokoh masyarakat lain mengapresiasi pendidikan yang diwujudkan Yayasan Sulaimaniyah. “Keberadaan lembaga seperti ini sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang terdid

Leave a Comment