Bakom: Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Siswa Alami Masalah Gigi

4 jam ago  ·  3 min read
By Sinta Ananda - amalzakat.com
khrisna-gen-1784745224-7741420b52

Bakom Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis: Temuan Mengejutkan Soal Kesehatan Gigi Siswa

Amalzakat.com – Bakom melalui program cek kesehatan gratis yang digulirkan secara nasional telah mengungkap fakta menarik mengenai kondisi kesehatan para pelajar Indonesia. Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan banyak siswa yang mengalami berbagai masalah kesehatan, terutama masalah gigi. Program ini menjadi inisiatif penting untuk memastikan generasi muda bangsa memiliki fondasi kesehatan yang baik sejak dini.

Problem Kesehatan Gigi Menjadi Prioritas Utama

Dari data yang dikumpulkan Bakom selama periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menempati posisi teratas sebagai keluhan paling sering ditemukan. Sebanyak 40,8 persen siswa yang diperiksa mengalami masalah gigi ini. Angka yang cukup signifikan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini masalah kesehatan gigi pada anak-anak dan remaja.

Program yang resmi dimulai secara serentak pada 4 Agustus 2025 ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas menjadi bagian dari cakupan program. Sekolah luar biasa dan pondok pesantren juga tidak ketinggalan menjadi sasaran program ini. Usia peserta yang ditargetkan berada dalam rentang 7 sampai 17 tahun.

Testimoni Siswa yang Terbantu

Respons positif dari para siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang digagas Bakom ini. Nathan, seorang siswa dari IPEKA Sunter, merupakan salah satu peserta yang telah mengikuti program tersebut sebanyak dua kali. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh puskesmas setempat.

“Pemeriksaan yang dilakukan puskesmas setempat membantunya mengetahui kondisi matanya lebih dini. Dia dianjurkan segera menemui dokter karena kondisi mata minusnya bertambah parah,” ujar Kurnia dalam konferensi persnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Callista, siswi IPEKA Sunter yang tidak kalah antusias. Bagi Callista, program ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang kondisi tubuhnya sendiri. Hal ini mendorongnya untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan aktif.

“Dia pun terdorong mengubah pola hidup agar makin rajin olahraga dan makan buah serta sayur,” jelas Kurnia menambahkan.

Lima Masalah Kesehatan yang Teridentifikasi

Selain masalah gigi, Bakom juga mengidentifikasi empat masalah kesehatan lainnya yang cukup prevalen di kalangan siswa. Masalah kesehatan kedua yang paling banyak ditemukan adalah anemia pada remaja putri, dengan persentase sebesar 27,3 persen. Temuan ketiga menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah atau hipertensi pada siswa sebanyak 21,7 persen.

Meskipun sering dikaitkan dengan orang dewasa, kondisi hipertensi ini juga mulai ditemukan pada kalangan pelajar. Masalah keempat adalah serumen impaksi atau kotoran telinga yang dialami 6,0 persen siswa. Kelima, obesitas ditemukan pada 6,7 persen peserta didik yang menjadi perhatian karena tren kenaikan berat badan berlebih di kalangan anak-anak.

Jangkauan Luas Program Bakom

Terhitung sejak awal tahun 2026 hingga pertengahan Juli, program ini telah melayani lebih dari 8,8 juta siswa. Jumlah ini tersebar di hampir 97 ribu sekolah yang berada di 511 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa besar jangkauan program pemerintah untuk memastikan kesehatan generasi muda.

“Sementara secara keseluruhan, untuk tahun 2026, target peserta didik yang mengikuti CKG sekolah yaitu sebanyak 50.255.073 siswa di 303.263 sekolah,” tutur Kurnia.

Melalui CKG sekolah, pemerintah memiliki strategi untuk mendeteksi masalah kesehatan anak sejak dini. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan efektif. Harapan besar adalah program ini mampu menciptakan generasi peserta didik yang lebih sehat, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Dengan deteksi masalah kesehatan seperti karies gigi, anemia, hipertensi, hingga obesitas sejak dini, diharapkan tidak ada lagi masalah kesehatan yang terabaikan hingga menjadi lebih serius. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan fasilitas kesehatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

MORE FROM THIS CATEGORY