Nasional

Latest Program: Prabowo: Jalan Daerah Urat Nadi Perekonomian Rakyat

Latest Program - Dalam upacara peresmian proyek pembangunan jalan daerah, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya infrastruktur lokal sebagai

Desk Nasional
Published Juni 23, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Prabowo: Jalan Daerah Urat Nadi Perekonomian Rakyat

Latest Program – Dalam upacara peresmian proyek pembangunan jalan daerah, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya infrastruktur lokal sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat. Acara ini berlangsung di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Menurut Prabowo, pengembangan jalan daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi

“urat nadi” yang menghubungkan masyarakat dengan sumber daya dan pasar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bersama dengan berbagai lembaga terkait, telah menyelesaikan pembangunan jaringan jalan daerah total 1.151 kilometer di 37 provinsi di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini menjangkau wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Nilai total investasi untuk proyek ini mencapai Rp 5,41 triliun, termasuk pengembangan ruas jalan di Sampang yang merupakan bagian dari program nasional.

Jalan Kedungdung–Bringkoning di Kabupaten Sampang, yang selesai diperluas sepanjang 1,5 kilometer, menjadi contoh nyata dari upaya ini. Proyek tersebut memakan biaya sekitar Rp 14 miliar dan dirancang untuk meningkatkan akses transportasi bagi warga setempat. Prabowo menekankan bahwa jalan daerah adalah kunci untuk mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat, seperti bahan pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk lokal lainnya.

Saya menyambut dengan bangga dan bahagia selesainya pembangunan jalan daerah seluruh Indonesia. Jalan ini adalah urat nadi perekonomian rakyat, karena menghubungkan desa-desa dengan sentra distribusi dan industri, serta memungkinkan akses yang lebih mudah ke berbagai wilayah.

Menurut Prabowo, konektivitas yang baik dapat mengurangi biaya angkut dan meningkatkan efisiensi distribusi barang. “Indonesia adalah negara besar dengan kondisi geografis yang beragam. Jika jalan-jalan cukup memadai, biaya logistik akan jauh lebih rendah, dan pergerakan ekonomi bisa terangsang lebih cepat,” jelasnya. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama di daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan dalam memasarkan hasil produksi.

Pembangunan jalan daerah juga berperan dalam mempercepat proses perekonomian nasional. Prabowo mencontohkan bahwa dengan akses yang lebih baik, barang dari berbagai daerah bisa menjangkau masyarakat desa secara lebih efektif. Sebaliknya, produk lokal seperti hasil pertanian atau perikanan bisa dikirim ke pasar besar tanpa hambatan fisik yang signifikan. “Konektivitas antara pusat produksi dan kawasan permukiman adalah hal yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi inklusif,” tambah Prabowo.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun jaringan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada daerah yang tertinggal karena akses yang tidak memadai. “Kita bertekad agar tidak ada wilayah yang terabaikan hanya karena keterbatasan jalan dan infrastruktur dasar,” tegas Prabowo. Dengan konsep ini, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, sehingga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam pembangunan jalan daerah, Prabowo juga menyoroti peran utama dalam memperkuat keterhubungan antar daerah. Ia menyoroti bahwa jalan-jalan yang memadai tidak hanya mendorong pertukaran barang, tetapi juga memfasilitasi akses ke layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. “Infrastruktur yang baik adalah jembatan bagi keadilan ekonomi, karena memungkinkan semua lapisan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada perluasan jalan, tetapi juga perbaikan kualitasnya. Prabowo menegaskan bahwa investasi dalam infrastruktur jalan daerah adalah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. “Dengan jaringan jalan yang terintegrasi, kita bisa menurunkan biaya logistik secara signifikan dan mempercepat distribusi barang ke seluruh penjuru Indonesia,” jelasnya. Hal ini berdampak pada peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan yang memiliki akses terbatas.

Di Kabupaten Sampang, sebagai bagian dari proyek ini, ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning menjadi fokus perhatian. Perluasan jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar tujuh meter diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan mempercepat alur distribusi barang. Prabowo menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menjadikan infrastruktur sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

Komitmen pemerintah untuk membangun jalan daerah juga mencakup pengembangan proyek yang sejalan dengan visi pengurangan kesenjangan antar wilayah. Prabowo berharap, melalui proyek ini, masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses pasar dapat terbantu secara nyata. “Jalan daerah adalah tulang punggung ekonomi rakyat, karena memungkinkan pertukaran barang dan layanan antar daerah,” ujarnya. Dengan adanya akses yang lebih baik, daerah-daerah terpencil bisa menjadi bagian dari dinamika ekonomi nasional yang lebih cepat dan merata.

Menurut Prabowo, proyek jalan daerah ini tidak hanya membuka akses, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan pengembangan usaha lokal. “Dengan jalan yang terhubung dengan baik, kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara lebih efisien, dan masyarakat bisa memperoleh hasil panen serta produk mereka dengan cepat,” katanya. Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dalam konteks nasional, Prabowo menyoroti bahwa konektivitas yang baik adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi. “Jika tidak ada jalan yang memadai, biaya transportasi akan menjadi beban besar bagi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat,” ujarnya. Dengan membangun jaringan jalan yang optimal, pemerintah dapat memastikan bahwa

Leave a Comment