Ototekno

Latest Program: NASA Temukan 2 Planet Langka, Besar tetapi Mirip Gulali

NASA Temukan 2 Planet Langka, Besar tetapi Mirip Gulali Latest Program - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh badan antariksa Amerika Serikat, National

Desk Ototekno
Published Juni 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

NASA Temukan 2 Planet Langka, Besar tetapi Mirip Gulali

Latest Program – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA), mengungkapkan keberadaan dua planet unik yang termasuk dalam kategori superpuff. Planet-planet ini, meski memiliki ukuran yang sangat besar, justru memiliki massa yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan benda langit sejenis. Dua objek ini diberi nama TOI-791 b dan TOI-791 c, serta ditemukan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh satelit TESS, atau Transiting Exoplanet Survey Satellite, milik NASA.

Proses Penemuan dan Kontribusi Ilmuwan

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Tim peneliti yang memimpin studi ini terdiri dari ilmuwan dari Universitas Oxford, Université Côte d’Azur/Observatoire de la Côte d’Azur, dan Universitas Birmingham. Mereka mengungkapkan bahwa keberadaan kedua planet ini mengejutkan karena sifatnya yang tidak biasa dibandingkan dengan planet raksasa lainnya yang telah diketahui sebelumnya.

“Para ilmuwan sebenarnya tidak memperkirakan akan menemukan objek seperti TOI-791 b dan TOI-791 c,” ujar Jon Jenkins, ilmuwan yang memimpin Pusat Operasi Pemrosesan Sains di Pusat Penelitian Ames NASA di Silicon Valley, California. Ia menambahkan, planet-planet ini menjadi teka-teki penting untuk memahami proses pembentukan planet raksasa seperti Jupiter atau planet puff.

Ukuran dan Massa Planet yang Mengherankan

TOI-791 b memiliki ukuran hampir setara dengan Jupiter, tetapi massanya hanya sekitar 3% dari massa raksasa gas tersebut. Sementara TOI-791 c, yang lebih besar dari Jupiter, hanya memiliki sekitar 5,9 persen dari massa Jupiter. Perbedaan signifikan antara ukuran dan massa ini membuat kedua planet memiliki kepadatan yang sangat rendah, mirip dengan permen kapas yang lembut meski besar.

Kepadamatan rendah ini menjadi salah satu fitur utama yang membedakan superpuff dari planet raksasa lainnya. Superpuff, atau “planet berisi gas yang lembut,” biasanya memiliki massa yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ukurannya. Kondisi seperti ini bisa terjadi jika planet terutama terdiri dari gas ringan, seperti hidrogen dan helium, dan tidak memiliki inti padat yang signifikan.

Sistem Planet yang Jauh dari Bumi

Sistem planet TOI-791 berada sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi. Bintang yang menjadi pusat sistem ini, TOI-791, memiliki karakteristik mirip Matahari. Meski jaraknya jauh, data yang dikumpulkan oleh TESS selama tujuh tahun pengamatan memberikan gambaran jelas mengenai keberadaan kedua planet tersebut.

Pengamatan TESS mengungkap perubahan kecerahan bintang induknya saat planet melintas di depannya. Fenomena ini, yang disebut “transit,” memungkinkan para astronom mengidentifikasi planet ekstrasurya dan mengetahui ukuran serta sifat dasarnya. Data yang terus-menerus terkumpul selama 1.122 hari membantu tim peneliti dalam memverifikasi karakteristik kedua planet.

Interaksi Orbital yang Menarik

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa TOI-791 b dan TOI-791 c memiliki konfigurasi orbit yang unik. Kedua planet saling memengaruhi melalui gaya gravitasi, menyebabkan perubahan kecil pada waktu transit masing-masing. Fenomena ini dikenal sebagai “transit timing variations (TTV)” dan memberikan informasi kritis tentang massa planet.

Keunggulan TESS adalah kemampuannya merekam data secara berkelanjutan selama bertahun-tahun. Dengan durasi pengamatan yang panjang, satelit ini mampu mengumpulkan data yang cukup untuk mengonfirmasi keberadaan planet dengan orbit panjang. Hal ini memperkuat status TOI-791 b dan TOI-791 c sebagai superpuff, yang selama ini dianggap langka dan sulit diidentifikasi.

Signifikansi Penemuan dalam Ilmu Astronomi

Para ilmuwan menyebutkan bahwa jumlah superpuff yang telah ditemukan hingga kini masih sangat sedikit. George Dansfield, penulis utama penelitian dari Departemen Fisika Universitas Oxford, menjelaskan bahwa menemukan satu superpuff sudah dianggap langka, apalagi dua sekaligus. Fenomena ini membuka pertanyaan baru tentang bagaimana planet-planet seperti Jupiter dan superpuff dapat terbentuk dalam lingkungan bintang yang berbeda.

Sistem TOI-791 menunjukkan bahwa planet-planet raksasa bisa memiliki struktur yang tidak biasa. Misalnya, TOI-791 c, meskipun lebih besar dari Jupiter, memiliki kepadatan yang jauh lebih rendah. Ini mengindikasikan adanya komposisi yang unik, mungkin dengan atmosfer yang sangat tebal atau bahan baku yang berbeda. Hal ini memicu penelitian lebih lanjut tentang keberagaman planet ekstrasurya dan proses pembentukan mereka.

Kelangkaan dan Tantangan dalam Pengamatan

Keberadaan planet dengan orbit panjang seperti TOI-791 b dan TOI-791 c menambah kompleksitas dalam pengamatan astronomi. Planet-planet ini membutuhkan waktu pengamatan yang cukup lama untuk terdeteksi, karena periode orbit mereka mencapai 139 hari untuk TOI-791 b dan 232 hari untuk TOI-791 c. Periode orbit yang panjang membuat perubahan kecerahan bintang induknya terjadi secara tidak teratur, sehingga memerlukan analisis yang teliti.

Meski demikian, keberhasilan TESS dalam merekam data selama 1.122 hari memberikan informasi yang cukup untuk mengonfirmasi keberadaan kedua planet. Selain itu, perbedaan massa dan ukuran mereka juga membantu menjelaskan sifat unik yang dimiliki. Fenomena seperti ini menjadi bukti bahwa bumi-planet bisa memiliki karakteristik yang beragam, bahkan di luar ekspektasi ilmuwan.

Penemuan ini tidak hanya memperkaya database planet ekstrasurya tetapi juga menantang pemahaman tradisional tentang pembentukan planet. Para ilmuwan menyebutkan bahwa karakteristik superpuff mungkin terjadi akibat kondisi bintang induknya yang berbeda atau faktor-faktor lain dalam sistem tata surya. Dengan mempelajari TOI-791, peneliti berharap dapat mengungkap lebih banyak tentang evolusi benda langit di alam semesta.

Perjalanan Penelitian dan Prospek Masa Depan

Tim peneliti berharap penemuan ini akan memicu eksplorasi lebih lanjut terhadap superpuff. Karena jumlahnya sedikit, ilmuwan masih terus mencari metode baru untuk mengidentifikasi objek-objek serupa. Dengan teknologi TESS dan kemajuan observasi modern, harapan untuk menemukan lebih banyak planet unik seperti TOI-791 semakin besar.

TOI-791 b dan TOI-791 c tidak hanya menjadi bukti keberagaman tata surya tetapi juga menginspirasi penelitian tentang atmosfer dan komposisi planet. Studi ini membuka jalan bagi pemahaman lebih dalam tentang bagaimana benda langit bisa memiliki sifat yang sangat berbeda, meskipun terletak dalam sistem yang sama. Dengan mempelajari planet-planet seperti ini, para ilmuwan bisa mengembangkan model-model baru yang lebih akurat untuk menjelaskan dinamika tata surya di luar tata surya kita.

Leave a Comment