Nusantara

New Policy: Kodam Mulawarman Pastikan Penanganan Korban Latsarmil Sesuai Prosedur

dam Mulawarman Terapkan New Policy Penanganan Korban Latsarmil New Policy - Korban meninggal selama latihan dasar militer (Latsarmil) yang diadakan Kodam

Desk Nusantara
Published Juni 27, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Kodam Mulawarman Terapkan New Policy Penanganan Korban Latsarmil
  2. Tindak Lanjut Penanganan Korban Latsarmil

Kodam Mulawarman Terapkan New Policy Penanganan Korban Latsarmil

New Policy – Korban meninggal selama latihan dasar militer (Latsarmil) yang diadakan Kodam VI/Mulawarman kembali menarik perhatian publik. Dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan, Kodam menetapkan New Policy yang menegaskan prosedur medis dan administratif harus diikuti secara rapi. Total korban hingga saat ini mencapai lima orang, termasuk Anissa Muyassaroh, calon manajer KDKMP yang menjadi sorotan.

Tindak Lanjut Penanganan Korban Latsarmil

Komando militer Kodam VI/Mulawarman aktif meninjau kejadian kejadian fatal dan menegaskan langkah-langkah penanganan sesuai New Policy. Dalam pernyataannya, Kepala Penerangan Kodam, Kolonel Inf Gatot, mengungkapkan bahwa pertolongan medis segera diberikan ketika kondisi peserta memburuk. “Prosedur penanganan dilakukan dengan jelas, mulai dari evaluasi lapangan hingga korban dikirim ke rumah sakit,” jelas Gatot.

Prosedur Medis yang Diterapkan

Pemulangan korban ke klinik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman menjadi langkah awal sesuai New Policy. Meski berbagai upaya telah dilakukan, nyawa Anissa tidak bisa diselamatkan. Gatot menyebutkan bahwa investigasi penyebab kejadian terus berjalan, termasuk pemeriksaan rekam medis dan aktivitas latihan.

Komando militer juga memastikan transparansi informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari New Policy. Mereka menegaskan bahwa pengambilan keputusan medis sudah mempertimbangkan standar operasional dan kehati-hatian. “Kami berharap masyarakat memahami bahwa semua prosedur diikuti dengan teliti,” imbuh Gatot.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Kodam VI/Mulawarman melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil. Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi latihan dianggap strategis, namun kejadian fatal ini memicu refleksi terhadap kesiapan peserta dan fasilitas yang digunakan.

Para peserta Latsarmil diwajibkan mengikuti aktivitas fisik dan mental yang intens. New Policy mengharuskan pelatihan dilengkapi dengan pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan. Tim medis melakukan pemeriksaan rutin dan siap merespons darurat. “Kami telah memperbaiki protokol kesehatan dan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait,” tambah Gatot.

Komitmen Kodam dalam Pengelolaan Proses

Kodam VI/Mulawarman menunjukkan tanggung jawab dengan menanggung biaya pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Lamongan. Proses pemakaman juga didanai oleh institusi militer tersebut, sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah. Personel TNI mendampingi keluarga hingga kejadian selesai, memastikan semua prosedur New Policy berjalan lancar.

Kejadian ini menjadi momentum untuk meninjau kembali mekanisme Latsarmil. Program yang bertujuan membentuk calon manajer koperasi desa dan KDKMP melalui pelatihan militer, kini dianalisis lebih dalam. New Policy diterapkan untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan, termasuk peningkatan kesiapan peserta sebelum mengikuti latihan intensif.

Leave a Comment