Ekonomi

Key Strategy: Produk Halal RI Tumbuh 6,21 Persen Lampaui Ekonomi Nasional

Ekonomi Syariah Indonesia Capai Pencapaian Signifikan di Kancah Global Key Strategy - Mataram, Beritasatu.com — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry

Desk Ekonomi
Published Juli 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Ekonomi Syariah Indonesia Capai Pencapaian Signifikan di Kancah Global

Key Strategy – Mataram, Beritasatu.com — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa Indonesia kini menempati posisi keempat dunia dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah global. Pencapaian ini mencerminkan kemajuan pesat yang telah diraih negara dalam membangun fondasi ekonomi berbasis syariah yang kuat dan berkelanjutan. Melalui Key Strategy yang diterapkan secara konsisten, Indonesia berhasil menunjukkan performa luar biasa dalam sektor ekonomi syariah.

Pertumbuhan produk halal nasional pada triwulan pertama tahun 2026 mencatatkan angka 6,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sektor halal menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Implementasi Key Strategy terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan sektor halal yang lebih cepat dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

Kolaborasi sebagai Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

Agar momentum pertumbuhan ini terus meningkat, Destry menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri-sendiri dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang tangguh. Key Strategy kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.

“Jangan lupa, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga asosiasi harus terus diperkuat agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang,” kata Destry dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembangunan ekonomi syariah memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Setiap elemen memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan sinergis. Dengan Key Strategy yang tepat, kolaborasi ini dapat menghasilkan dampak yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Target Transaksi Fesyar KTI 2026

Destry menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target transaksi sebesar Rp 12,5 miliar yang ditetapkan dalam Fesyar KTI 2026. Pencapaian ini diyakini dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut. Key Strategy yang diterapkan dalam acara ini mencakup berbagai inisiatif untuk memaksimalkan potensi transaksi.

Secara rinci, target tersebut mencakup business matching sebesar Rp 11 miliar dan penjualan produk UMKM sebesar Rp 1,5 miliar. Destry meyakini bahwa dengan sinergi yang kuat, kedua target ini dapat terealisasi secara optimal. Penerapan Key Strategy dalam setiap tahap persiapan dan pelaksanaan acara menjadi faktor kunci keberhasilan.

“Business matching sebesar Rp 11 miliar dan penjualan produk UMKM Rp 1,5 miliar harus bisa dicapai. Dengan sinergi, saya yakin target tersebut dapat terealisasi,” tegasnya.

Keanekaragaman Peserta dan Kegiatan

Fesyar KTI 2026 menghadirkan berbagai pelaku usaha dan lembaga pendukung ekonomi syariah dari berbagai sektor. Tercatat ada 19 booth tenant UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan, 111 produk unggulan dalam Halal Mart, serta 34 booth kuliner khas Kawasan Timur Indonesia. Keberagaman peserta ini menunjukkan efektivitas Key Strategy dalam menarik berbagai kalangan.

Selain itu, acara ini juga menampilkan 11 booth perbankan syariah, enam lembaga wakaf, dan empat halal center. Kehadiran berbagai lembaga ini menunjukkan kompleksitas dan kedalaman ekosistem ekonomi syariah yang telah terbentuk di Indonesia. Key Strategy yang terintegrasi memungkinkan sinergi antar lembaga berjalan dengan baik.

Selain pameran UMKM, kegiatan ini juga diisi berbagai seminar dan forum ekonomi syariah. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan antara lain wakaf goes to campus, syariah financing forum, talk show branding halal, halal lifestyle, modest fashion, hingga flagship economic forum. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat. Melalui Key Strategy yang komprehensif, berbagai kegiatan ini saling melengkapi satu sama lain.

Implikasi bagi Masa Depan Ekonomi Indonesia

Pencapaian Indonesia sebagai negara peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah memiliki implikasi strategis bagi masa depan ekonomi nasional. Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam ekonomi syariah global, membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas. Key Strategy yang telah diterapkan menjadi modal penting untuk ekspansi global.

Pertumbuhan produk halal yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Dengan dukungan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, ekonomi syariah diproyeksikan akan terus berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Implementasi Key Strategy secara berkelanjutan akan memastikan pertumbuhan ini tetap terjaga.

Destry Damayanti berharap bahwa momentum yang telah tercipta dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai inisiatif strategis. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan sinergis, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi syariah dunia di masa mendatang. Key Strategy yang konsisten menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.

Leave a Comment