Ototekno

New Policy: BYD Luncurkan Chip 4 Nanometer untuk Mobil Listrik Otonom

BYD Luncurkan Chip 4 Nanometer untuk Mobil Listrik Otonom New Policy - Shenzhen, Beritasatu.com – Perusahaan produsen kendaraan listrik terkemuka, BYD Company

Desk Ototekno
Published Mei 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

BYD Luncurkan Chip 4 Nanometer untuk Mobil Listrik Otonom

New Policy – Shenzhen, Beritasatu.com – Perusahaan produsen kendaraan listrik terkemuka, BYD Company Limited (BYDDY), baru-baru ini merilis sejumlah inovasi teknologi baru, salah satunya adalah chip otomotif 4 nanometer pertama di China yang dirancang khusus untuk kendaraan swakemudi. Chip tersebut diberi nama Xuanji A3 dan secara resmi diperkenalkan oleh CEO perusahaan, Wang Chuanfu, di kantor pusat BYD di Shenzhen. Pengembangan teknologi ini menjadi langkah penting dalam mengamankan posisi BYD di tengah persaingan ketat dalam industri otomotif modern.

Kinerja dan Efisiensi Energi Chip Xuanji A3

Chip Xuanji A3 diklaim memiliki kemampuan unggul dalam efisiensi energi, dengan konsumsi daya yang lebih rendah sekitar 20% dibandingkan semikonduktor sejenis. Dalam sebuah wawancara, Wang Chuanfu menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan meningkatkan sistem bantuan mengemudi dengan kemampuan komputasi yang lebih cepat namun lebih hemat energi. Hal ini sangat relevan bagi kendaraan listrik otonom yang membutuhkan optimasi daya untuk menjaga performa sepanjang waktu berkendara.

Menurut RTTNews, BYD menyebut chip tersebut mengonsumsi daya 20% lebih rendah dibandingkan semikonduktor sejenis.

Terlebih lagi, chip 4 nanometer ini akan menjadi komponen kunci dalam platform komputasi terpusat baru yang dirancang untuk menggabungkan fungsi kontrol kokpit, sistem bantuan pengemudi, serta penggerak listrik. Dengan menggabungkan kekuatan komputasi dan efisiensi energi, platform ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih cerdas dan andal. Teknologi ini juga dianggap sebagai salah satu upaya BYD untuk memperkuat dominasi di pasar kendaraan listrik, terutama di Tiongkok.

Kompetisi dengan Teknologi Global

BYD tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, tetapi juga menantang perusahaan teknologi besar seperti Huawei Technologies. Perusahaan asal Shenzhen tersebut telah merilis chip 7 nanometer sebelumnya dan sedang menyiapkan teknologi 1,4 nanometer pada 2031, menurut laporan. Meski demikian, BYD menganggap Xuanji A3 sebagai langkah strategis untuk memperlebar jangkauan inovasi dalam ranah kendaraan otonom.

Di segi lain, BYD bersaing dengan produsen kendaraan listrik lain seperti Xpeng dan Xiaomi. Kedua perusahaan tersebut juga aktif dalam pengembangan kendaraan pintar dan sistem otonom. Namun, penggunaan chip 4 nanometer oleh BYD diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif, terutama dalam hal efisiensi dan kecepatan pemrosesan data. Teknologi ini juga menjadi bagian dari roadmap perusahaan untuk menawarkan solusi otomotif yang lebih canggih di masa depan.

Ekspansi Sistem Bantuan Mengemudi “God’s Eye”

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kemampuan sistem otonom, BYD berencana memperluas fitur bantuan mengemudi “God’s Eye” ke seluruh lini kendaraan di Tiongkok. Sistem ini akan dilengkapi sensor LiDAR dan tersedia sebagai opsi tambahan dengan biaya sekitar 12.000 yuan atau sekitar Rp26,5 juta. Wang Chuanfu menekankan bahwa fitur ini bertujuan untuk memberikan pengemudi tanggung jawab lebih besar, sambil menjaga keamanan dan presisi dalam navigasi.

Kehadiran sensor LiDAR dalam sistem ini memungkinkan kendaraan untuk mengenali lingkungan sekitar secara real-time, bahkan dalam kondisi cuaca buruk. Teknologi ini juga diharapkan meningkatkan keandalan sistem otonom, yang menjadi fokus utama bagi pengembangan mobil listrik di Tiongkok. Dengan Xuanji A3, BYD mencoba menghadirkan kualitas data yang lebih tinggi, yang diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan canggih dalam perjalanan.

Regulasi dan Persiapan Pasar

Perusahaan tersebut juga memperkirakan bahwa Tiongkok akan mulai menerapkan regulasi lebih ketat terhadap penggunaan kendaraan swakemudi pada tahun 2027. Langkah ini menandakan komitmen pemerintah dalam mendorong adopsi teknologi otonom, yang akan memengaruhi industri otomotif secara besar. Saat ini, lebih dari 3,15 juta kendaraan BYD telah dilengkapi teknologi bantuan mengemudi canggih, dengan data perjalanan yang terkumpul mencapai sekitar 200 juta kilometer per hari.

Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan BYD dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam produk mereka. Selain itu, data tersebut juga menunjukkan bahwa BYD sedang bergerak cepat dalam menawarkan solusi kendaraan otonom yang bisa diandalkan. Dengan adanya Xuanji A3, perusahaan berharap bisa mengurangi risiko kesalahan sistem dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Berita Terkait

Simak berita terkait lainnya, seperti persiapan perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, wisata libur Idul Adha di Ragunan, penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, serta dampak dari Rupiah yang tumbang terhadap ekonomi. Diplomasi internasional juga menjadi poin penting dalam memastikan keuntungan nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi global. Di sisi lain, upaya membumikan “Opera” di lintasan khatulistiwa menunjukkan keinginan untuk mengembangkan budaya dan seni di berbagai wilayah.

Bagi BYD, pengembangan chip 4 nanometer dan ekspansi sistem otonom bukan hanya tentang keunggulan teknologi, tetapi juga tentang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Dengan kombinasi inovasi dan strategi ekspansi, perusahaan ini semakin solid dalam menghadapi persaingan sengit di industri otomotif modern. Tantangan terbesar tetap terletak pada integrasi teknologi yang sempurna dan keandalan sistem di berbagai kondisi berkendara.

Langkah Masa

Leave a Comment