Bisnis

Pembahasan Penting: Pemerintah perkuat stok jagung lewat Inpres Nomor 3 Tahun 2026

Pemerintah Perkuat Stok Jagung Lewat Inpres Nomor 3 Tahun 2026

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pengumuman Inpres Nomor 3 Tahun 2026 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat persediaan jagung nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, ia menekankan bahwa pemerintah Presiden Prabowo Subianto pada masa jabatannya terus mendukung kepentingan para produsen pangan nasional, termasuk peternak jagung.

Menurut Amran, Inpres tersebut berisi arahan presiden untuk mendorong pengadaan jagung secara nasional sepanjang tahun 2026. “Inpres 3/2026 ini memandu pelaksanaan pengadaan jagung dalam negeri,” ujarnya. Ia menyebutkan target pengadaan sebanyak 1 juta ton dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram. Jagung yang dibeli harus memenuhi kriteria usia panen dan kadar air antara 18 sampai 20 persen.

“Indonesia sudah mencapai swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah mencapai nol persen. Ini berita baik bagi kita semua,” tutur Amran. Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, sesuai arahan Presiden.

Pengadaan jagung tahun 2027 hingga 2029 akan ditentukan berdasarkan rapat koordinasi bidang pangan yang diadakan pada tahun berjalan. Dalam beleid ini, tugas pengadaan jagung dalam negeri diamanatkan kepada Perum Bulog untuk penguatan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Nadia Kurniawan

Nadia Kurniawan merupakan kontributor yang membahas topik zakat dan amal dengan pendekatan komunikatif dan informatif. Melalui amalzakat.com, ia menyajikan artikel yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya literasi zakat dan filantropi. Nadia percaya bahwa informasi yang jelas dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih bijak.