Pembahasan Penting: Wamentan pastikan kawal isu kenaikan harga kedelai imbas perang

Wamentan pastikan kawal isu kenaikan harga kedelai imbas perang

Jakarta, Selasa (7/4) – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah terus memantau adanya kemungkinan kenaikan harga kedelai akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, tugas pemerintah mencakup pengawasan berbagai aspek, termasuk harga kedelai, BBM, serta komoditas lainnya. “Kita monitor semua. Tugas pemerintah itu tidak hanya soal kedelai, tapi juga BBM, dan berbagai hal lainnya. Ada impor, ada ekspor,” tuturnya setelah menghadiri rapat kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Pemerintah tetap kendalikan harga kedelai

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan harga kedelai masih terjaga stabil meski terdapat isu kenaikan harga impor hingga Rp20 ribu per kilogram. Pemerintah juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) kedelai, baik lokal maupun impor. Regulasi Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 menetapkan HAP kedelai lokal maksimal Rp11.400 per kg, sementara HAP impor diatur hingga Rp12.000 per kg.

“Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Amran menyoroti dampak kenaikan harga kedelai terhadap perajin tahu dan tempe di tingkat masyarakat. Ia menegaskan pemerintah sedang mengeksplorasi penyebab utama lonjakan harga tersebut dan akan koordinasi dengan jajaran direktorat jenderal terkait untuk mengambil langkah intervensi yang tepat.