Kategori: Lifestyle

  • Indonesia Resmi Luncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis mRNA

    Indonesia Resmi Luncurkan Prototipe Vaksin DBD Berbasis mRNA

    Indonesia Luncurkan Vaksin DBD mRNA – Topics Covered

    Amalzakat.com – Topics Covered – Jakarta – Indonesia resmi melangkah maju dalam dunia kesehatan dengan memperkenalkan prototipe vaksin demam berdarah dengue berbasis teknologi messenger RNA atau mRNA. Peluncuran penting ini berlangsung pada hari Rabu, 8 Juli 2026, di Gedung Kementerian Kesehatan. Dengan topik yang sedang hangat dibahas, Topics Covered mencatat bahwa jika seluruh fase penelitian berjalan lancar, Indonesia berpotensi menciptakan vaksin dengue mRNA pertama di dunia.

    Perkembangan vaksin ini lahir dari kolaborasi multipihak yang solid. Dalam kerangka Topics Covered, sinergi ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Universitas Indonesia, Tsinghua University dari Tiongkok, serta PT Etana Biotechnologies Indonesia. Dukungan finansial juga disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Peluncuran prototipe ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri vaksin nasional.

    Kemandirian Industri Vaksin Nasional

    Menurut data yang dihimpun Topics Covered, saat ini dari 15 antigen dalam program vaksinasi nasional, hanya empat yang diproduksi di dalam negeri. Sisanya masih bergantung pada bahan baku impor. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa vaksin dengue berbasis mRNA ini merupakan lompatan besar bagi industri vaksin nasional jika berhasil mencapai tahap produksi komersial.

    “Kalau ini berhasil, akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia. Ini juga akan menjadi antigen ke-16 dengan teknologi paling baru, yaitu mRNA,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

    Budi menambahkan bahwa Indonesia setiap tahunnya mengeluarkan devisa sebesar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta atau setara Rp 7,2 triliun hingga Rp 9 triliun untuk mengimpor vaksin. Oleh karena itu, penguasaan teknologi vaksin, termasuk platform mRNA dan viralvector, dinilai sangat penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

    “Target saya sederhana. Sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo berakhir, kita ingin kemampuan riset dan produksi vaksin Indonesia jauh lebih kuat,” tegasnya.

    Hasil Pengujian Praklinis yang Menjanjikan

    Prof Beti Ernawati Dewi, Ketua Tim Peneliti Vaksin Dengue mRNA dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa prototipe vaksin tersebut masih berada pada tahap praklinis. Meskipun demikian, hasil pengujian awal menunjukkan capaian yang sangat menjanjikan. Topics Covered mencatat bahwa vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap empat serotipe virus dengue yang banyak ditemukan di Indonesia.

    “Dari hasil pre-clinical trial yang kita lakukan, titer antibodi untuk menetralisasi virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 strain Indonesia jauh lebih baik dibandingkan vaksin komersial yang sudah ada di Indonesia,” paparnya.

    Ia menambahkan bahwa tim peneliti menargetkan vaksin tersebut dapat memasuki tahap uji klinis awal pada manusia dalam enam bulan mendatang. Dalam pengembangannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM dilibatkan sejak tahap awal penelitian. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan keterlibatan regulator sejak awal diperlukan agar proses pengembangan vaksin memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

    “Jangan berpikir BPOM hanya tukang stempel. Kalau baru datang di akhir, justru banyak produk yang akhirnya ditolak karena sejak awal tidak memenuhi standar,” ujar Taruna.

    Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Internasional

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam pengembangan riset strategis. Ia menambahkan pemerintah kini mengalokasikan sekitar 50% anggaran riset nasional untuk mendukung pengembangan vaksin, alat kesehatan, dan riset strategis lainnya. Topics Covered mencatat bahwa hal ini menunjukkan komitmen kuat terhadap inovasi kesehatan nasional.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Tsinghua University, Prof Wu Huaqiang, menyatakan perjanjian trilateral tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan riset jangka panjang antara kedua negara. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kapasitas riset mRNA, peningkatan sumber daya manusia di bidang bioteknologi, serta penguatan sistem penanganan penyakit infeksi pada masa mendatang.

    Riset ini didukung pendanaan sebesar Rp 16 miliar, terdiri atas Rp 9 miliar dari PT Etana Biotechnologies Indonesia dan Rp 7 miliar dari LPDP. Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menegaskan pihaknya akan terus mendukung pengembangan riset vaksin dan alat kesehatan nasional. Dengan demikian, Topics Covered melihat Indonesia berada di jalur yang tepat menuju kemandirian teknologi kesehatan.

  • Menkes Kejar Target RI Mampu Produksi 15 Antigen Vaksin sebelum 2029

    Menkes Kejar Target RI Mampu Produksi 15 Antigen Vaksin sebelum 2029

    Meeting Results: Indonesia Target 15 Antigen Vaksin 2029

    Amalzakat.com – Meeting Results – Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengumumkan target ambisius bagi kemajuan sektor kesehatan Indonesia. Berdasarkan Meeting Results yang baru saja berlangsung, Menkes menetapkan bahwa Indonesia harus mampu melakukan riset dan pengembangan terhadap sebelas antigen vaksin serta memproduksi secara mandiri seluruh lima belas antigen vaksin yang dibutuhkan nasional sebelum tahun 2029. Ambisi besar ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri dalam bidang farmasi dan kesehatan.

    Menurut informasi dari Meeting Results, Budi menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menggunakan lima belas antigen atau bibit virus sebagai bahan dasar pembuatan vaksin. Dari jumlah tersebut, telah dihasilkan tiga belas jenis vaksin, dengan salah satunya mengandung beberapa antigen sekaligus. Namun, hingga kini Indonesia baru mampu memproduksi empat antigen secara mandiri. Angka ini menunjukkan masih adanya ruang untuk pengembangan lebih lanjut dalam industri vaksin dalam negeri yang perlu dioptimalkan.

    Percepatan Proses Pengembangan Vaksin

    Ia menegaskan, pengembangan vaksin seharusnya dapat dipercepat secara signifikan. Berdasarkan Meeting Results, pengalaman saat pandemi Covid-19 membuktikan pengembangan vaksin dapat diselesaikan dalam waktu sekitar delapan belas hingga dua puluh bulan. Karena itu, ia mempertanyakan anggapan proses pengembangan vaksin selalu membutuhkan waktu lima hingga sepuluh tahun seperti yang selama ini diyakini banyak pihak.

    “Pengembangan vaksin bisa lama. Saya tidak percaya. Saat Covid-19, kita bisa melakukannya dalam 18-20 bulan. Kenapa saya selalu menerima jawaban kami butuh lima hingga 10 tahun?” ujar Budi, mengutip Antara, Rabu (8/7/2026).

    Kritik ini menyoroti perlunya evaluasi ulang terhadap standar waktu pengembangan vaksin yang selama ini diterima tanpa banyak pertanyaan. Meeting Results menunjukkan bahwa pengalaman nyata selama pandemi memberikan bukti konkret bahwa percepatan proses adalah hal yang mungkin dicapai dengan strategi yang tepat.

    Transformasi dari Perakitan ke Produksi Penuh

    Selama ini, kata Budi, sebagian besar proses produksi vaksin di Indonesia masih sebatas tahap perakitan. Bahan baku atau antigen masih diimpor dari negara lain, seperti China dan India, kemudian dikemas ke dalam botol sebelum didistribusikan. Menurutnya, proses tersebut belum mencerminkan kemampuan memproduksi vaksin secara utuh karena hanya sebatas pengemasan akhir, sesuatu yang pada dasarnya dapat dilakukan oleh banyak pihak.

    Budi mengungkapkan, Indonesia juga belum menguasai teknologi pengembangan vaksin berbasis viral vector seperti yang digunakan AstraZeneca maupun teknologi messenger RNA (mRNA). Kedua teknologi ini menjadi kunci untuk mencapai kemandirian sejati dalam produksi vaksin. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan dua sasaran utama, yakni memperkuat riset dan pengembangan agar vaksin dapat diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, serta meningkatkan kapasitas nasional dalam mengembangkan antigen menggunakan kedua teknologi tersebut.

    Kolaborasi Strategis Menuju Kemandirian

    Ia berharap target kemandirian vaksin tersebut dapat tercapai sebelum masa jabatan Presiden Prabowo Subianto berakhir. Guna mewujudkannya, Budi meminta dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bio Farma, serta berbagai mitra strategis guna mempercepat transfer teknologi. Kolaborasi multi-sektor ini menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan nasional sesuai Meeting Results.

    Budi juga menilai pengembangan vaksin dalam negeri selain berdampak pada kemajuan riset, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Menurutnya, apabila hasil penelitian berhasil diwujudkan menjadi produk, industri akan memiliki pasar yang siap menyerapnya sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Selain itu, ia menekankan hasil penelitian akan memberikan manfaat nyata apabila mampu diimplementasikan menjadi produk yang dapat menyelamatkan masyarakat.

    Bagi para ilmuwan, keberhasilan mengubah riset menjadi inovasi yang digunakan luas merupakan pencapaian yang jauh lebih bernilai dibandingkan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah. “Jadi saya tunggu sebelum 2031, atau sebelum 2030 sebelum jabatan saya selesai, sehingga perusahaan pembuat vaksin bisa memproduksi 15 antigen ini. Dan disetujui Pak Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar,” pungkas Menkes Budi. Meeting Results ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian vaksin nasional.

  • Reaksi Putrinya Dingin Lihat sang Ayah, Ruben Onsu: Hati Saya Hancur

    Reaksi Putrinya Dingin Lihat sang Ayah, Ruben Onsu: Hati Saya Hancur

    Respons Ruben Onsu Usai Putrinya Tampil Dingin di Bandara

    Amalzakat.com – Meeting Results – Dari Jakarta, Beritasatu.com melaporkan bahwa Ruben Onsu memberikan tanggapan terkait sikap dingin yang ditunjukkan salah satu putrinya, Thania, saat melihatnya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebelum berangkat menunaikan ibadah umrah. Reaksi sang anak tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, mengundang berbagai tanggapan dari publik.

    Emosi yang Terbongkar di Bandara

    Ruben Onsu mengungkapkan perasaannya usai melihat reaksi putrinya. “Saya cuma melihat reaksi anak saya di bandara itu, tapi buat saya, hati terasa hancur, patah, dan remuk,” ujarnya dalam podcast Kacamata Nanda, Selasa (7/7/2026). Ia mengakui bahwa momen tersebut cukup menyentuh, meski tidak mengurangi kebahagiaannya dalam perjalanan spiritual yang dilakukannya.

    “Beruntungnya, setelah itu saya pergi ke tempat Allah. Jadi, saya bisa bercerita semuanya di rumah Allah Swt,” lanjut Ruben Onsu, yang menyebutkan bahwa suasana di bandara menjadi pengalaman berharga yang membuatnya merenung.

    Dalam wawancara tersebut, Ruben juga menjelaskan bahwa pertemuan dengan kedua putrinya setelah lama tidak terjadi secara kebetulan. Menurutnya, ini adalah bagian dari rencana Sang Pencipta. “Jadi, pertemuan itu guepercaya memang sudah ada takdirnya karena kita harus bertemu di situasi itu untuk semakin terbuka lagi,” tambahnya, menegaskan bahwa Tuhan mengatur segala sesuatu dengan kebijaksanaan-Nya.

    Perspektif tentang Reaksi Sarwendah

    Menurut Ruben Onsu, tindakan Sarwendah, istrinya yang juga menjadi pusat perhatian media sosial, dipicu oleh pengaruh dari pihak-pihak di belakangnya. “Dia tidak akan seperti itu, jika tidak ada yang mengompori di belakangnya. Jika tidak ada dalangnya, pasti reaksi itu tidak terjadi,” jelasnya, sambil menegaskan bahwa Sarwendah memiliki sisi baik.

    “Saya bicara fair di sini, jangan dipikir dia (Sarwendah) tidak ada sisi baiknya. Ada. Makanya, saya bilang tidak akan mungkin dia berlaku seperti itu kalau tidak ada yang ngomporin. Tidak mungkin terjadi, karena gue tau dia seperti apa,” tutur Ruben, yang menekankan bahwa perbuatan istrinya bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari dorongan tertentu.

    Ruben juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang dinilainya tidak memiliki kasih sayang. “Seharusnya orang-orang itu punya kasih, bukan mempermalukan ayahnya atau mempermalukan ayahnya keponakan lu,” pungkasnya, mengakhiri wawancara dengan pesan untuk masyarakat agar lebih penuh kasih dalam menghargai keluarga.

    Konteks Viral di Medsos

    Peristiwa ini berawal dari video yang diunggah ke media sosial, menunjukkan Thania menatap ayahnya dengan ekspresi dingin saat ia melangkah keluar dari pesawat. Aksi tersebut memicu berbagai reaksi, baik dukungan maupun kritik, dari pengguna internet. Ruben Onsu mengakui bahwa viralnya video ini membuatnya lebih sensitif terhadap hubungan keluarga.

    Dalam menjelaskan situasi, ia juga menyebutkan bahwa reaksi Thania bisa jadi terkait dengan kebiasaan atau pengaruh dari lingkungan sekitar. “Mungkin ada hal-hal yang belum diketahui, tapi saya yakin itu bukan sifat aslinya. Hanya kejadian di bandara yang membuat ekspresi itu muncul,” tegasnya, mencoba mengambil sisi positif dari kejadian tersebut.

    Pertemuan Kembali sebagai Pemulihan

    Ruben Onsu menyebutkan bahwa pertemuan dengan anak-anaknya setelah lama terpisah adalah momen yang penting. “Jadi, ketika pertemuan itu terjadi, itu jadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dan memahami satu sama lain,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa dalam situasi seperti itu, semua orang bisa belajar untuk lebih empatik.

    Di sisi lain, Ruben juga meminta masyarakat untuk tidak langsung menyalahkan istrinya. “Saya yakin Sarwendah punya alasan, meski saya belum tahu detailnya. Yang jelas, dia bukan orang yang tidak berempati,” jelasnya, mencoba menyeimbangkan antara emosi dan kebijaksanaan.

    Barisan Berita Terkini

    Berikut adalah beberapa berita terkini yang bisa Anda simak:

    • Bupati Kuansing Diduga Minta Uang dari 914 Petani HPT
    • Purbaya Ancam PHK Pegawai DJP, Kinerja Buruk Tak Akan Ditoleransi
    • Harga Telur Anjlok di Bawah HAP, BI Ungkap Penyebabnya
    • Argentina vs Mesir 3-2: Cetak 8 Gol, Messi Pimpin Top Skor Piala Dunia
    • Hajar Malaysia 3-0, Pelatih Timnas Indonesia U-17 Bangga
    • Kunjungan PM India ke Kompleks Parlemen Senayan
    • Perluasan Stasiun MRT Bundaran HI BGN Segera Tindak Lanjut
    • Rekomendasi KPK Untuk MBG
    • Bursa Kerja di Jakarta Selatan
    • Karat-marut Program MBG
    • Penyiksaan dan Utang Konstitusional Negara
    • Keniscayaan Refurbishment ITS Giuseppe Garibaldi
  • Lirik Lagu Take Care dari Niki dan Terjemahannya

    Lirik Lagu Take Care dari Niki dan Terjemahannya

    Lirik Lagu Take Care dari Niki dan Terjemahannya

    Amalzakat.com – New Policy – Dalam dunia musik, Niki kembali memperlihatkan sisi emosionalnya melalui lagu Take Care, yang menjadi bagian dari album terbaru miliknya, Buzz, yang dirilis pada bulan Agustus 2025. Lagu ini bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga menggambarkan proses adaptasi dan pertumbuhan individu setelah mengakhiri sebuah hubungan. Dengan lirik yang penuh makna, Niki menempatkan dua orang yang berusaha melanjutkan hidup dengan cara dewasa, tanpa kebencian atau penyesalan yang terus menggelayut.

    Proses Adaptasi dan Pertumbuhan

    Lagu ini membawa pesan bahwa perpisahan bukan selalu berarti akhir dari hubungan yang baik. Kedua tokoh dalam lirik berusaha menerima kenyataan bahwa mereka harus berjalan sendiri, namun tetap menyimpan kenangan indah sebagai bagian dari perjalanan hidup. Proses penyembuhan mereka diwujudkan dalam pilihan kata yang lembut, seperti “take care,” yang menjadi pengingat untuk saling mendukung meski tidak lagi bersama.

    “Take care” bukan sekadar frasa perpisahan, melainkan harapan agar satu sama lain tetap baik-baik saja dalam perjalanan masing-masing.

    Ada keindahan dalam penggambaran kehidupan post-pisahan, di mana setiap orang membangun kembali semangat hidup dengan cara yang berbeda. Misalnya, dalam lirik, salah satu tokoh mengambil peran menemui teman-teman, sementara yang lain lebih memilih menyendiri. Perbedaan ini menunjukkan bahwa adaptasi tidak hanya tentang menghadapi kesedihan, tetapi juga tentang menemukan kembali tujuan dan makna dalam hidup.

    Simbolisme dan Makna Lirik

    Lirik Take Care juga mengandung simbolisme yang menarik, seperti referensi ke wilayah-wilayah seperti Sherman Oaks dan San Fernando Valley, yang mungkin mencerminkan lokasi kota tempat Niki berasal atau tempat yang menjadi kenangan bersama. Dengan menggambarkan dua pihak yang saling mengambil bagian dari kehidupan, lagu ini memperlihatkan kerjasama yang tetap berlangsung meski hubungan sudah berakhir.

    “Kamu ambil Sherman Oaks, kebun jeruk di halaman belakang rumahmu. Temukan kembali semangat hidupmu. Aku akan mengambil sudut ini dengan senang hati di Lembah San Fernando.”

    Bagian ini menunjukkan bahwa perpisahan bisa menjadi awal dari hal baru. Misalnya, “take someone’s clothes off” menggambarkan kebebasan yang diperoleh setelah mengakhiri hubungan, sementara “someone takes me home” mungkin mengisyaratkan bahwa ada yang tetap memberikan kehangatan dalam kehidupan yang baru. Puisi ini juga memperlihatkan bagaimana kepahitan bisa berubah menjadi nektar, atau kebahagiaan yang baru, yang mendorong dua pihak untuk melangkah lebih maju.

    Kembali ke Kehidupan yang Lebih Baik

    Selain menggambarkan perpisahan, lagu ini juga memberikan pesan tentang pertumbuhan diri. Dalam lirik, terdapat frasa seperti “take the craftsman picks” dan “start taking risks,” yang menggambarkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru meski ada rasa takut. Dengan mengambil risiko, keduanya berusaha memperbaiki diri dan membuktikan bahwa hubungan sebelumnya telah memberikan pengaruh positif.

    “Dan percayalah padaku, tahu bahwa kamu membuatku lebih baik.”

    Lagu ini menghadirkan nuansa kehilangan yang menyentuh, tetapi juga memberikan harapan bahwa cinta yang pernah hadir tetap memiliki nilai. Meski tidak lagi bersama, keduanya masih menjaga kehangatan dalam hubungan, seperti dalam frasa “take it easy” dan “take my time,” yang menunjukkan kelembutan dalam memulai langkah baru.

    Album Buzz sebagai keseluruhan, menjadikan Take Care sebagai salah satu trek yang menggambarkan transisi dari masa lalu ke masa depan. Dalam liriknya, Niki menyampaikan bahwa kehidupan tidak selalu menyedihkan, dan setiap akhir bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih baik. Ini menjadi refleksi dari pengalaman pribadi atau pengalaman universal yang bisa dikenang oleh pendengar.

    Penyebaran dan Relevansi Lagu

    Dengan rilisnya album Buzz pada Agustus 2025, lagu Take Care mendapatkan perhatian lebih luas. Dalam dunia musik, lagu ini dianggap sebagai bentuk komunikasi yang dewasa, karena tidak hanya mengekspresikan rasa kehilangan, tetapi juga menekankan bahwa perpisahan bisa menjadi langkah penting menuju kehidupan yang lebih seimbang.

    Selain itu, lirik ini menunjukkan bagaimana dua individu yang telah berpisah tetap menjaga hubungan emosional mereka. Dalam versi terjemahan, frase “kamu jaga diri” menjadi pengingat untuk tetap menjaga kesehatan mental dan emosional setelah mengakhiri hubungan. Ini mencerminkan bahwa meskipun ada rasa sakit, kehidupan masih bisa terus berjalan dengan damai.

    Lagu Take Care menawarkan kejelasan dalam proses penyembuhan, di mana setiap orang memilih cara sendiri untuk melanjutkan hidup. Misalnya, salah satu tokoh lebih memilih menyendiri untuk menemukan kekuatan, sementara yang lain tetap berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Keberagaman ini menjadi tema utama dari lagu, yang menggambarkan bahwa tidak ada cara satu-satunya untuk menghadapi perpisahan.

    Dalam konteks musik Indonesia, Take Care mencerminkan pengaruh global yang disesuaikan dengan nuansa lokal. Meski lagu ini dipengaruhi oleh musik pop yang populer, Niki tetap mempertahankan ciri khas puisi dalam liriknya. Ini menunjukkan kemampuannya dalam menyatukan genre musik dengan pesan yang mendalam.

    Sebagai bagian dari album Buzz, lagu ini memperkuat narasi tentang perubahan dan pertumbuhan. Dalam dunia musik, album ini dianggap sebagai bukti bahwa Niki terus berkembang, baik dalam musik maupun dalam perasaan. Selain menghadirkan keindahan dalam perpisahan, lagu ini juga menjadi pengingat bahwa cinta tidak selalu harus berakhir dengan kebencian.

    Penyanyi yang terkenal dengan genre pop ini membawa keunikan dalam menyampaikan pesan tentang kehidupan yang berubah. Dengan lirik yang sederhana namun penuh makna, Take Care menjadi lagu yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, baik yang sedang melalui masa perpis

  • Wisatawan Tetap Bisa Datang ke Prambanan Saat Kunjungan PM Modi

    Wisatawan Tetap Bisa Datang ke Prambanan Saat Kunjungan PM Modi

    Pengunjung Tetap Diperbolehkan Masuk ke Candi Prambanan Meski Ada Penyesuaian Operasional Selama Kunjungan PM Modi

    Amalzakat.com – Key Strategy – Kota Sleman, Jawa Tengah, menjadi sorotan pada Rabu (8/7/2026) saat Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan. Meski ada penyesuaian dalam pengelolaan kawasan wisata, pengunjung tetap bisa menikmati daya tarik Candi Prambanan yang terkenal sebagai situs sejarah kuno. Proyek konservasi di kompleks candi ini dijadwalkan diresmikan dalam acara tersebut, menandai langkah penting dalam kerja sama Indonesia dan India di bidang pelestarian budaya.

    Kebijakan penyesuaian operasional mencakup perubahan jalur masuk dan pembatasan area yang dibuka untuk umum. Wisatawan dianjurkan menggunakan pintu Candi Sewu, Klaten, sebagai akses utama ke lokasi. Area yang tetap tersedia meliputi Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Lapangan Siwa. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama kegiatan penting yang melibatkan kedua pemimpin negara tersebut.

    Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur, menjelaskan bahwa pengunjung yang ingin mengakses candi tetap bisa menggunakan tiket yang telah dibeli secara daring. “Kami memastikan pengunjung tetap dapat menikmati pengalaman menjelajahi Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung dengan aman dan nyaman, sekaligus menikmati nilai sejarah dan budaya kawasan,” ujar Gistang, Selasa (7/7/2026). Pergeseran ini tidak mengganggu aktivitas kunjungan, selama ada penyesuaian jadwal sesuai dengan kebutuhan pengamanan.

    “Kami memastikan pengunjung tetap dapat menikmati pengalaman menjelajahi Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung dengan aman dan nyaman, sekaligus menikmati nilai sejarah dan budaya kawasan,” ujar Gistang Panutur, Direktur Komersial InJourney Destination Management, Selasa (7/7/2026).

    Pengunjung yang ingin membeli tiket secara langsung di lokasi diberi batas waktu hingga pukul 15.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari antrean panjang dan memastikan proses pembelian berjalan efisien. Tiket online yang dibeli pada periode 7–8 Juli tetap berlaku, meski jalur dan titik pengunjungan berubah. Kebijakan ini mencerminkan adaptasi yang dinamis, berdasarkan kebutuhan pengamanan di lapangan tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung.

    Presiden Prabowo dan PM Modi menyatakan bahwa proyek konservasi Candi Prambanan menjadi bagian dari komitmen bilateral Indonesia-India dalam melindungi warisan budaya. Proyek ini diharapkan memperkuat nilai sejarah candi yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dengan peresmian proyek tersebut, para pengunjung akan mendapat fasilitas tambahan, seperti panduan khusus atau akses ke area yang lebih terawat.

    Kerja Sama Budaya dan Pendidikan dengan India

    Di samping proyek konservasi, kedua negara juga sepakat menetapkan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang diplomasi budaya dan pendidikan. Tahun Tagore merujuk pada filsuf dan penyair India Rabindranath Tagore, sementara Dewantara mencerminkan konsep pendidikan yang diusung oleh tokoh pergerakan nasional Indonesia, Mohammad Natsir. Kolaborasi ini menunjukkan upaya mempererat hubungan bilateral melalui penyebaran nilai-nilai kebudayaan dan pengembangan program pertukaran pelajar.

    Kunjungan PM Modi ke Sleman tidak hanya menjadi momen promosi wisata, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persahabatan antara dua negara. Dalam rangkaian acara tersebut, pihak pengelola kawasan turut memberikan penjelasan mengenai rencana penguatan kerja sama di bidang pelestarian warisan budaya. Selain itu, program Tahun Tagore–Dewantara akan dilengkapi dengan kegiatan seperti pameran seni, dialog budaya, dan pertukaran akademik antara institusi pendidikan Indonesia dan India.

    Kawasan Candi Prambanan, yang terletak di kabupaten Sleman, merupakan salah satu destinasi utama yang mewakili kekayaan sejarah Nusantara. Dibangun pada abad ke-9, candi ini memiliki nilai arkeologis dan spiritual yang tinggi, serta menjadi simbol peradaban Jawa Tengah. Dengan adanya proyek konservasi, pengelola berharap untuk memperpanjang usia candi ini serta meningkatkan pengalaman wisatawan secara keseluruhan.

    Pelaksanaan Kebijakan Penyesuaian

    Kebijakan penyesuaian operasional diterapkan secara bertahap. Selama persiapan acara, pengunjung akan diarahkan masuk melalui Pintu Candi Sewu, yang sebelumnya menjadi titik paling populer. Area Candi Sewu yang diapit oleh tiga candi utama—Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Lapangan Siwa—tetap dibuka. Namun, akses ke Candi Brahma, Candi Bhairawa, dan Candi Kalasana sementara dibatasi untuk memastikan keamanan selama pengunjungan.

    Direktur IDM menekankan bahwa perubahan ini tidak menyebabkan penutupan total kawasan. “Pengunjung tetap bisa menikmati atraksi wisata yang ada, meski jalur dan lokasi tempat-tempat tertentu berbeda,” imbuh Gistang. Pihak pengelola juga memberikan pemberitahuan melalui media sosial dan staf di lapangan untuk menghindari kebingungan pengunjung. Pengunjung yang tidak mengikuti perubahan ini akan diberi arahan tambahan atau dipandu oleh petugas.

    Untuk memastikan ketersediaan tiket, sistem pembelian daring diatur agar tidak terjadi kehabisan kuota. Pengunjung yang ingin menggunakan tiket fisik hanya diberikan kesempatan hingga pukul 15.00 WIB, terutama untuk hari Rabu (8/7/2026), yang menjadi hari utama kunjungan PM Modi. Dengan penyesuaian ini, pengelola mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan pengamanan dan pelayanan wisatawan secara optimal.

    Kontribusi dalam Penguatan Kerja Sama Regional

    Kunjungan PM Modi ke Prambanan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama di tingkat regional. Kedua negara telah menyetujui beberapa kerja sama yang berfokus pada peningkatan infrastruktur wisata dan pengembangan sumber daya manusia di bidang arkeologi dan sejarah. Proyek konservasi yang diresmikan hari itu diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang dapat diaplikasikan di situs sejarah lain.

    Pengelolaan kawasan Prambanan selama kunjungan kenegaraan menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara fungsi wisata dan kebutuhan pengamanan. Dengan memperkenalkan sistem penyesuaian operasional yang fleksibel, pihak pengelola bisa merespons kebutuhan dinamis yang muncul dari kegiatan besar. Selain itu, kebijakan ini membuka peluang untuk evaluasi lebih lanjut mengenai strategi pengelolaan destinasi wisata yang sekaligus menjadi aset budaya nasional

  • Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu

    Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu

    Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu

    Amalzakat.com – Meeting Results – Jakarta, Beritasatu.com – Presenter kondang Ruben Onsu akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai isu yang sebelumnya menghiasi berbagai media sosial, yaitu kemungkinan mantan istrinya, Sarwendah, pernah melakukan perjalanan ke Gunung Kawi. Pernyataan tersebut diungkapkan melalui tayangan podcast terbaru yang ia bagikan bersama Nanda Persada, Selasa (7/7/2026). Dalam sesi tersebut, Ruben mengatakan bahwa ia telah mendengar kabar mengenai Sarwendah di lokasi wisata religi itu, tetapi menegaskan bahwa ia tidak terlibat langsung dalam isu tersebut.

    Munculnya Isu dari Video Wawancara

    Isu Sarwendah ke Gunung Kawi pertama kali mencuat setelah sebuah potongan video wawancara diunggah ke platform media sosial. Video tersebut melibatkan Marcel Radhival, yang dikenal sebagai Pesulap Merah, dan seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai kuncen di kawasan Gunung Kawi. Dalam wawancara, kuncen tersebut menyebut nama Sarwendah sebagai salah satu figur publik yang pernah mengunjungi tempat keramat tersebut.

    Adanya penjelasan dari kuncen ini langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak warganet berasumsi bahwa Sarwendah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi, terutama karena lokasi tersebut sering dikaitkan dengan praktik magis atau kepercayaan lokal. Lebih dari itu, isu ini mulai mengarah pada hubungan antara aktivitas Sarwendah di Gunung Kawi dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu yang sering dibicarakan publik dalam beberapa tahun terakhir.

    Pembantahan Sarwendah dan Klarifikasi Jordi Onsu

    Pihak Sarwendah sebelumnya telah memberikan penjelasan untuk menghindari kesalahpahaman. Kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa tuduhan pesugihan terhadap Sarwendah sangat bertentangan dengan sifatnya yang dikenal sebagai seorang pekerja keras, baik di pagi hari maupun malam hari. Hal ini diimbangi dengan klarifikasi tambahan yang diberikan oleh Sarwendah sendiri melalui sesi live streaming.

    Dalam live streaming tersebut, Sarwendah didampingi oleh adik Ruben, Jordi Onsu, dan menyebutkan bahwa kunjungannya ke Gunung Kawi pada 2021 lalu bertujuan profesional. Ia menjelaskan bahwa perjalanan itu bagian dari syuting konten mistis yang berjudul “Kakak Beradik Podcast (KBP)”. Jordi membenarkan bahwa saat itu ia berperan sebagai pembawa acara, sementara Sarwendah hanya hadir sebagai tamu undangan. Menurutnya, Sarwendah sebenarnya menolak untuk pergi ke lokasi tersebut, tetapi akhirnya setuju setelah diberi alasan bahwa itu penting untuk proses produksi.

    Klarifikasi Ruben Onsu yang Terlambat

    Sebelumnya, pihak Sarwendah telah memberikan penjelasan, tetapi Ruben Onsu baru mengungkapkan pandangan pribadinya dalam podcast terbaru. Ia mengatakan bahwa meski tidak terlibat dalam kegiatan di Gunung Kawi, ia tetap mengambil sikap diplomatis. “Soal Gunung Kawi, gue tidak ada andil untuk itu. Gue fokus untuk hak asuh anak,” tegas Ruben Onsu dalam kutipan yang diambil dari kanal YouTube Nanda Persada.

    Ruben juga mengeluhkan bahwa di tengah proses perceraian yang rumit, ruang publik justru dipenuhi oleh pembahasan isu yang keluar dari konteks utama. “Gue cuma mau minta waktu anak, segala aib yang malah dibahas, karena ini enggak nyambung sama yang dibahas, melelahkan,” lanjutnya sambil menarik napas panjang. Menurutnya, isu ini justru mengalihkan perhatian dari masalah utama yang sedang dihadapinya, yaitu hak asuh anak dan hubungan rumah tangganya.

    Mengapa Isu Ini Menjadi Trend?

    Isu Sarwendah ke Gunung Kawi dengan cepat menjadi trending topik, terutama karena kepopuleran keduanya di kalangan publik. Lokasi Gunung Kawi yang dianggap memiliki makna spiritual, membuat tudingan ritual pesugihan terdengar meyakinkan bagi sebagian orang. Namun, pihak Sarwendah membantah bahwa perjalanannya ke tempat tersebut hanya untuk keperluan syuting dan bukan bagian dari praktik ajaib.

    Dalam beberapa hari terakhir, berbagai media sosial memperkuat narasi ini dengan menyebar video dan klip yang dianggap mendukung tudingan tersebut. Ada pihak yang mengaitkan kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu, yang sebelumnya sempat menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Ruben, yang selama ini dianggap sebagai sosok yang terbuka dan komunikatif, justru terlihat lebih tenang dalam menyampaikan pernyataannya.

    Perspektif Publik dan Dampak pada Perceraian

    Isu ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat memengaruhi persepsi publik terhadap individu, terlepas dari fakta yang jelas. Ruben Onsu mengakui bahwa perdebatan seputar Gunung Kawi membuat proses perceraian yang ia jalani menjadi lebih rumit. “Ini justru mengganggu fokus kita untuk menyelesaikan masalah utama, yaitu hak asuh anak,” tambahnya.

    Sementara itu, Sarwendah dan Jordi Onsu terus memberikan penjelasan yang menegaskan bahwa perjalanan mereka ke Gunung Kawi tidak memiliki hubungan dengan ritual pesugihan. Mereka menekankan bahwa setiap aktivitas mereka selalu transparan dan diawasi oleh tim profesional. Meski demikian, isu ini tetap menyebar luas karena masyarakat cenderung mempercayai narasi yang mudah dipahami dan menarik.

    Perkembangan Terkini dan Pandangan Media

    Setelah Ruben Onsu memberikan pernyataan, berbagai media memperhatikan bagaimana ia memilih fokus pada hak asuh anak dan tidak menjelaskan secara rinci mengenai isu Gunung Kawi. Hal ini menunjukkan bahwa Ruben lebih memprioritaskan isu yang langsung berdampak pada kehidupan keluarganya, daripada membahas hal-hal yang dianggap tidak relevan.

    Beberapa analis media menilai bahwa isu Sarwendah ke Gunung Kawi adalah salah satu contoh dari bagaimana persaingan publik dalam hubungan perceraian bisa memicu tindakan di luar konteks. Dalam beberapa kasus, isu seperti ini bisa menjadi alat untuk memperkuat image atau mengurangi tekanan pada salah satu pihak. Meski Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak terlibat, tetapi mungkin dengan sengaja atau tidak, ia meninggalkan ruang untuk interprestasi.

    Dalam konteks ini, Ruben Onsu juga menyampaikan bahwa ia berharap publik bisa lebih fokus pada hak asuh anak dan bukan pada spekulasi yang tidak didukung oleh fakta. “Semua aib yang dibahas sekarang justru membuat kita lelah dan kehilangan fokus,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia ingin mengakhiri perdebatan yang terus-menerus menghiasi media sosial, dan memulai proses baru dalam mengurus keluarganya.

    Isu Sarwendah ke Gunung Kawi menjadi sorotan karena memadukan faktor spiritual, kesan misterius, dan kepopuleran artis. Meskipun telah ada klarifikasi, narasi ini terus berkembang dan bisa memengaruhi opini masyarakat. Ruben Onsu, dengan pernyataannya yang tegas, menunjukkan bahwa ia berusaha menjaga hubungan dengan keluarga dan meminimalkan dampak negatif dari isu tersebut.

    Selain itu, Ruben Onsu juga menyoroti bagaimana isu ini menciptakan perbedaan dalam perspektif publik. Beberapa orang menganggap Sarwendah sebagai seseorang yang terlibat dalam ritual mistis, sementara ada pihak lain yang menilai bahwa ini adalah tindakan perebutan perhatian. Ruben, yang biasanya terlihat lebih objektif, justru menunjukkan kecenderungan untuk menghindari konfrontasi dan fokus pada tujuan utamanya.

    Seiring berjalannya waktu, isu ini berpotensi menjadi bagian dari cerita perselingkuhan dalam dunia hiburan. Namun, Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak ingin isu ini memicu konflik yang lebih besar, terutama antara dirinya dan Sarwendah. “Yang penting adalah anak-anak, dan kita harus memberi mereka kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

    Di samping itu, Ruben juga menyampaikan harapan bahwa isu Gunung Kawi bisa menjadi pembelajaran untuk publik. “Jangan sampai kita terjebak dalam spekulasi tanpa dasar yang jelas. Semua fakta harus diperiksa dan diperjelas,” ujarnya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa dalam dunia hiburan, setiap detail kecil bisa diinterpretasikan berbeda-beda, tergantung pada narasi yang dibangun oleh pih

  • Sakit Hati, Ruben Onsu Ungkap Alasan Tutup Pintu Maaf bagi Jordi

    Sakit Hati, Ruben Onsu Ungkap Alasan Tutup Pintu Maaf bagi Jordi

    Sakit Hati, Ruben Onsu Ungkap Alasan Tutup Pintu Maaf bagi Jordi

    Amalzakat.com – Topics Covered –

    Hubungan antara Ruben Onsu dan adiknya, Jordi Onsu, belakangan ini semakin memburuk. Setelah lama menyembunyikan perasaannya di depan publik, Ruben akhirnya memutuskan untuk terbuka dan menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Jordi yang menurutnya mengabaikan nilai-nilai persaudaraan. Dalam wawancara emosional yang diunggah dalam podcast Nanda Persada, Ruben mengungkapkan rasa sakit yang terus menghantui hatinya.

    Konflik dengan Publik dan Penyebabnya

    Ruben menyatakan bahwa opini publik kini terus menggiring bahwa pihaknya yang salah. Ia merasa keterlibatan Jordi dalam berbagai pernyataan ke media membuatnya terus-menerus diperlakukan seperti pelaku kesalahan. “Semakin dia diam, semakin banyak dia ‘berkicau’,” kata Ruben, dikutip dari podcast tersebut. Sebagai anak yatim piatu, Ruben dan Jordi pernah berjuang bersama dari bawah. Namun, saat ini, ia merasa keberadaan Jordi hanya menambah kekacauan.

    “Ada darah yang mengikat kita, dia umur berapa, saya umur berapa. Dia masih bayi, saya yang gendong dia, ada bagiannya saya di dia juga,” jelas Ruben dengan suara bergetar.

    Ia menegaskan bahwa selama ini niatnya hanya untuk meningkatkan derajat adik-adiknya agar dihargai oleh orang lain. Namun, sikap Jordi yang kini merasa di atas angin dan memperkeruh masalah dengan Sarwendah, istrinya, justru membuat Ruben merasa tertikung. Perasaan itu semakin dalam setelah Jordi menyebut bahwa komunikasi mereka terputus karena diblokir.

    Penyebab Utama Penutupan Pintu Komunikasi

    Meski tidak menyangkal bahwa Jordi benar-benar memblokirnya, Ruben menekankan bahwa ada alasan besar di balik tindakannya yang tegas. “Cerita di belakangnya, tidak ada sekali pun saya ceritain. Makanya saya pegang,” tegasnya. Ia menggambarkan Jordi sebagai sosok yang merasa sok hebat dan kuat, sehingga tidak menyadari rasa sakit yang diberikan.

    “Kalau mau menjembatani, elo harusnya menyambung komunikasi ke gue. Bisa enggak dia enggak usah ikutan? Elo fokus sama diri elo sendiri,” ujar Ruben.

    Dalam pernyataannya, Ruben menyebutkan bahwa ia telah menutup pintu komunikasi untuk adiknya. Hal ini diakibatkan oleh sikap Jordi yang tak pernah menunjukkan keinginan baik untuk meredam konflik dalam keluarga. “Apaelo pernah datang mau ucap maaf? Hati gue pun sudah tertutup karena merasa sok hebat dia,” cetusnya.

    Keterlibatan Jordi dalam Masalah Rumah Tangga

    Selain itu, Ruben merasa prihatin dengan peran Jordi dalam skandal rumah tangganya dengan Sarwendah. Ia menganggap keterlibatan adiknya terlalu jauh dan berdampak negatif pada hubungan komunikasi dengan anak-anak. “Jadi dia bilang dia ke sana karena ada anak gue, tapi anak gue yang mana? Kalau mau membantu, elo harusnya bicara dulu ke gue,” paparnya.

    Ruben menilai bahwa Jordi tidak cukup memahami kontribusi yang diberikan olehnya selama ini. Sebagai kakak tertua, ia pernah mengurus adiknya sejak kecil. “Saya hanya ingin keluarga saya dihargai. Saya hanya ingin dia menapak bumi. Jangan mendongak terus ke atas,” tambahnya.

    Meski begitu, Ruben mengaku tidak pernah berniat buruk pada Jordi. Ia menyatakan bahwa dalam setiap doa dan ibadahnya, ia selalu mendoakan yang terbaik untuk adiknya. Namun, menurut Ruben, Jordi justru hanya mengingat hal-hal buruk yang pernah dilakukan Ruben. “Jadi, keberadaannya di lingkungan Sarwendah kini membuat komunikasi kami lebih sulit,” ungkapnya.

    Peringatan dan Harapan untuk Masa Depan

    Ruben memberikan peringatan keras kepada Jordi agar tidak terus mengumbar masalah keluarga atau ikut andil dalam pembicaraan yang memanaskan suasana pasca-perceraiannya. “Jangan bangga mau bongkar aib, nanti banyak orang yang bongkar aib kamu,” pungkasnya.

    Meskipun sudah menutup pintu komunikasi, Ruben tetap berharap ada kemungkinan perbaikan. Ia menginginkan Jordi mampu memperbaiki kesalahan dan memperhatikan keadaannya sendiri. “Selamat berjuang untuk kehidupan, naikkan derajatmu dengan tidak menginjak derajat orang lain, apalagi derajat orang yang pernah memberikan makan kamu,” tegasnya.

    Kisah Ruben dan Jordi menjadi sorotan publik karena menggambarkan dinamika keluarga yang terlibat dalam konflik rumah tangga. Banyak pihak berharap mereka bisa kembali ke jalan yang harmonis, tetapi Ruben terus menegaskan bahwa keputusannya tidak mudah. Ia menggambarkan bahwa hatinya masih terluka, dan ia perlu waktu untuk pulih.

    Dalam wawancara tersebut, Ruben juga menyinggung peran Jordi dalam memperparah situasi. Ia merasa adiknya tidak menyadari bahwa pernyataan-pernyataan yang dilontarkan bisa merusak hubungan keluarga. “Kalau ditanya soal Jordi, saya sayangkan sekali,” tambahnya.

    Mengingat prestasi dan usaha yang telah ia lakukan untuk menjaga keharmonisan keluarga, Ruben merasa bahwa Jordi harus belajar lebih dalam. Ia berharap adiknya bisa mengakui kesalahan dan memulai kembali komunikasi dengan sikap lebih dewasa. “Saya hanya ingin ia tumbuh dan memahami bahwa keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari kebaikan yang diberikan oleh orang lain,” pungkas Ruben.

    Kisah ini menjadi contoh bagaimana konflik dalam keluarga bisa terus berkembang hingga mengakibatkan rasa sakit yang mendalam. Ruben Onsu, sebagai tokoh publik yang sering menjadi sorotan, terus menjelaskan perasaannya secara jujur. Dengan membagikan emosinya, ia berharap bisa menciptakan kesadaran pada Jordi untuk merenungkan sikapnya.

    Sementara itu, situasi ini juga memicu wacana tentang hubungan antar saudara dalam konteks media dan publik. Banyak yang menilai bahwa Ruben memang pantas merasa sakit hati, terutama karena kesalahan Jordi berdampak langsung pada kehidupannya. Namun, ada pula yang berharap mereka bisa memperbaiki hubungan dan menunjukkan bahwa persaudaraan tetap bisa diperbaiki.

    Dengan segala emosi dan penyesalan, Ruben Onsu memperlihatkan bahwa konflik tidak selalu berakhir dengan pihak yang bersalah. Ia mencoba menjelaskan bahwa penutupan pintu maaf bukanlah tindakan sewenang-wenang, melainkan hasil dari proses emosional yang berkepanjangan. Pernyataannya memberikan gambaran bahwa rasa sakit dan kekecewaan bisa menjadi faktor penting dalam memutus hubungan.

    Meski telah menutup komunikasi, Ruben tetap berharap adiknya bisa memahami perjuangan yang telah ia lalui. “Kalau ada kesempatan, saya ingin dia bisa melihat kembali ke belakang dan merasa malu,” tutup Ruben, menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk memperbaiki hubungan, asalkan Jordi benar-benar bersedia belajar.

  • Disindir ‘Cong’ di Depan Anak, Ruben Onsu: Lu Makan Duit Bencong!

    Disindir ‘Cong’ di Depan Anak, Ruben Onsu: Lu Makan Duit Bencong!

    New Policy: Ruben Onsu Sindir Sarwendah dan Giorgio Antonio atas Tuduhan ‘Cong’

    Amalzakat.com – New Policy menjadi topik utama dalam wawancara Ruben Onsu terbaru di podcast Nanda Persada. Presenter kondang tersebut membuka pembicaraan mengenai konflik yang terjadi dengan Sarwendah, mantan istrinya, serta peran Giorgio Antonio dalam memperparah situasi. Dalam kesempatan itu, Ruben mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara Sarwendah menggunakan istilah ‘cong’ dan ‘bencong’ untuk menyerangnya, terutama di depan anak-anak. Ia merasa bahwa tindakan tersebut bukan hanya merendahkan dirinya, tetapi juga memanfaatkan keuntungan finansial dari situasi yang terus memanas.

    Sindiran di Depan Anak dan Keterbukaan Ruben

    Ruben Onsu membeberkan bahwa dirinya pernah terluka saat Sarwendah menggunakan kata-kata hinaan di depan putrinya, Thalia. Ia menegaskan bahwa sebagai ayah, ia tak ingin anak-anaknya terkena dampak negatif dari konflik orang tua. “Jadiguecuman aduh, harusnya sudah biar itu jadi pribadi saja kalau elomenganggapgueseperti itu, tetapi kenapaelolakukan itu?” ungkap Ruben dengan nada kecewa. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi di belakang layar dan sering memicu rasa syok pada dirinya.

    “Depan anak gue pernah kok, depan Thalia pernah dia juga. Tetapigue enggakbisa berbuat apa-apa, ya sudahlah,” sambung Ruben Onsu.

    Ketika ditanya tentang alasan Sarwendah dan Giorgio Antonio terus menyebarkan narasi tersebut, Ruben menjelaskan bahwa mereka terlihat menikmati dampak dari kecemburuan dan egois. Ia menilai bahwa istilah ‘cong’ menjadi alat untuk menurunkan citra dirinya, sementara mereka sendiri justru mengambil manfaat dari konflik yang semakin memuncak. “Sudah, elomau ngatain gue cong(bencong), elo ngatain gue ini, tetapi intinya elo makan duit (dari) bencong,” tegasnya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara mereka menangani masalah.

    Proses Perceraian dan Narasi yang Dibangun

    Menurut Ruben, perpisahan dengan Sarwendah bukanlah keputusan sembarangan, melainkan hasil dari proses yang matang. Namun, ia merasa bahwa Sarwendah dan keluarganya terus membangun narasi sebagai korban. “Mereka bilang kan gue yang ceraikan istri gue. Tunggu-tunggu, kita sebenarnya baik-baik, pada akhirnya siapa yang mau daftar (ke pengadilan), sudah aku saja maksud gue,” kata Ruben. Ia juga menyebutkan bahwa setelah kesepakatan dibuat, berita tentang Sarwendah konsultasi ke pengadilan agama muncul, yang membuatnya merasa ada kejanggalan.

    “Saya bertanya loh ini kok keluar. Banyak yang bilang gue ceraikan bini gue, ini gue jawab baru kali ini,” pungkasnya, menunjukkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam menyebarkan fitnahnya.

    Ruben menambahkan bahwa terdapat pihak yang sengaja memanfaatkan situasi keluarga untuk menaikkan popularitas. “Percakapannya dalam sebuah videolivebegitu ya itu seringbanget, mengucapkan hal, dipancing-pancing sama si lelaki itu. Harusnya sekeliling dia tidak boleh memancing, bukandipanasindemi sebuah jumlah penonton,” sindirnya. Dengan adanya New Policy, ia berharap konflik ini dapat ditangani secara lebih profesional dan tidak mengganggu kehidupan anak-anak.

    Permintaan untuk Kepedulian terhadap Anak

    Dalam wawancara tersebut, Ruben juga menyampaikan keinginannya agar Sarwendah lebih peduli terhadap kesejahteraan anak-anak. Ia menilai bahwa ego dan keinginan pribadi Sarwendah membuatnya terus memperumit situasi. “Gue ingin bilang kan gue ini ayah untuk anak gue, jangan ditutup. Kalau elo sportif ke gue, asyik ke gue, nanti gue yang minta anak gue ikut mereka, kita bisa jadi keluarga yang fun,” ujarnya. Permintaan ini menunjukkan bahwa Ruben masih membuka peluang untuk memperbaiki hubungan dengan Sarwendah, selama keterbukaan dan kepedulian terhadap anak-anak tetap diutamakan.

    “Semuanya enggak ada urusan, tetap semangat, tetapi ketika saya kecintaannya dan sayangnya terhalang, mau ngomong apa? Saya enggak bisa apa-apa,” pungkas Ruben dengan pilu.

    Ruben menegaskan bahwa meskipun ia berusaha tenang, kekecewaannya terus memuncak. Ia menilai bahwa Sarwendah dan orang-orang di sekitarnya tidak hanya menyakiti dirinya, tetapi juga merusak hubungan kekeluargaan. Dengan adanya New Policy, ia berharap agar semua pihak bisa lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, khususnya di depan anak-anak. “Pengadilan itu jadi tempat untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menyakiti,” pungkasnya, menegaskan pentingnya menjaga harmoni keluarga meski dalam konflik.

  • Tulus hingga The Rose Meriahkan Penutupan Prambanan Jazz 2026

    Tulus hingga The Rose Meriahkan Penutupan Prambanan Jazz 2026

    Puncak Kemeriahan Prambanan Jazz Festival 2026 Diakhiri dengan Pertunjukan Membakar Atmosfer

    Amalzakat.com – Key Discussion menjadi salah satu momen terpenting dalam penutupan Prambanan Jazz Festival 2026, di mana Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, berubah menjadi pusat kegembiraan bagi ribuan penggemar musik yang hadir pada hari Minggu (5/7/2026). Sebagai festival musik tahunan yang telah berlangsung selama tiga hari, acara ini menampilkan keanekaragaman seni dari musisi lokal hingga internasional, menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan. Key Discussion pada hari keempat ini mempertahankan konsistensi kreativitas dan kehangatan sepanjang penyelenggaraan, dengan musik yang menggabungkan genre dan budaya.

    Konser Rukun Stage: Kembalinya Legenda Musik Indonesia

    Dalam Key Discussion, hari penutupan dimulai dengan penampilan Java Jive di panggung utama Rukun Stage pada pukul 15.20 WIB. Band yang pernah menjadi ikon musik pop dan jaz pada dekade 1990-an ini membawa nostalgia dengan lagu-lagu ikonik yang menyentuh hati. Key Discussion berlanjut dengan pertunjukan Jikustik dan Fariz RM, yang menawarkan interpretasi musik yang berbeda namun tetap memukau. Kolaborasi Wayang Bocor dan Didik Nini Thowok menambah daya tarik festival, karena menjadi bagian dari tradisi unik Prambanan Jazz yang menggabungkan seni tradisional dengan musik modern.

    Pada saat tengah malam, Key Discussion mencapai puncaknya ketika Tulus tampil di atas panggung. Penyanyi yang selama ini diakui sebagai bintang paling konsisten di Tanah Air kembali menjadi pusat perhatian dengan performa penuh emosi yang menggambarkan kejayaan musik Indonesia. Key Discussion tidak hanya dihiasi oleh Tulus, tetapi juga oleh Henry Moodie dari Inggris yang membawa nuansa artistik berbeda. Festival akhirnya ditutup dengan hadirnya The Rose, band Korea Selatan yang menarik perhatian penggemar musik pop dan rock.

    Panggung Guyub: Kolaborasi yang Menginspirasi

    Di luar Rukun Stage, Guyub Stage juga menjadi bagian penting dari Key Discussion. Penampilan dimulai dari White (Jazz) Chorus yang menawarkan nuansa musik jazz yang lembut, lalu Nonaria dengan gaya pop dinamis, serta Jogja Hip Hop Foundation yang menghadirkan aransemen elegan. Key Discussion pada panggung ini menunjukkan bagaimana musisi dari berbagai latar belakang bisa saling melengkapi, menciptakan interaksi yang unik dan kreatif.

    Salah satu highlight Key Discussion di Guyub Stage adalah konsep Broadway Night yang menggabungkan musik rock dengan elemen teater. Penampilan Rio Febrian dalam format ini memperkaya pengalaman audiens. Key Discussion juga diwakili oleh Ari Lasso dan Maliq & D’Essentials, yang menambah keberagaman kreativitas. Dengan konsep seperti ini, Prambanan Jazz terus menegaskan visinya sebagai festival yang tidak hanya hiburan, tetapi juga ruang pertukaran budaya dan ide.

    Langgam Lounge: Ruang Diskusi yang Membuka Horison

    Di samping panggung utama, Langgam Lounge menjadi tempat diskusi dan kegiatan kreatif yang menjadi bagian dari Key Discussion. Area ini menyajikan penampilan Bass3 feat Sruti Respati, yang memadukan musik elektronik dengan seni tradisional Jawa. Key Discussion juga mencakup sesi diskusi dengan I’m Jazz a Kids All Stars, yang memberikan ruang bagi pengunjung untuk berbagi pengalaman dan pendapat. Konsep seperti ini memperkuat visi Prambanan Jazz sebagai festival yang holistik.

    Langgam Lounge menjadi bukti bahwa Key Discussion tidak hanya terbatas pada pertunjukan musik, tetapi juga mencakup refleksi budaya dan interaksi yang mendalam. Penampilan Jo Soegono yang menghibur dengan gaya bercerita unik menambah dimensi festival ini. Dengan alur yang terpadu, Key Discussion memberikan kesan menyeluruh, baik untuk para penggemar maupun pengunjung yang ingin memahami makna festival ini dalam konteks seni dan budaya.

    Keberagaman dan Kekuatan Budaya

    Key Discussion pada Prambanan Jazz Festival 2026 memperlihatkan kekuatan kekayaan musik Indonesia yang beragam. Musisi dari berbagai generasi dan genre, seperti Tulus, The Rose, hingga Henry Moodie, menciptakan kolaborasi yang menarik. Key Discussion ini menegaskan bahwa festival tidak hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai wadah pertukaran kreativitas lintas budaya. Keberhasilan penyelenggaraan ini juga berkat kombinasi antara seni tradisional dan modern yang terlihat jelas dalam setiap pertunjukan.

    Dengan Key Discussion yang melibatkan berbagai elemen, Prambanan Jazz Festival 2026 berjalan lancar dan memukau. Kehadiran musisi internasional seperti The Rose dan Henry Moodie menambah aura festival ini, sementara penampilan lokal tetap menjadi pusat kebanggaan. Key Discussion dalam acara ini menunjukkan komitmen Prambanan Jazz untuk tetap relevan dan menarik dalam lingkaran seni global, sambil menjaga akar budayanya yang kuat.

  • Penutupan Prambanan Jazz 2026 Dipenuhi Nostalgia dan Musisi Top

    Penutupan Prambanan Jazz 2026 Dipenuhi Nostalgia dan Musisi Top

    Penutupan Prambanan Jazz 2026 Dipenuhi Nostalgia dan Musisi Top

    Amalzakat.com – New Policy – Minggu (5/7/2026), Sleman menjadi pusat perhatian seluruh penjuru Indonesia dengan gelaran hari ketiga dan penutupan Prambanan Jazz Festival 2026 di Pelataran Candi Prambanan. Acara yang memasuki tahun ke-12 ini membawa tema “Celebrate The Joy”, menghadirkan kolaborasi antara musik, seni, dan budaya yang menarik minat ribuan penggemar musik dari berbagai generasi. Kehadiran musisi ternama serta bintang internasional menciptakan suasana yang dinamis sepanjang tiga hari penyelenggaraan.

    Perpaduan Nostalgia dan Musik Modern

    Pada hari terakhir, sejumlah nama besar musik Indonesia kembali memikat perhatian penonton. Java Jive, band yang sempat menjadi ikon musik era 1990-an, menjadi salah satu penampil pembuka di Rukun Stage. Mereka membuka suasana dengan lagu “Kau yang Terindah” yang langsung membangkitkan semangat pengunjung. Penampilan berikutnya oleh Java Jive menghadirkan “Permataku”, yang diterima dengan sambutan tepuk tangan yang hangat. Nuansa nostalgia terus berlanjut karena banyak penonton turut menyanyikan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari kenangan musik Indonesia.

    “Suka Tulus dan Maliq & D’Essentials karena setiap Prambanan Jazz selalu lihat mereka, sejak pertama kali keluarin album debut. Lagu favoritnya ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’ dan ‘Sriwedari’.”

    Dewi, seorang pengunjung asal Solo, menyatakan antusiasme yang tinggi terhadap musisi-musisi yang sering muncul di festival ini. Ia mengakui telah sengaja datang ke Sleman untuk menyaksikan penampilan Tulus dan Maliq & D’Essentials, dua nama yang selalu menjadi sorotan. Dalam beberapa tahun terakhir, Prambanan Jazz telah menjadi ajang untuk memperkenalkan musisi baru sekaligus menghormati legenda, menjadikannya sebagai platform yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif.

    Performa yang Menggugah Jiwa

    Fariz RM, musisi legendaris yang kembali tampil, membuka konser dengan lagu “Hanya Satu Kamu”, yang langsung memancing reaksi penonton yang antusias. Ia pun menyapa penggemarnya dengan sapaan, “Halo Yogyakarta,” yang diterima dengan riuh tepuk tangan. Puncak penampilannya terjadi ketika membawakan “Sakura”, lagu yang memiliki daya tahan luar biasa dalam menciptakan iklim kolaborasi di antara penonton. Ribuan orang kompak menyanyikan setiap lirik, mengubah lingkungan acara menjadi satu kesatuan batin yang tak terpisahkan.

    Di malam penutupan, Tulus dan Maliq & D’Essentials menjadi penampil yang paling dinantikan. Kedua musisi ini terus mengukir nama mereka di hati penonton dengan musik yang kaya makna. Setelah mereka, panggung diisi oleh penyanyi asal Inggris, Henry Moodie, dan grup Korea Selatan, The Rose, yang memperkaya dimensi acara dengan genre yang berbeda.

    Kolaborasi Genre yang Beragam

    Selain Rukun Stage, Guyub Stage juga menjadi tempat yang ramai dengan beragam genre musik. Performa dari White (Jazz) Chorus, Nonaria, Jogja Hip Hop Foundation Playing Jazz, Rio Febrian Broadway Night, Ari Lasso, serta Maliq & D’Essentials menciptakan alur yang unik. Dari jazz klasik hingga hip hop yang modern, acara ini berhasil menyatukan selera musik yang beragam. Pengunjung di sini tidak hanya menikmati lagu, tetapi juga mengapresiasi keberagaman ekspresi seni.

    KLA Project menjadi penampil terakhir yang menutup rangkaian konser Prambanan Jazz 2026. Mereka memastikan penutupan festival dengan musik yang memukau dan mengingatkan kembali pentingnya karya yang bisa mengalirkan emosi secara mendalam. Selama tiga hari, festival ini berhasil menggabungkan nostalgia, inovasi, serta semangat komunitas yang tak tergantikan.

    Kontribusi Terhadap Budaya Musik Indonesia

    Prambanan Jazz Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai acara musik paling bergengsi di Tanah Air. Dengan menghadirkan musisi lintas generasi dan artis internasional, festival ini membuktikan bahwa musik bisa menjadi jembatan antar budaya. Selama tiga hari, ribuan penonton memadati kawasan Candi Prambanan, menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat. Aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas musik Indonesia di panggung global.

    Festival ini juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar pertunjukan. Dari segi seni pertunjukan, acara ini menawarkan kelas yang beragam, mulai dari pertunjukan live hingga pameran seni yang menambah kenyamanan pengunjung. Pencapaian Prambanan Jazz 2026 menegaskan bahwa festival musik bisa menjadi wadah yang menyatukan kegemaran, kebanggaan, dan kreativitas.

    Antusiasme penonton sudah terlihat sejak sore hari, dengan banyak orang memadati area sekitar Candi Prambanan. Suasana yang hangat dan penuh semangat terus terjaga hingga akhir acara, yang menunjukkan bahwa Prambanan Jazz telah menjadi bagian dari kehidupan musik Indonesia. Dengan memadukan musik, seni, dan budaya, festival ini membawa perubahan yang menyentuh hati.

    Selama tiga hari, kawasan Sleman menjadi tempat yang bersejarah, menyimpan kenangan tentang musik yang tak terlupakan. Dari lagu-lagu lama hingga karya terbaru, Prambanan Jazz 2026 menawarkan pengalaman yang komprehensif dan menyentuh. Penutupan acara ini menjadi momen yang penuh makna, tidak hanya sebagai penutup dari edisi tahunan, tetapi juga sebagai persembahan untuk menjaga warisan musik Indonesia tetap hidup.

    Berita lainnya yang relevan dapat diakses melalui Google News, sementara informasi terkini juga bisa ditemukan di WhatsApp Channel Beritasatu. Untuk mengetahui peristiwa terbaru di berbagai kawasan, ikuti pembaruan dari sumber-sumber terpercaya. Prambanan Jazz Festival 2026 telah menegaskan kembali bahwa musik adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam membangun kebersamaan dan memperkaya budaya. Dengan ketiga hari penuh, festival ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat untuk melihat eksplorasi seni yang tak terbatas.