Lifestyle

Meeting Results: Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu

Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu Meeting Results - Jakarta, Beritasatu.com – Presenter kondang Ruben Onsu akhirnya memberikan pernyataan

Desk Lifestyle
Published Juli 7, 2026
Reading time 5 minutes
Conversation No comments

Isu Sarwendah ke Gunung Kawi, Ini Jawaban Ruben Onsu

Meeting Results – Jakarta, Beritasatu.com – Presenter kondang Ruben Onsu akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai isu yang sebelumnya menghiasi berbagai media sosial, yaitu kemungkinan mantan istrinya, Sarwendah, pernah melakukan perjalanan ke Gunung Kawi. Pernyataan tersebut diungkapkan melalui tayangan podcast terbaru yang ia bagikan bersama Nanda Persada, Selasa (7/7/2026). Dalam sesi tersebut, Ruben mengatakan bahwa ia telah mendengar kabar mengenai Sarwendah di lokasi wisata religi itu, tetapi menegaskan bahwa ia tidak terlibat langsung dalam isu tersebut.

Munculnya Isu dari Video Wawancara

Isu Sarwendah ke Gunung Kawi pertama kali mencuat setelah sebuah potongan video wawancara diunggah ke platform media sosial. Video tersebut melibatkan Marcel Radhival, yang dikenal sebagai Pesulap Merah, dan seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai kuncen di kawasan Gunung Kawi. Dalam wawancara, kuncen tersebut menyebut nama Sarwendah sebagai salah satu figur publik yang pernah mengunjungi tempat keramat tersebut.

Adanya penjelasan dari kuncen ini langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak warganet berasumsi bahwa Sarwendah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi, terutama karena lokasi tersebut sering dikaitkan dengan praktik magis atau kepercayaan lokal. Lebih dari itu, isu ini mulai mengarah pada hubungan antara aktivitas Sarwendah di Gunung Kawi dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu yang sering dibicarakan publik dalam beberapa tahun terakhir.

Pembantahan Sarwendah dan Klarifikasi Jordi Onsu

Pihak Sarwendah sebelumnya telah memberikan penjelasan untuk menghindari kesalahpahaman. Kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa tuduhan pesugihan terhadap Sarwendah sangat bertentangan dengan sifatnya yang dikenal sebagai seorang pekerja keras, baik di pagi hari maupun malam hari. Hal ini diimbangi dengan klarifikasi tambahan yang diberikan oleh Sarwendah sendiri melalui sesi live streaming.

Dalam live streaming tersebut, Sarwendah didampingi oleh adik Ruben, Jordi Onsu, dan menyebutkan bahwa kunjungannya ke Gunung Kawi pada 2021 lalu bertujuan profesional. Ia menjelaskan bahwa perjalanan itu bagian dari syuting konten mistis yang berjudul “Kakak Beradik Podcast (KBP)”. Jordi membenarkan bahwa saat itu ia berperan sebagai pembawa acara, sementara Sarwendah hanya hadir sebagai tamu undangan. Menurutnya, Sarwendah sebenarnya menolak untuk pergi ke lokasi tersebut, tetapi akhirnya setuju setelah diberi alasan bahwa itu penting untuk proses produksi.

Klarifikasi Ruben Onsu yang Terlambat

Sebelumnya, pihak Sarwendah telah memberikan penjelasan, tetapi Ruben Onsu baru mengungkapkan pandangan pribadinya dalam podcast terbaru. Ia mengatakan bahwa meski tidak terlibat dalam kegiatan di Gunung Kawi, ia tetap mengambil sikap diplomatis. “Soal Gunung Kawi, gue tidak ada andil untuk itu. Gue fokus untuk hak asuh anak,” tegas Ruben Onsu dalam kutipan yang diambil dari kanal YouTube Nanda Persada.

Ruben juga mengeluhkan bahwa di tengah proses perceraian yang rumit, ruang publik justru dipenuhi oleh pembahasan isu yang keluar dari konteks utama. “Gue cuma mau minta waktu anak, segala aib yang malah dibahas, karena ini enggak nyambung sama yang dibahas, melelahkan,” lanjutnya sambil menarik napas panjang. Menurutnya, isu ini justru mengalihkan perhatian dari masalah utama yang sedang dihadapinya, yaitu hak asuh anak dan hubungan rumah tangganya.

Mengapa Isu Ini Menjadi Trend?

Isu Sarwendah ke Gunung Kawi dengan cepat menjadi trending topik, terutama karena kepopuleran keduanya di kalangan publik. Lokasi Gunung Kawi yang dianggap memiliki makna spiritual, membuat tudingan ritual pesugihan terdengar meyakinkan bagi sebagian orang. Namun, pihak Sarwendah membantah bahwa perjalanannya ke tempat tersebut hanya untuk keperluan syuting dan bukan bagian dari praktik ajaib.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai media sosial memperkuat narasi ini dengan menyebar video dan klip yang dianggap mendukung tudingan tersebut. Ada pihak yang mengaitkan kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu, yang sebelumnya sempat menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Ruben, yang selama ini dianggap sebagai sosok yang terbuka dan komunikatif, justru terlihat lebih tenang dalam menyampaikan pernyataannya.

Perspektif Publik dan Dampak pada Perceraian

Isu ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat memengaruhi persepsi publik terhadap individu, terlepas dari fakta yang jelas. Ruben Onsu mengakui bahwa perdebatan seputar Gunung Kawi membuat proses perceraian yang ia jalani menjadi lebih rumit. “Ini justru mengganggu fokus kita untuk menyelesaikan masalah utama, yaitu hak asuh anak,” tambahnya.

Sementara itu, Sarwendah dan Jordi Onsu terus memberikan penjelasan yang menegaskan bahwa perjalanan mereka ke Gunung Kawi tidak memiliki hubungan dengan ritual pesugihan. Mereka menekankan bahwa setiap aktivitas mereka selalu transparan dan diawasi oleh tim profesional. Meski demikian, isu ini tetap menyebar luas karena masyarakat cenderung mempercayai narasi yang mudah dipahami dan menarik.

Perkembangan Terkini dan Pandangan Media

Setelah Ruben Onsu memberikan pernyataan, berbagai media memperhatikan bagaimana ia memilih fokus pada hak asuh anak dan tidak menjelaskan secara rinci mengenai isu Gunung Kawi. Hal ini menunjukkan bahwa Ruben lebih memprioritaskan isu yang langsung berdampak pada kehidupan keluarganya, daripada membahas hal-hal yang dianggap tidak relevan.

Beberapa analis media menilai bahwa isu Sarwendah ke Gunung Kawi adalah salah satu contoh dari bagaimana persaingan publik dalam hubungan perceraian bisa memicu tindakan di luar konteks. Dalam beberapa kasus, isu seperti ini bisa menjadi alat untuk memperkuat image atau mengurangi tekanan pada salah satu pihak. Meski Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak terlibat, tetapi mungkin dengan sengaja atau tidak, ia meninggalkan ruang untuk interprestasi.

Dalam konteks ini, Ruben Onsu juga menyampaikan bahwa ia berharap publik bisa lebih fokus pada hak asuh anak dan bukan pada spekulasi yang tidak didukung oleh fakta. “Semua aib yang dibahas sekarang justru membuat kita lelah dan kehilangan fokus,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia ingin mengakhiri perdebatan yang terus-menerus menghiasi media sosial, dan memulai proses baru dalam mengurus keluarganya.

Isu Sarwendah ke Gunung Kawi menjadi sorotan karena memadukan faktor spiritual, kesan misterius, dan kepopuleran artis. Meskipun telah ada klarifikasi, narasi ini terus berkembang dan bisa memengaruhi opini masyarakat. Ruben Onsu, dengan pernyataannya yang tegas, menunjukkan bahwa ia berusaha menjaga hubungan dengan keluarga dan meminimalkan dampak negatif dari isu tersebut.

Selain itu, Ruben Onsu juga menyoroti bagaimana isu ini menciptakan perbedaan dalam perspektif publik. Beberapa orang menganggap Sarwendah sebagai seseorang yang terlibat dalam ritual mistis, sementara ada pihak lain yang menilai bahwa ini adalah tindakan perebutan perhatian. Ruben, yang biasanya terlihat lebih objektif, justru menunjukkan kecenderungan untuk menghindari konfrontasi dan fokus pada tujuan utamanya.

Seiring berjalannya waktu, isu ini berpotensi menjadi bagian dari cerita perselingkuhan dalam dunia hiburan. Namun, Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak ingin isu ini memicu konflik yang lebih besar, terutama antara dirinya dan Sarwendah. “Yang penting adalah anak-anak, dan kita harus memberi mereka kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

Di samping itu, Ruben juga menyampaikan harapan bahwa isu Gunung Kawi bisa menjadi pembelajaran untuk publik. “Jangan sampai kita terjebak dalam spekulasi tanpa dasar yang jelas. Semua fakta harus diperiksa dan diperjelas,” ujarnya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa dalam dunia hiburan, setiap detail kecil bisa diinterpretasikan berbeda-beda, tergantung pada narasi yang dibangun oleh pih

Leave a Comment