Kategori: Nusantara

  • Pendaki Hilang di Gunung Seulawah, SAR Kerahkan Drone-Anjing Pelacak

    Pendaki Hilang di Gunung Seulawah, SAR Kerahkan Drone-Anjing Pelacak

    Pendaki Hilang di Gunung Seulawah, SAR Kerahkan Drone-Anjing Pelacak

    Amalzakat.com – Visit Agenda –

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Seorang pendaki bernama Faiz Hidayat (23), warga Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, hilang saat melakukan pendakian di Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Untuk mencari korban, tim pencarian gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) dan instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi. Perangkat teknologi seperti drone dan anjing pelacak menjadi bagian penting dalam upaya penyisiran.

    Deteksi dan Operasi Darurat

    Menurut Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Harris Al-Hussain, pihaknya menerima laporan hilangnya Faiz Hidayat pada Selasa (2/6/2026) pagi. “Tim kami segera bergerak ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi tersebut,” kata Ibnu, dalam wawancara yang dilakukan dari Antara. Menurutnya, operasi pencarian dimulai setelah pihak kepolisian dan masyarakat sekitar melaporkan adanya kehilangan korban.

    Korban Faiz Hidayat diduga hilang saat sedang berada di area puncak Gunung Seulawah. Gunung tersebut memiliki ketinggian 1.810 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak di Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Faiz turut serta dalam rombongan pendaki yang berangkat pada Minggu (31/5/2026). Setelah beberapa jam mendaki, mereka berhasil mencapai puncak, namun saat akan turun, Faiz tidak lagi ditemukan di antara rombongan.

    “Rekannya menyebutkan korban terakhir terlihat di area puncak. Mereka sempat melakukan pencarian, tetapi hingga saat ini belum menemukan jejaknya,” ujar Ibnu.

    Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR dilengkapi peralatan canggih seperti drone termal. Alat ini dirancang untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dari udara, terutama berguna di area yang sulit dijangkau atau terkena hujan deras. Selain itu, anjing pelacak juga diterjunkan guna memperluas cakupan area penyisiran. Kombinasi antara teknologi dan keterampilan hewan peliharaan diharapkan bisa mempercepat lokasi korban.

    Kolaborasi Tim Pencarian

    Operasi mencari Faiz Hidayat tidak hanya melibatkan tim SAR Banda Aceh, tetapi juga kerja sama dengan polisi, Koramil Lembah Seulawah, serta petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Selain itu, masyarakat sekitar juga turut andil dalam upaya mencari korban. “Masyarakat lokal memiliki pengetahuan tentang jalur pendakian dan bisa membantu mengidentifikasi titik kemungkinan hilangnya pendaki,” tambah Ibnu.

    Pendakian di Gunung Seulawah dikenal berisiko tinggi karena jalur yang curam dan kondisi lingkungan yang bisa berubah mendadak. Cuaca di kawasan tersebut seringkali tidak menentu, terutama di musim penghujan. Faiz, sebagai anggota rombongan yang terdiri dari beberapa pendaki, diduga terjebak di satu titik tertentu saat mempersiapkan langkah turun.

    “Kami masih menunggu data lebih lanjut dari lapangan untuk menentukan titik fokus pencarian,” jelas Ibnu.

    Dalam operasi ini, drone termal menjadi alat utama yang digunakan. Perangkat ini dapat mendeteksi panas tubuh manusia meskipun dalam kondisi cuaca buruk. “Dronedapat mengorbitkan area yang sulit dijangkau oleh manusia, sehingga mempercepat proses identifikasi,” katanya. Sementara itu, anjing pelacak digunakan untuk mengenali aroma atau jejak korban di sekitar lokasi yang kemungkinan besar menjadi titik terakhir korban terlihat.

    Tim SAR juga mengungkapkan bahwa pencarian akan dilakukan secara intensif hingga korban ditemukan. “Kami berharap dapat menemukan Faiz dalam waktu dekat, terutama sebelum kondisi cuaca memburuk,” tambah Ibnu. Dia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam operasi, karena mereka lebih mengenal kondisi alam setempat.

    Proses Pencarian yang Komprehensif

    Secara keseluruhan, operasi pencarian melibatkan lebih dari satu puluh personel dari berbagai instansi. Mereka dibagi menjadi tim yang bertugas di lokasi dan tim yang berada di base camp untuk mengkoordinasikan strategi. “Peralatan seperti drone dan anjing pelacak memberi keuntungan signifikan dalam efisiensi pencarian,” kata Ibnu.

    Selain peralatan teknologi, tim juga menggunakan metode tradisional seperti pemeriksaan manual di jalur pendakian. “Kami membagi area pencarian menjadi bagian-bagian kecil agar tidak ada titik yang terlewat,” jelasnya. Pencarian dianggap berat karena Gunung Seulawah memiliki hutan yang lebat dan medan yang tak terduga.

    “Jalur pendakian di Gunung Seulawah bisa berubah karena lereng yang curam dan tumbuhan yang rapat. Ini memperumit proses mencari korban,” ujar Ibnu.

    Di sisi lain, polisi dan Koramil setempat diberitakan telah melakukan pemeriksaan terhadap jejak pendaki di sekitar puncak. “Jejak kaki dan sisa bawaan pendaki bisa memberi petunjuk awal,” kata petugas dari Koramil Lembah Seulawah. BKSDA juga ikut membantu dalam mengendalikan hewan liar yang mungkin menghalangi jalur pencarian.

    Pencarian di Gunung Seulawah yang berlangsung di tengah cuaca yang masih stabil memungkinkan tim untuk melakukan penelusuran lebih maksimal. Namun, jika hujan deras mengguyur kawasan, kegiatan bisa terganggu. “Kami terus memantau perubahan cuaca dan siap mengambil langkah darurat jika diperlukan,” kata Ibnu.

    Kondisi Terkini dan Harapan

    Sementara itu, keluarga Faiz Hidayat menyatakan kekhawatiran besar atas kehilangannya. “Kami berharap korban bisa ditemukan sebelum lembur musim hujan tiba,” ujar ayah Faiz, yang turut menemani tim pencarian di lokasi. Dia menambahkan bahwa Faiz dikenal sebagai pendaki yang berpengalaman, tetapi perjalanan di Gunung Seulawah tetap dianggap berbahaya.

    Ibnu Harris Al-Hussain mengatakan bahwa tim SAR akan terus berupaya hingga korban ditemukan. “Pencarian ini merupakan tugas prioritas karena korban masih dalam kondisi yang tidak diketahui,” katanya. Pihaknya juga mengingatkan pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum memulai perjalanan.

    Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Seulawah sempat menjadi tempat peristiwa serupa. Pada Mei 2026, dua pendaki juga hilang di lokasi yang sama. “Kami memperbaiki strategi berdasarkan pengalaman sebelumnya,” kata Ibnu.

    Saat ini, tim SAR masih terus mengumpulkan data dari area yang dilal

  • Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Wilayah Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Wilayah Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Amalzakat.com – Topics Covered – Sorong, Beritasatu.com – Sejumlah pemuda adat dan elemen masyarakat adat Papua Barat Daya melakukan aksi demonstrasi di Hotel Vega, Kota Sorong, pada Selasa (2/6/2026) sore. Mereka memasuki ruang rapat yang sedang berlangsung dan menuntut penghentian Sosialisasi Program Cetak Sawah Tahun 2026. Aksi ini terkait dengan proyek pengembangan lahan pertanian di Wilayah Adat Malamoi, yang mencakup Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan. Protes ini disampaikan untuk melindungi ekosistem hutan sagu, sumber pangan lokal dan habitat turun-temurun masyarakat setempat.

    Latar Belakang Proyek Cetak Sawah

    Program cetak sawah yang digagas Kementerian Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Jayapura, bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dianggap merugikan masyarakat adat. Aksi spontan ini muncul karena kekhawatiran akan pengalihan lahan tanpa persetujuan dari pemilik hak ulayat. Peserta aksi menilai proyek tersebut tidak memperhatikan kondisi alam dan hak masyarakat, yang menjadi pusat perhatian dalam Topics Covered.

    Para peserta demonstrasi membawa spanduk dengan pernyataan seperti “Stop Cetak Sawah di Wilayah Malamoi” dan “Sagu itu Ketahanan Pangan Kami”. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. “Program ini berjalan tanpa transparansi, tanpa melibatkan adat, dan tanpa memperhatikan ekosistem,” ujar Elisa Bisulu, perwakilan pemuda adat. Aksi ini menunjukkan kekuatan masyarakat adat dalam mengawal kebijakan pangan.

    Dalam orasinya, Elisa mengungkapkan risiko perubahan ekosistem hutan basah akibat pengembangan sawah skala besar. Ia menekankan bahwa hutan sagu tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat adat. “Jika tidak dihentikan, masyarakat akan kehilangan hak atas tanah mereka,” tambahnya. Aksi ini menjadi salah satu Topics Covered dalam perdebatan kesejahteraan pangan dan lingkungan.

    “Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat adat. Proyek ini mengancam kehidupan kami yang telah terjaga selama ratusan tahun,” ujar Elisa saat berbicara di depan Hotel Vega.

    Massa aksi memaksa para peserta rapat untuk berhenti berdiskusi. Kehadiran mereka membuat suasana lebih dinamis, dengan tuntutan utama berupa penolakan proyek cetak sawah. Peserta aksi juga menegaskan perlunya kebijakan perlindungan sagu sebagai bahan pangan strategis. “Program cetak sawah tidak bisa dijalankan tanpa konsultasi dan komitmen terhadap keadilan,” kata salah satu orator.

    Aksi ini menjadi bagian dari Topics Covered dalam isu ketahanan pangan nasional. Meski tujuan proyek adalah meningkatkan produksi pangan, keberlanjutan lingkungan dan hak masyarakat adat harus menjadi prioritas. Masyarakat adat menegaskan bahwa Sorong dan Sorong Selatan bukanlah tanah kosong, melainkan wilayah dengan nilai budaya dan ekologis yang tinggi. Proyek cetak sawah dikhawatirkan akan menyebabkan deforestasi massal di daerah tersebut.

    Kelompok aksi menuntut pemerintah pusat dan daerah agar menyusun kebijakan yang selaras dengan kebutuhan lokal. Mereka menekankan bahwa masyarakat adat harus berperan aktif dalam pengelolaan lahan. “Kita tidak akan diam jika kebijakan ini mengorbankan hak kita,” ujar salah satu peserta. Aksi ini menjadi salah satu contoh kekuatan masyarakat adat dalam menegakkan prinsip keadilan.

  • Libur Panjang Berakhir, Malioboro Tetap Jadi Magnet Wisata

    Libur Panjang Berakhir, Malioboro Tetap Jadi Magnet Wisata

    Libur Panjang Berakhir, Malioboro Tetap Jadi Magnet Wisata

    Amalzakat.com – New Policy – Malam ini, Senin (1/6/2026), kawasan Malioboro di Yogyakarta tetap menarik perhatian pengunjung wisatawan meskipun libur panjang telah usai. Tempat ini terus menjadi pusat aktivitas para turis sepanjang hari, dengan ribuan orang membanjiri jalur pejalan kaki yang terletak di tengah kota. Suasana yang penuh semangat dan aroma khas kuliner kota Gudeg menciptakan daya tarik unik yang tidak bisa tergantikan, bahkan setelah liburan berakhir.

    Dari pagi hingga sore hari, Malioboro tetap ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersantai sambil menikmati keunikan budaya lokal. Di sepanjang jalur pedestrian, para pengunjung berselancar sambil mengeksplorasi berbagai spot foto yang tersebar, seperti tugu Jawa Tengah atau pasar tradisional yang khas. Beberapa turis memilih menggunakan delman atau becak untuk mengelilingi kawasan tersebut, sehingga pengalaman wisata terasa lebih autentik dan menarik.

    Saksi Jaya Wisatawan dari Jawa Tengah

    Menurut Alya, seorang pengunjung dari Jawa Tengah, keberadaan Malioboro tetap menjadi tempat favorit meskipun libur panjang sudah berakhir. “Kami berlibur ke Yogyakarta sejak hari Kamis, dan sampai saat ini masih menikmati suasana di sini. Liburan telah selesai, tapi hati kami belum selesai bersenang-senang,” katanya. Alya menyebutkan bahwa daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada pasar oleh-oleh, tetapi juga pada atmosfer tradisional yang menggambarkan identitas kota.

    “Ke Yogyakarta liburan sejak hari Kamis, ini dari Malioboro, liburan sudah selesai mau pulang lagi, senang di sini,” ujar Alya, wisatawan asal Jawa Tengah.

    Dari sudut pandang lain, banyak pengunjung memanfaatkan momen liburan yang sudah berakhir untuk mengunjungi destinasi lain di sekitar Yogyakarta. Mereka mengakses berbagai tempat seperti Pasar Ngasem, yang dikenal sebagai pusat kuliner lokal, atau Museum Sonobudoyo, yang menyimpan koleksi sejarah dan seni khas Jawa. Taman Pintar Yogyakarta juga menjadi pilihan untuk mengeksplorasi edukasi sains, sementara Keraton Yogyakarta menjadi tempat favorit untuk memahami budaya Javanese yang kental.

    Perjalanan Wisatawan Jakarta ke Malioboro

    Wisatawan asal Jakarta, Faustina Ade, mengungkapkan bahwa liburan ke Yogyakarta tidak hanya tentang Malioboro, tetapi juga mengunjungi spot lain yang menawarkan pengalaman berbeda. “Kami ke museum, lalu ke Sendratari Ramayana di Prambanan yang paling rekomendasi. Selama liburan ini sangat menyenangkan, bikin hati bahagia untuk kembali beraktivitas,” tambahnya. Faustina juga menyebutkan bahwa rencana liburan ke Yogyakarta sudah ada sejak lama, dan kota ini menjadi destinasi utama karena kekayaan atraksi yang beragam.

    “Kita ke museum lalu ke Sendratari Ramayana di Prambanan yang paling rekomendasi. Selama liburan ini sangat menyenangkan, bikin hati bahagia untuk kembali beraktivitas. Ke Yogyakarta memang sudah ada rencana karena kebetulan sudah lama belum ke Yogyakarta lagi. Mungkin selanjutnya kota-kota lain, cuma memang saat ini pilihannya Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

    Kota Yogyakarta juga melakukan beberapa langkah untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan lalu lintas selama masa libur panjang. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan dua kantong parkir tambahan, serta menerapkan kebijakan pelarangan bus pariwisata melintas di Jalan Malioboro, kecuali untuk bus Trans-Jogja. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, sekaligus memastikan kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati daya tarik kawasan tersebut.

    Dengan jumlah pengunjung yang tetap tinggi, Pemkot Yogyakarta terus berupaya meningkatkan fasilitas dan keamanan di area ini. Meski libur panjang telah berakhir, Malioboro tetap menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menggali lebih dalam tentang budaya, sejarah, dan kehidupan sehari-hari di kota kuno ini. Penjelasan tentang kebijakan lalu lintas dan pengelolaan destinasi secara bersamaan memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pengalaman wisata.

    Dari sisi ekonomi, Malioboro menjadi pendorong utama sektor usaha lokal, khususnya usaha kecil menengah yang menawarkan oleh-oleh dan makanan khas. Penelitian menunjukkan bahwa pengunjung dari luar daerah memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian kota ini. Dengan adanya kantong parkir dan pembatasan bus, harapan muncul bahwa Malioboro dapat terus menjadi tempat wisata yang menarik, baik dalam jumlah pengunjung maupun dampak ekonomi.

    Selain itu, keberadaan tempat-tempat seperti Taman Pintar dan Keraton Yogyakarta menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan edukasi dan budaya. Kemampuan Yogyakarta dalam menawarkan pengalaman berbeda dalam satu hari menggambarkan potensi pariwisata yang bisa dikembangkan lebih luas. Dengan alur lalu lintas yang lebih terkendali, kegiatan wisata di kawasan ini diharapkan tetap bisa berjalan lancar, meskipun tidak lagi dalam skala besar seperti masa libur panjang.

    Sebagai bagian dari upaya pengelolaan wisata, Pemkot Yogyakarta juga memberikan perhatian pada keselamatan pengunjung. Petugas setempat menegaskan bahwa kawasan Malioboro tetap dipantau secara rutin untuk memastikan keadaan terjaga, terutama di area pedestrian yang terkenal sebagai jalur utama. Keberlanjutan pengelolaan destinasi ini dianggap sebagai kunci untuk menjaga daya tarik Malioboro di masa depan, baik bagi turis lokal maupun internasional.

    Dengan keberhasilan pengunjung tetap memadati area ini meski libur panjang berakhir, Malioboro terus membuktikan bahwa daya tariknya tidak hanya terletak pada liburan, tetapi juga pada atraksi sehari-hari yang memikat. Seluruh elemen, mulai dari kebudayaan, makanan, dan transportasi, membentuk suatu ekosistem wisata yang lengkap dan menarik. Keberlanjutan kawasan ini juga menjadi pembelajaran bagi kota-kota lain yang ingin mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.

  • Todong Polisi dengan Senpi – Begal Lintas Provinsi di Lampung Tewas

    Todong Polisi dengan Senpi – Begal Lintas Provinsi di Lampung Tewas

    Pelaku Begal Lintas Provinsi Tewas Usai Ditembak Petugas Saat Penangkapan di Lampung

    Amalzakat.com – Di Bandar Lampung, Beritasatu.com – Seorang pelaku pencurian sepeda motor lintas provinsi tewas setelah ditembak petugas kepolisian selama operasi penangkapan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Insiden ini terjadi pada Minggu (31/5/2026), saat pelaku berusaha melarikan diri dari penjagaan dengan mengacungkan senjata api rakitan ke arah anggota polisi. Umar Mutohar (33), yang menjadi korban tembakan, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat peluru yang mengenai tubuhnya selama kejar-kejaran.

    Di sisi lain, rekannya, Dwi Sambodo (32), berhasil ditangkap dan sekarang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Tulang Bawang. Keduanya terlibat dalam sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta pembegalan yang diduga berlangsung di berbagai wilayah, termasuk Lampung dan Jakarta. Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, mengungkap bahwa penyelidikan terhadap kasus ini berjalan cukup kompleks karena identitas pelaku sempat sulit diketahui hingga perekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi kunci dalam mengungkap keberadaan mereka.

    Operasi Pengejaran dan Tindakan Kekerasan Petugas

    Peristiwa dimulai saat Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang melakukan penangkapan di kawasan Pasar Unit 2, Kecamatan Banjar Agung. Dalam operasi tersebut, petugas memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan upaya pelaku melarikan diri. Namun, tindakan ini tidak direspons oleh kedua pelaku, sehingga polisi terpaksa menembak secara langsung untuk menjamin keselamatan diri. Tembakan tersebut mengenai Umar hingga membuatnya terjatuh ke tanah.

    Sebelum kejadian, petugas telah memperoleh informasi tentang identitas kedua pelaku melalui hasil penyelidikan kasus pencurian dua unit sepeda motor warga yang terjadi pada 18 Mei 2026. CCTV menjadi alat utama yang digunakan dalam memantau aktivitas mereka. Meski demikian, hingga kejadian penangkapan, pelaku masih menganggap dirinya berada dalam kondisi tersembunyi. Saat petugas berusaha mengamankan mereka, Umar diduga sengaja mengarahkan senjata api rakitan ke arah anggota polisi, yang kemudian memicu tindakan tegas.

    “Dari hasil investigasi, identitas pelaku berhasil diungkap karena aksi mereka terpantau oleh kamera pengawas (CCTV) sebelum kejadian,” kata AKP Apfryyadi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Senin (1/6/2026).

    Jenazah Umar kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang untuk pemeriksaan medis. Meski diberi perawatan, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sementara Dwi Sambodo masih diperiksa lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa penyelidikan kasus ini juga melibatkan pengungkapan jaringan kriminal yang aktif di beberapa lokasi. AKP Apfryyadi menjelaskan bahwa pelaku diduga selalu membawa senjata api rakitan selama menjalankan aksinya.

    “Jadi dugaan kami, pelaku ini kerap membekali dirinya dengan senjata api rakitan saat melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Maka kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh jaringan dan lokasi kejadian yang pernah mereka lakukan,” ujarnya.

    Menurut informasi sementara, kedua pelaku diduga melakukan pencurian sepeda motor di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Tulang Bawang serta wilayah Jakarta. Aksi mereka dikabarkan menyebabkan kerugian signifikan bagi masyarakat sekitar. AKP Apfryyadi juga menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus serupa di daerah lain. “Kami sedang memperluas pencarian untuk mengidentifikasi semua elemen jaringan yang terkait,” tambahnya.

    Sebelumnya, Polres Tulang Bawang melakukan pengawasan intensif terhadap aktivitas pelaku berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan. Pasca-tembakan, jenazah Umar diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Selain itu, petugas masih mengejar kemungkinan adanya pelaku lain yang berkeliaran di wilayah sekitar. Kejadian ini menjadi contoh bagaimana tindakan kepolisian diambil untuk menangani ancaman kejahatan yang semakin kompleks.

    Konteks Kasus dan Dampak bagi Masyarakat

    Dalam beberapa bulan terakhir, Lampung menjadi sasaran serangkaian kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh kelompok beraksi lintas provinsi. Para pelaku sering kali mengenakan pakaian loreng dan menggunakan senjata api rakitan untuk memperkuat keberanian mereka saat beraksi. Akibatnya, masyarakat setempat mengeluhkan tingkat ketakutan yang meningkat, terutama di area yang sering dilalui pelaku.

    Polres Tulang Bawang menyatakan bahwa aksi para pelaku ini menguntungkan sejumlah kejahatan lain yang diduga dilakukan di wilayah lain. “Kami tidak hanya memproses kasus ini, tetapi juga menelusuri keterlibatan mereka dalam tindak pidana serupa di daerah lain,” tambah AKP Apfryyadi. Dengan penangkapan Umar dan Dwi, kepolisian berharap dapat menghentikan rangkaian kejahatan tersebut dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Sebagai residivis, Umar dan Dwi sebelumnya pernah terlibat dalam kasus serupa yang berhasil diungkapkan oleh petugas. Menurut catatan

  • Bupati Aceh Barat Wajibkan ASN Kurban lewat Cicilan Gaji

    Bupati Aceh Barat Wajibkan ASN Kurban lewat Cicilan Gaji

    Bupati Aceh Barat Kembangkan Program Kurban Berbasis Tabungan Bulanan

    Amalzakat.com – Latest Program – Kabupaten Aceh Barat akan menerapkan program kurban baru pada tahun 2027, yang meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk berpartisipasi secara berkala. Kebijakan ini menuntut para pegawai negeri melakukan tabungan bulanan sebesar Rp200.000 per orang, dengan tujuan mengurangi beban finansial saat memasuki hari raya Iduladha. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan bahwa program tersebut akan dimulai setelah libur dan cuti bersama Iduladha 2026. “Kebijakan ini akan diperkenalkan setelah selesai libur Lebaran Iduladha,” ujar Tarmizi saat berbicara di Meulaboh, Kamis (28/5/2026).

    Dalam rencana yang disusun, jumlah ASN di Aceh Barat mencapai sekitar 6.000 orang, sehingga keterlibatan mereka dalam program ini memiliki dampak luas. Skema tabungan akan berjalan mulai Juni atau Juli 2026, dengan pembagian ASN menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri dari tujuh orang, yang bersama-sama membeli satu ekor sapi kurban. Jika harga sapi berkisar Rp15 juta, maka setiap ASN hanya perlu menyiapkan dana sekitar Rp2.142.857 atau dibulatkan ke Rp2.150.000 per bulan. Dana tersebut dikumpulkan secara rutin selama 11 bulan, dengan setoran sebesar Rp200.000 yang langsung dipotong dari gaji bulanan mereka.

    “Dengan skema ini, ASN tidak akan merasa kewalahan saat mendekati hari raya Iduladha,” jelas Tarmizi. Ia menjelaskan bahwa sistem cicilan dirancang untuk menghindari pembayaran besar-besaran dalam satu waktu, yang bisa menimbulkan tekanan ekonomi bagi individu. “Kalau menunggu pembayaran kurban di dekat Lebaran Iduladha, biaya yang dikeluarkan sangat tinggi,” tambahnya. Tarmizi menekankan bahwa program ini tidak hanya mendorong semangat ibadah, tetapi juga menciptakan kebiasaan berbagi yang berkelanjutan.

    Program tabungan kurban dianggap sebagai langkah inovatif untuk menyelaraskan kegiatan ibadah dengan komitmen keuangan. Dengan sistem pembagian kelompok, biaya kurban dibagi rata, sehingga setiap ASN hanya menanggung beban kecil. Hal ini juga membantu memperkuat rasa solidaritas antarpegawai, sekaligus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat. Tarmizi menilai, pendekatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat umum dalam membangun budaya gotong royong.

    “Sistem cicilan ini tidak hanya mengurangi beban individu, tetapi juga memastikan pahala bisa terus berlangsung, sekaligus meringankan kebutuhan masyarakat penerima daging kurban,” kata Tarmizi.

    Menurut Tarmizi, selain menumbuhkan keimanan, program ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara kewajiban agama dan kebutuhan ekonomi. Ia menilai bahwa banyak ASN mungkin kesulitan mengeluarkan uang besar dalam satu waktu, terutama saat menyambut hari raya. Dengan cicilan bulanan, mereka dapat menyiapkan dana secara bertahap tanpa merasa terbebani. “Ini adalah cara untuk menjaga konsistensi ibadah, sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kebijakan ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi warga Aceh Barat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial sekaligus mengamalkan nilai-nilai keagamaan. Tarmizi menyatakan bahwa selama ini, banyak ASN yang masih membayar kurban secara langsung, tetapi skema baru ini memungkinkan partisipasi yang lebih luas. “Dengan sistem ini, lebih banyak orang bisa terlibat, termasuk yang memiliki penghasilan terbatas,” jelasnya.

    Bupati Aceh Barat memastikan bahwa rencana tersebut akan diumumkan secara resmi dalam agenda halalbihalal bersama ASN setelah libur Iduladha 2026. “Nantinya, saya akan sampaikan detail program tabungan kurban ini saat acara halalbihalal yang diadakan setelah libur Lebaran,” pungkasnya. Ia juga menyebut bahwa kebijakan ini akan terus diperjelas melalui serangkaian sosialisasi agar semua ASN memahami mekanismenya.

    Kebijakan tabungan kurban ini dianggap sebagai bentuk inisiatif inovatif yang menggabungkan nilai keagamaan dengan manajemen keuangan. Dengan membagi biaya pembelian hewan kurban ke dalam cicilan, pemerintah daerah mencoba memastikan bahwa seluruh ASN tetap berpartisipasi tanpa mengorbankan kesejahteraan finansial mereka. Selain itu, program ini diharapkan bisa menumbuhkan kebiasaan berbagi dan gotong royong di lingkungan kerja serta masyarakat secara umum.

    Penyusunan skema tabungan juga mempertimbangkan kondisi ekonomi ASN. Dengan setoran rutin sebesar Rp200.000 per bulan, para pegawai bisa menyiapkan dana secara bertahap, sementara waktu yang tersisa digunakan untuk mengatur pembelian hewan kurban. Tarmizi menyebut bahwa hal ini merupakan upaya untuk memastikan kegiatan qurban tetap berjalan, meski dalam skala yang lebih terjangkau. “Program ini bukan hanya tentang melaksanakan ibadah, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara kewajiban agama dan kesejahteraan pribadi,” tuturnya.

    Kebijakan tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari pengembangan budaya berbagi dan komunitas yang lebih solid. Selama ini, banyak warga Aceh Barat yang membeli hewan kurban secara individu, tetapi dengan sistem kelompok, dampak sosialnya bisa lebih luas. Selain itu, penjelasan lebih rinci tentang mekanisme tabungan akan diberikan kepada ASN sebelum pelaksanaan resmi, agar tidak ada kebingungan. Tarmizi yakin bahwa program ini akan diterima dengan baik oleh para pegawai dan masyarakat, serta menjadi contoh yang baik bagi daerah lain.

    Dengan berlakunya skema tabungan kurban ini, Tarmizi juga ingin menciptakan sistem yang lebih transparan. Setiap ASN akan diberi petunjuk mengenai jumlah yang dibayarkan, jenis hewan yang dibeli, dan penerima daging kurban. Ia menilai bahwa kejelasan ini akan memastikan partisipasi yang aktif dan berkualitas. “Ini adalah cara untuk menyelaraskan kegiatan

  • Cek Hasil Rekrutmen Mitra Statistik Tambahan BPS Sangihe 2026

    Cek Hasil Rekrutmen Mitra Statistik Tambahan BPS Sangihe 2026

    Cek Hasil Rekrutmen Mitra Statistik Tambahan BPS Sangihe 2026

    Pengumuman Kepastian Keterlibatan untuk Tahun 2026

    Amalzakat.com – Visit Agenda – Tahuna, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe secara resmi merilis hasil seleksi akhir untuk Rekrutmen Mitra Statistik Tambahan Tahun 2026. Informasi ini diberikan kepada seluruh calon peserta yang telah melewati proses perekrutan beberapa waktu lalu. Kepala BPS Sangihe, Eko Siswahto, mengungkapkan bahwa masyarakat dapat memantau hasil kelulusan melalui situs resmi yang disediakan instansi tersebut.

    “Peserta yang dinyatakan lulus akan masuk ke dalam basis data mitra statistik BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2026,” jelas Eko Siswahto kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

    Menurut Eko, status sebagai mitra statistik tidak secara otomatis menjamin partisipan akan diberikan tugas dalam semua kegiatan statistik yang dilakukan BPS. Pemilihan peserta untuk ditempatkan dalam sensus atau survei akan bergantung pada kebutuhan aktivitas serta jumlah alokasi mitra yang ditentukan dalam setiap pelaksanaan. “Penugasan mitra akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas operasional yang tersedia,” tambahnya.

    Dalam mengumumkan hasil rekrutmen, BPS Sangihe menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta yang sampai pada tahap akhir. Bagi calon yang belum memenuhi syarat, mereka diharapkan tetap mempertahankan semangat dan siap mengikuti seleksi berikutnya. Pemrosesan rekrutmen ini diperlukan untuk memperkuat sistem pendataan dan survei di wilayah setempat.

    Kehadiran mitra statistik menjadi faktor penting dalam meningkatkan akurasi serta efisiensi pengumpulan data di lapangan. Dengan adanya tenaga tambahan yang terpilih, BPS Sangihe dapat menjamin keberlanjutan operasional statistik, terutama selama tahun 2026. Selain itu, mitra juga berperan dalam mempercepat proses pengolahan informasi, sehingga hasil penelitian lebih tepat waktu dan relevan.

    Rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya BPS dalam menyebarluaskan keterlibatan masyarakat dalam penyusunan data. Eko menjelaskan bahwa proses seleksi melibatkan evaluasi berbagai aspek, termasuk keterampilan, pengalaman, serta kesiapan dalam mengikuti instruksi penelitian. “Mitra yang terpilih akan memperoleh kesempatan untuk turut serta dalam berbagai kegiatan seperti sensus penduduk atau survei ekonomi,” katanya.

    BPS Sangihe juga menegaskan bahwa seleksi berbasis kompetensi, bukan hanya ketersediaan jumlah peserta. Setiap calon akan diberi kesempatan mengecek status kelulusan melalui alamat situs resmi yang telah ditetapkan, yaitu dis.bps.go.id/7103_mitratambahan2026. Link tersebut menjadi sarana transparansi dan memudahkan masyarakat dalam memantau hasil rekrutmen.

    Pengumuman ini menunjukkan komitmen BPS dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan. Mitra statistik yang terpilih diberikan peran untuk mendukung pengumpulan informasi secara terstruktur dan akurat, terutama dalam memenuhi target survei nasional. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam rekrutmen diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga statistik dan warga setempat, menciptakan partisipasi aktif dalam pengambilan data.

    Dalam rangka menyelesaikan proses rekrutmen, BPS Sangihe melakukan berbagai langkah untuk memastikan semua calon peserta diberi informasi yang jelas. Dengan adanya penjelasan tentang penggunaan hasil kelulusan, peserta dapat memahami bahwa keberadaan mereka sebagai mitra tidak hanya sebagai penghormatan tetapi juga untuk kontribusi nyata dalam pembangunan data statistik. “Kami berharap mitra yang terpilih dapat berperan sebagai bagian dari kegiatan nasional,” tutur Eko.

    Sebagai bagian dari sistem statistik nasional, BPS Sangihe tetap memperhatikan keterlibatan masyarakat dalam berbagai aspek. Dengan rekrutmen tahunan ini, lembaga tersebut menjamin keberagaman sumber daya untuk menghadapi kebutuhan survei yang bervariasi. Eko juga menyatakan bahwa keberhasilan kegiatan statistik tidak hanya bergantung pada teknologi dan keahlian, tetapi juga pada kolaborasi masyarakat yang aktif.

    Untuk memastikan kejelasan, BPS Sangihe memberikan penjelasan bahwa hasil pengumuman dapat diakses melalui alamat laman resmi yang telah disediakan. Masyarakat yang tertarik dapat langsung mengunjungi situs tersebut untuk melihat daftar nama calon yang lolos. Selain itu, pengumuman ini juga menjadi dasar bagi pihak-pihak yang ingin melanjutkan proses perekrutan di tahun-tahun berikutnya.

    Dalam konteks penelitian, mitra statistik tambahan berperan sebagai pengisi kekurangan tenaga ahli yang tidak cukup dalam menghadapi volume tugas. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, BPS Sangihe dapat mengembangkan kapasitas penelitian secara bertahap. Eko menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan sensus dan survei akan tercapai jika semua pihak bekerja sama secara harmonis.

    Pengumuman hasil rekrutmen ini juga menjadi momen penting untuk mengevaluasi kualitas proses seleksi. Eko menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria yang diutamakan dalam memilih mitra, seperti ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas, keandalan informasi, serta keterbukaan dalam berkomunikasi dengan tim BPS. “Kami menilai semua peserta secara menyeluruh untuk memastikan yang terbaik dapat membantu dalam kegiatan statistik,” ujarnya.

    Di sisi lain, BPS Sangihe juga berharap masyarakat yang tidak lolos dapat tetap termotivasi. Kesempatan untuk ikut serta dalam rekrutmen berikutnya diperlukan untuk memperkuat partisipasi aktif, terlepas dari status kelulusan. “Masyarakat yang tidak diterima tetap memiliki peran penting dalam mengawasi proses dan menyebarluaskan informasi,” jelas Eko.

    Rekrutmen Mitra Statistik Tambahan Tahun 2026 ini menunjukkan bahwa BPS Sangihe terus berupaya meningkatkan kualitas data di tingkat lokal. Kehadiran mitra menjadi bagian dari strategi pengembangan sistem statistik yang lebih inklusif dan efektif. Dengan dukungan masyarakat, BPS dapat melaksanakan berbagai survei dengan lebih optimal, termasuk dalam menghadapi tantangan di era digital.

    Sebagai penutup, BPS Sangihe menekankan bahwa hasil rekrutmen tidak berubah setelah pengumuman dikeluarkan. Peserta yang terpilih akan memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan sesuai jadwal yang ditentukan. Mereka yang tidak lolos tetap diberi peluang untuk menjadi mitra di masa depan, seiring dengan berkembangnya kebutuhan statistik di daerah tersebut.

    Bagi masyarakat yang ingin mengetahui detail lebih lanjut, mereka dapat mengakses laman resmi BPS Sangihe di dis.bps.go.id/7103_mitratambahan2026. Situs tersebut menyediakan informasi lengkap mengenai hasil rekrutmen, serta panduan untuk mendaftar dalam seleksi berikutnya. Rekrutmen tahunan ini juga menjadi wadah untuk melibatkan berbagai kalangan, baik lulusan pendidikan tinggi maupun masyarakat umum, dalam menyukseskan program statistik nasional.

  • Afirmasi Wilayah Timur, SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari Direvitalisasi

    Afirmasi Wilayah Timur, SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari Direvitalisasi

    Afirmasi Wilayah Timur, SMA Berbasis Kearifan Lokal di Manokwari Direvitalisasi

    Amalzakat.com – Latest Program – Dalam upaya menciptakan kesetaraan pendidikan di pelosok Indonesia, kementerian mengambil langkah strategis untuk memperkuat kawasan Timur sebagai pusat pemerataan. Pulau Papua, khususnya Manokwari, menjadi salah satu titik fokusnya. Peresmian Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) yang berlangsung pada 28 Mei 2026, menandai revitalisasi pendidikan berbasis kearifan lokal di wilayah tersebut. Acara ini berlangsung serentak dengan perayaan Iduladha, menggambarkan keselarasan antara agama dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Komitmen Pemerintah untuk Wilayah Terpencil

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap daerah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar—masih menjadi prioritas utama. Dalam kunjungannya ke Manokwari, ia menekankan bahwa wilayah Timur Indonesia harus diperlakukan sebagai bagian integral dari agenda nasional. “Kami berupaya mengatasi kesenjangan pendidikan secara bertahap, dengan fokus khusus pada daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya. Penekanan ini beriringan dengan rencana pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sejak jenjang taman kanak-kanak, sebagaimana disebutkan dalam program Wajib Belajar 13 Tahun.

    “Jika ada usulan pendirian sekolah baru di Indonesia Timur, kami akan memberi prioritas dalam tahun ini. Ini bukan sekadar kebijakan, tapi komitmen nyata untuk membangun masa depan bangsa dari sumber daya manusia yang berkualitas,” tutur Menteri Mu’ti.

    Rencana Revitalisasi untuk 71.744 Sekolah

    Program afirmasi wilayah Timur menjadi bagian dari visi pemerintahan untuk menyelesaikan pembangunan pendidikan dalam lima tahun. Menurut Menteri Mu’ti, upaya ini adalah implementasi dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan merevitalisasi seluruh institusi pendidikan. “Kami menargetkan perbaikan bagi sekitar 71.744 satuan pendidikan di Indonesia, termasuk penambahan 60.000 unit baru dalam dua tahun,” jelasnya. Dengan perbaikan ini, pemerintah berharap meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan program-program lain seperti MBG (Membangun Bangsa dari dalam) dan digitalisasi.

    Gotong Royong dalam Membangun SMAMCO

    Dibalik proyek infrastruktur yang menjanjikan, SMAMCO menjadi simbol kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat lokal. Kompleks sekolah yang berdiri di atas perbukitan karang keras tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam tiga bulan, meski awalnya diperkirakan memakan waktu sepuluh bulan. Fasilitas pendidikan ini tidak hanya mendorong akses yang lebih luas, tetapi juga menunjukkan kepedulian masyarakat setempat terhadap pendidikan. “Muhammadiyah di Papua tidak menanam sekat perbedaan, melainkan menenun sajadah kemanusiaan yang universal melalui pendidikan,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Mulyadi Djaya.

    “Kami berhasil menyelesaikan bangunan 13 unit sekolah dalam waktu singkat, karena gotong royong yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Ini membuktikan bahwa semangat lokal dapat menjadi penggerak utama,” tambah Mulyadi.

    Pendekatan Pendidikan Berbasis Lingkungan

    SMAMCO tidak hanya fokus pada pemenuhan fasilitas, tetapi juga mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan. Dalam mengajar, pendidik menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengutamakan interaksi langsung dengan alam. Falsafah ini dipengaruhi oleh kearifan lokal masyarakat Pegunungan Arfak, yang memiliki adat Igya Ser Hanjop—sebuah komitmen untuk menjaga hutan dan seluruh isinya sebagai sumber kehidupan. “Pendekatan ini mengajarkan murid bahwa lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter mereka,” kata Mulyadi.

    Respon Daerah dan Harapan Masa Depan

    Keberadaan SMAMCO mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Mewakili Gubernur Papua Barat, Sekretaris Daerah Ali Baham Temongmere menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah pusat. “Kunjungan Menteri Mu’ti selama Iduladha menunjukkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, bahkan di tengah kondisi yang dinamis,” tutur Ali. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini akan menjadi fondasi untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter di daerah terpencil.

    “Kerja sama antara pusat dan daerah telah membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan keadilan. Dengan SMAMCO, kami berharap masyarakat dapat melihat masa depan yang lebih cerah,” jelas Ali.

    Penguatan Infrastruktur dan Digitalisasi

    Sebagai bagian dari revitalisasi, kementerian juga merencanakan penambahan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) secara masif. Alat ini akan digunakan untuk mempercepat proses digitalisasi di setiap satuan pendidikan, memastikan akses informasi yang lebih merata. Pemenuhan infrastruktur ini bertujuan menangkal anggapan bahwa pembangunan pendidikan akan terbagi. “Komitmen pemerintah tetap kuat, baik untuk MBG, revitalisasi, maupun digitalisasi. Semua program berjalan seiringan tanpa saling mengganggu,” tegas Menteri Mu’ti.

    Revitalisasi SMAMCO tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas lokal. Dengan menggabungkan kearifan adat, seperti Igya Ser Hanjop, sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan bisa menjadi media penyebaran nilai-nilai budaya. Pengunjung yang hadir dalam acara peresmian menyaksikan suasana yang penuh semangat, di mana anak-anak dan masyarakat seolah menyatu dalam perjalanan pembelajaran. “Ini adalah bentuk keberhasilan pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berakar pada tradisi,” kata Ali Baham Temongmere.

    Tantangan dan Peluang di Masa Depan

    Dengan 60 hingga 70 persen murid yang berasal dari Papua dan non-muslim, SMAMCO berperan sebagai ruang inklusif yang mendorong kerja sama antar budaya. Menteri Mu’ti menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan bahwa kebijakan afirmasi wilayah Timur tidak hanya mencakup akses fisik, tetapi juga akses sosial dan budaya. “Kami percaya bahwa pendidikan bisa memperkuat persatuan, sekaligus menjaga keberagaman,” katanya.

    Pembangunan SMAMCO dan program afirmasi 3T menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pusat dan daerah bisa menciptakan solusi inovatif. Dalam dua tahun, pemerintah berharap memperbaiki sekitar 10