Pemerintah Siapkan Hilirisasi 28 Komoditas dengan Target Investasi Rp 11,06 Kuadriliun
Amalzakat.com – Pemerintah menyiapkan agenda hilirisasi untuk 28 komoditas lintas sektor sebagai bagian dari upaya memperbesar nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Program jangka panjang ini diarahkan untuk membangun struktur ekonomi yang lebih produktif, memperkuat industri pengolahan, serta membuka pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa rancangan besar tersebut telah mencakup sektor mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, perikanan serta pertanian, juga perkebunan dan kehutanan.
Dalam peta jalan sampai 2040, pemerintah memproyeksikan kebutuhan investasi senilai US$ 618 miliar. Dengan asumsi nilai tukar Rp 17.900 per dolar AS, angka itu setara sekitar Rp 11.062,2 triliun atau Rp 11,06 kuadriliun. Konversi rupiah tersebut merupakan penghitungan menggunakan asumsi kurs dan bukan nilai rupiah resmi dalam materi presentasi.
Selain investasi, peta jalan itu memasang proyeksi ekspor hingga US$ 857,9 miliar dan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar US$ 235,9 miliar. Target tersebut menggambarkan besarnya skala transformasi yang ingin dicapai melalui pengolahan komoditas domestik menjadi produk bernilai lebih tinggi.
Industri Tidak Cukup Berhenti pada Pengolahan Awal
Bahlil menekankan hilirisasi tidak semata-mata berarti membangun fasilitas untuk memproses bahan mentah. Pengembangan industri perlu dirancang agar nilai ekonomi yang tercipta dapat bertahan dan berkembang di Indonesia, termasuk melalui rantai produksi yang lebih lengkap.
“Bapak, Ibu semua, ini adalah desain untuk bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Bahlil dalam pidatonya di Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Gagasan tersebut menempatkan hilirisasi sebagai instrumen ekonomi, bukan hanya proyek pembangunan pabrik. Ketika bahan baku diproses lebih lanjut di dalam negeri, aktivitas produksi berpeluang melibatkan lebih banyak unsur ekonomi, mulai dari kebutuhan infrastruktur, tenaga kerja, distribusi, hingga jasa pendukung industri.
Bahlil menyatakan pemerintah telah menyiapkan cetak biru bagi puluhan komoditas tersebut untuk menjadi panduan pengembangan industri yang lebih terarah.
“Dan sebenarnyablueprintdaripada hilirisasi ini sudah kita lakukan sebanyak 28 komoditas hilirisasi dari semua sektor,” ujarnya.
Empat Kelompok Sektor Menjadi Prioritas
Rencana hilirisasi pemerintah dibagi ke dalam empat kelompok utama. Pertama adalah mineral dan batu bara. Kedua, minyak dan gas bumi. Kelompok berikutnya mencakup perikanan dan pertanian, sedangkan kelompok keempat meliputi perkebunan serta kehutanan.
Pembagian ini menunjukkan bahwa arah kebijakan tidak hanya tertuju pada sektor pertambangan. Komoditas dari laut, lahan pertanian, perkebunan, hingga hasil hutan juga masuk dalam rancangan industri pengolahan nasional. Dengan cakupan yang luas, kebutuhan kebijakan tiap sektor tentu tidak sama, baik dari sisi pasokan bahan baku, infrastruktur, teknologi, maupun akses pasar.
“Nah, Bapak Ibu semua, ini desain yang kita buat untuk hilirisasi di empat sektor mineral batu bara dan gas bumi. Kemudian adalah perikanan dan pertanian, apa perkebunan dan kehutanan itu semua sudah ada dimaster plankita,” kata Bahlil.
Keberhasilan pelaksanaan peta jalan tersebut bergantung pada koordinasi antarkementerian. Pemerintah menilai penyelarasan program diperlukan agar proses investasi, pembangunan fasilitas industri, dan kebijakan pendukung tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan menjalankan peran sinkronisasi bersama Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta kementerian terkait lainnya. Koordinasi ini diharapkan membantu mempercepat pelaksanaan proyek dan mengurangi hambatan lintas sektor.
“Nah, Kementerian Menko Hilirisasi ini akan melakukan sinkronisasi program antara Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM dan beberapa kementerian lain yang bisa kita melakukan sinkronisasi agar kemudian bisa melakukan percepatan,” ujarnya.
Mendorong Pertumbuhan di Luar Jawa
Aspek penting dalam rancangan tersebut adalah lokasi pembangunan industri. Pemerintah tidak ingin pengembangan fasilitas pengolahan terlalu terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kawasan industri direncanakan lebih dekat dengan sumber bahan baku agar rantai produksi menjadi lebih efisien dan manfaat ekonomi dapat dirasakan di daerah penghasil.
Pendekatan ini berpotensi mengubah daerah yang selama ini terutama berperan sebagai pemasok bahan mentah menjadi lokasi aktivitas ekonomi bernilai tambah. Kehadiran industri pengolahan di sekitar sumber komoditas juga dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap jaringan logistik, energi, layanan usaha, dan tenaga kerja lokal.
Bahlil memandang hilirisasi sebagai salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap konsumsi. Konsumsi tetap memiliki peran penting dalam menjaga kegiatan ekonomi, tetapi pertumbuhan jangka panjang membutuhkan basis produksi yang lebih kuat.
“Dan saya pikir ini sebagai salah satu kata kunci untuk bagaimana bisa merubah struktur ekonomi kita dari konsumsi menjadi produktif,” kata Bahlil.
Ia mengingatkan bahwa konsumsi yang terus menjadi tumpuan utama dapat memunculkan persoalan stagnasi pertumbuhan pada masa mendatang. Karena itu, perluasan industri pengolahan dipandang sebagai langkah untuk membentuk sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
“Kalau kita pengin konsumsi terus itu juga baik, tetapi jangka panjang saya pikir itu akan mengalami suatu persoalan stagnasi pertumbuhan kita,” tuturnya.
Pemerintah melihat penyebaran industri ke berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi pemerataan. Jika fasilitas pengolahan dibangun di dekat bahan baku, daerah dapat memperoleh peran yang lebih besar dalam rantai nilai nasional dan tidak hanya mengirimkan komoditas mentah ke wilayah lain.
“Kalau ini mampu kita lakukan, itu pasti menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah,” ujarnya.
Dengan investasi yang diproyeksikan mencapai ratusan miliar dolar AS hingga 2040, pelaksanaan hilirisasi 28 komoditas akan menjadi agenda besar bagi Indonesia. Tantangannya bukan hanya menarik modal, melainkan juga memastikan pembangunan industri terhubung dengan sumber bahan baku, didukung koordinasi kebijakan, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi perekonomian nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Hilirisasi 28 Komoditas Pemerintah Bidik Investasi?
Hilirisasi 28 Komoditas Pemerintah Bidik Investasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Hilirisasi 28 Komoditas Pemerintah Bidik Investasi matter?
Hilirisasi 28 Komoditas Pemerintah Bidik Investasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
