Internasional

Mayoritas Perusahaan Singapura Tak Ingin Tambah Karyawan pada 2027

khrisna-gen-1788676691-567cd90bdd

Amalzakat.com – Singapura, Beritasatu.com –Lebih dari separuh perusahaan di Singapura tidak berencana menambah jumlah karyawan pada 2027 meskipun prospek bisnis mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan survei Singapore National Employers Federation (SNEF) yang dirilis Kamis, 54% perusahaan yang disurvei menyatakan tidak akan menambah jumlah pekerja pada tahun depan. Angka tersebut menurun dibandingkan 58% dalam survei tahun sebelumnya.

Pada sisi lain, 40% perusahaan berencana melakukan perekrutan pada 2027. Persentase tersebut meningkat dibandingkan 33% perusahaan yang sebelumnya berencana menambah karyawan pada 2026. Sementara itu, porsi perusahaan yang berencana mengurangi jumlah pekerja juga turun menjadi 6% pada survei terbaru, dari 8% pada tahun sebelumnya.

Survei tersebut juga menunjukkan perusahaan masih berhati-hati dalam menentukan kebijakan upah. Sebanyak 51% perusahaan berencana melakukan moderasi upah atau membekukan kenaikan gaji pada 2027. Angka ini naik 3 poin persentase dibandingkan survei untuk 2026.

Sebaliknya, 49% perusahaan berencana menaikkan upah pada 2027, turun dari 51% pada survei sebelumnya. SNEF menyebut hasil tersebut menunjukkan kehati-hatian perusahaan terhadap prospek upah masih berlanjut, terutama di kalangan usaha kecil dan menengah. “Hal ini menunjukkan kehati-hatian yang berkelanjutan dalam prospek upah di kalangan pemberi kerja, terutama di kalangan pemberi kerja kecil dan menengah,” kata SNEF dalam survei tahunan mengenai prospek upah dan ketenagakerjaan yang dilansirThe Straits Times.

Menurut SNEF, perusahaan dengan skala lebih kecil cenderung lebih berhati-hati dibandingkan perusahaan besar. Perusahaan kecil dan menengah lebih banyak melaporkan ketidakpastian prospek bisnis serta kinerja usaha yang lebih buruk. Kelompok perusahaan tersebut juga lebih banyak berencana menerapkan moderasi upah atau pembekuan gaji pada 2027.

Sebaliknya, perusahaan besar umumnya memiliki prospek yang lebih positif dan tidak berencana membekukan upah. Wakil presiden dewan SNEF Kuah Boon Wee mengatakan banyak perusahaan tetap melakukan investasi untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja, mendesain ulang pekerjaan, serta mengadopsi kecerdasan buatan (AI) guna memperkuat produktivitas dan daya saing. “Meski demikian, ketatnya pasar tenaga kerja telah berkurang dibandingkan setahun lalu.

Lebih sedikit perusahaan yang melaporkan kesulitan dalam menarik dan mempertahankan tenaga profesional, manajer, eksekutif, dan teknisi, serta menghadapi kekurangan tenaga kerja lokal dengan keterampilan tinggi dalam 12 bulan ke depan,” ujar Kuah. Survei SNEF 2026 dilakukan pada Juni hingga Agustus dan melibatkan 320 perusahaan dengan total hampir 160.000 pekerja. Responden berasal dari 20 sektor industri dan mencakup perusahaan dengan berbagai skala usaha.

Singapura tercatat sebagai negara dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di Asia dan menempati peringkat kedelapan secara global pada tahun lalu. Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), PDB per kapita Singapura mencapai US$ 99.365. Perjalanan KA Normal di Tengah Hujan Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penumpang di Soetta Pilih Refund Tiket Kapal Dilarang Berada dalam Radius 3 Km dari Anak Krakatau Menkes Ungkap 3 Dampak Abu Vulkanis Anak Krakatau bagi Kesehatan Abu Vulkanis Anak Krakatau Selimuti Permukiman Warga Menteng Dalam Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Banten dan Lampung Upaya Pemadaman Kebakaran di Gunung Ijen Putri Mahkota Swedia berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta El Nino Menguji Ketahanan Pangan Ambisi Besar, Negara Besar Dari Tambakberas, Kembali Melayani Umat Peta Jalan Ekonomi NU

Frequently Asked Questions

What is Mayoritas Perusahaan Singapura Tak Ingin Tambah?

Mayoritas Perusahaan Singapura Tak Ingin Tambah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mayoritas Perusahaan Singapura Tak Ingin Tambah matter?

Mayoritas Perusahaan Singapura Tak Ingin Tambah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *