Ambisi 100 Juta Wisatawan Asing: Trump Dorong Industri Perjalanan Pulihkan Ekonomi Pariwisata AS
Amalzakat.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan khusus dengan para pemimpin perusahaan pariwisata dan perjalanan terbesar di negara itu, dengan satu agenda utama: mendorong kembali arus wisatawan mancanegara yang selama lebih dari setahun mengalami kontraksi tajam. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, itu menghadirkan perwakilan dari American Airlines, Marriott, MGM Resorts, Carnival, Caesars Entertainment, Hard Rock International, IHG Hotels & Resorts, Venetian, serta Raffles & Fairmont. Kehadiran lintas sektor—mulai dari maskapai penerbangan, operator kapal pesiar, hingga jaringan hotel dan kasino—menunjukkan skala masalah yang dihadapi industri ini.
Target Jangka Panjang: Menyaingi Prancis
Di hadapan para eksekutif tersebut, Geoff Freeman, presiden US Travel Association, menggarisbawahi ambisi yang jauh melampaui kondisi saat ini. Freeman menyatakan bahwa asosiasi pariwisata AS menargetkan 100 juta kunjungan wisatawan asing per tahun. Angka itu melampaui capaian 2025 yang hanya mencatat sekitar 68 juta kunjungan, sebuah penurunan 5,5% dibanding tahun sebelumnya.
“Mari menjadikan AS sebagai destinasi yang paling banyak dikunjungi di dunia. Saat ini, negara tersebut adalah Prancis.”
Perbandingan dengan Prancis bukan tanpa alasan. Negara Eropa itu mencatat rekor 102 juta wisatawan asing pada 2025, termasuk sekitar lima juta pengunjung yang berasal dari Amerika Serikat sendiri. Bagi Freeman, selisih puluhan juta kunjungan itu merupakan tantangan sekaligus peluang bagi sektor pariwisata AS untuk merebut kembali posisi puncak dalam hierarki destinasi global.
Dorongan Sesaat dari Piala Dunia FIFA 2026
Industri pariwisata AS sempat merasakan angin segar ketika Piala Dunia FIFA 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas tahun itu. FIFA melaporkan bahwa turnamen tersebut menghasilkan jumlah penonton tertinggi dalam sejarah kompetisi. Pengeluaran wisatawan melonjak 6,2% secara tahunan pada Juni 2026, mencapai US$122,1 miliar—pertumbuhan bulanan terkuat dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Trump sendiri menyoroti dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan turnamen tersebut terhadap kota-kota tuan rumah. Dalam pidato di hadapan para pelaku industri, ia menggambarkan suasana yang tercipta selama periode turnamen.
“Langit Amerika dipenuhi pesawat dan dipenuhi banyak orang yang bahagia.”
Namun, euforia tersebut bersifat sementara. Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa bahkan setelah dorongan dari Piala Dunia pada Juni 2026, kunjungan wisatawan dari luar negeri masih tercatat turun 4,7% hingga Juli 2026. Artinya, lonjakan musiman dari acara olahraga besar belum cukup untuk membalikkan tren penurunan yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Hambatan Struktural yang Belum Teratasi
Para pelaku industri mengidentifikasi sejumlah faktor struktural yang menekan minat wisatawan asing. Waktu tunggu wawancara visa yang berlarut-larut, kenaikan harga tiket pesawat, pengetatan kebijakan imigrasi, penerapan tarif dagang, serta pembatasan perjalanan terhadap warga dari sejumlah negara disebut sebagai penyebab utama kontraksi kunjungan.
Salah satu kebijakan yang paling banyak menuai kritik adalah kewajiban uang jaminan yang diberlakukan pemerintahan Trump bagi pengunjung dari 50 negara. Freeman mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut telah menyebabkan jumlah kedatangan dari negara-negara yang terdampak anjlok hingga 80%. Bagi industri yang bergantung pada volume kunjungan massal, angka itu berarti hilangnya segmen pasar yang sangat signifikan dalam waktu singkat.
“Kita tidak dapat mencapai 100 juta wisatawan dengan program jaminan yang justru membuat wisatawan enggan datang.”
Kekhawatiran ini bukan sekadar retorika. Setiap negara yang kehilangan jutaan kunjungan wisatawan berarti kehilangan miliaran dolar dalam penerimaan dari akomodasi, transportasi, hiburan, dan belanja. Bagi kota-kota yang ekonominya sangat bergantung pada pariwisata—seperti Las Vegas, Orlando, atau Miami—dampaknya terasa langsung pada lapangan kerja dan pendapatan lokal.
Efek Domino dari Ketegangan dengan Kanada
Penurunan kunjungan juga terasa dari arah utara. Wisatawan asal Kanada tercatat turun 20% pada 2025, sebuah kontraksi yang bertepatan dengan memuncaknya protes warga Kanada terhadap kebijakan tarif Trump serta pernyataan kontroversialnya terkait pencaplok wilayah Kanada. Ketegangan diplomatik dan sentimen negatif lintas perbatasan itu berdampak nyata pada destinasi wisata AS yang berbatasan langsung dengan Kanada, termasuk Las Vegas dan negara-negara bagian di kawasan perbatasan utara.
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Las Vegas sendiri turun 7,5% sepanjang 2025. Kota yang selama puluhan tahun menjadi magnet utama bagi pelancong domestik maupun internasional kini harus berhadapan dengan penurunan ganda: wisatawan asing yang enggan datang karena hambatan visa, dan wisatawan tetangga yang memilih destinasi lain akibat friksi politik.
Implikasi ke Depan
Pertemuan di Washington itu menandai upaya pemerintah federal untuk menyelaraskan kebijakan imigrasi, perdagangan, dan pariwisata agar tidak saling bertentangan. Tanpa penyesuaian kebijakan—khususnya terkait persyaratan visa dan uang jaminan—target 100 juta wisatawan yang diumumkan Freeman akan tetap menjadi angka di atas kertas. Jarak antara 68 juta kunjungan pada 2025 dan ambisi 100 juta membutuhkan bukan hanya promosi destinasi, melainkan juga pembongkaran hambatan birokratis yang selama ini membuat wisatawan asing memilih destinasi lain yang lebih terbuka dan mudah diakses.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Targetkan 100 Juta Wisatawan Asing Trump?
Targetkan 100 Juta Wisatawan Asing Trump is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Targetkan 100 Juta Wisatawan Asing Trump matter?
Targetkan 100 Juta Wisatawan Asing Trump matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

