Jatim

Bandara Dhoho Kediri Resmi Dikelola Mandiri PT SDHI

codex-70c114cb3d624b43902619c8ac2ccae7

PT SDHI Ambil Alih Pengelolaan Mandiri Bandara Internasional Dhoho Kediri

Amalzakat.com – Bandara Internasional Dhoho Kediri kini memasuki fase pengelolaan baru. PT Surya Dhoho Investama (SDHI) resmi menjalankan sendiri pengelolaan dan operasional bandara tersebut setelah memperoleh penetapan sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU).

Status baru ini menutup periode kerja sama operasi atau KSO antara PT Surya Dhoho Investama dan PT Angkasa Pura Indonesia. Ke depan, SDHI menjadi pihak yang bertanggung jawab langsung atas pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri dalam kerangka regulasi penerbangan yang berlaku.

Legalitas pengelolaan mandiri itu ditandai dengan diterimanya Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 mengenai penetapan bandar udara yang dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama. Perusahaan juga telah mendapatkan Sertifikat Standar BUBU Nomor 81201089920010005 atas nama PT Surya Dhoho Investama.

Dengan dua dokumen tersebut, SDHI secara resmi memiliki dasar untuk mengelola serta mengoperasikan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai BUBU. Peralihan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan bandara yang berada di Kediri, Jawa Timur, tersebut.

Berakhirnya Skema KSO

Sebelum pengelolaan mandiri diberlakukan, operasional Bandara Dhoho Kediri dilaksanakan melalui skema kerja sama operasi antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia. Setelah masa KSO selesai dan Sertifikat Standar BUBU diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, SDHI melanjutkan pengelolaan bandara secara independen.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian tata kelola administratif. Status BUBU memberi SDHI peran lebih besar dalam mengarahkan operasional, pengembangan layanan, serta respons terhadap kebutuhan pengguna jasa penerbangan dan masyarakat di sekitar bandara.

Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT Surya Dhoho Investama, Okky Riana Hartadi, menyebut pencapaian status tersebut sebagai langkah penting bagi perusahaan. Ia menilai pengelolaan langsung akan memberi ruang yang lebih luas untuk menjalankan pengembangan bandara secara lebih lincah.

“Perolehan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara menjadi tonggak penting bagi PT Surya Dhoho Investama dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri. Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif,” kata Okky Riana Hartadi kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).

Pengelolaan mandiri diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki efisiensi operasional sekaligus menjaga arah pengembangan bandara agar tetap adaptif dan berkelanjutan. Dalam praktiknya, pengelolaan bandara mencakup kebutuhan operasional harian, pelayanan penumpang, pemenuhan standar keselamatan, keamanan, dan kesiapan menghadapi kebutuhan konektivitas wilayah.

Peran Strategis bagi Kawasan Selingkar Wilis

Bandara Dhoho Kediri dipandang memiliki arti strategis bagi kawasan Selingkar Wilis. Keberadaan bandara diharapkan memperluas akses menuju berbagai potensi daerah di Jawa Timur serta memperkuat hubungan antardaerah melalui konektivitas udara.

Konektivitas menjadi salah satu unsur penting karena bandara tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang. Akses udara yang semakin baik dapat mendukung mobilitas masyarakat, membuka peluang perjalanan bisnis, serta memberi dorongan bagi kegiatan ekonomi dan pariwisata di wilayah sekitar.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, pengembangan bandara berpotensi menghadirkan akses transportasi yang lebih terhubung dengan kawasan lain. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kesinambungan layanan, kualitas operasional, serta kemampuan pengelola membangun ekosistem penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Ke depan, kami berharap Bandara Dhoho tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga merupakan bagian penting dari ekosistem aviasi serta gateway yang membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah. Kami akan terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur,” ujarnya.

Istilah gateway dalam konteks tersebut menggambarkan harapan agar Bandara Dhoho menjadi pintu akses bagi potensi wilayah. Artinya, peran bandara diharapkan dapat melampaui fungsi transportasi semata dan ikut mendukung keterhubungan kegiatan ekonomi, pariwisata, serta pergerakan masyarakat.

Pengembangan konektivitas juga berkaitan dengan kebutuhan layanan yang konsisten. Penumpang membutuhkan perjalanan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan, sementara wilayah sekitar memerlukan akses yang mampu mendukung aktivitas secara berkelanjutan. Status BUBU memberi SDHI ruang untuk menyesuaikan langkah pengelolaan dengan kebutuhan tersebut dalam kewenangannya sebagai pengelola bandara.

Komitmen pada Keselamatan dan Layanan

SDHI menyatakan tetap menempatkan keberlangsungan operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai perhatian utama. Meski struktur pengelolaannya berubah, aspek keselamatan, keamanan, dan mutu pelayanan tetap menjadi landasan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Keselamatan dan keamanan merupakan unsur mendasar dalam industri penerbangan. Karena itu, pengelolaan mandiri tetap harus berjalan dalam standar yang ditetapkan regulator, baik dalam operasional fasilitas bandara maupun pelayanan kepada pengguna jasa.

Okky berharap pertumbuhan Bandara Dhoho dapat berjalan searah dengan perkembangan ekosistem yang lebih luas di sekitarnya. Hal itu mencakup aktivitas aviasi, pergerakan ekonomi, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Harapannya, pertumbuhan Bandara Dhoho dapat berjalan seiring dengan tumbuhnya ekosistem aviasi, aktivitas ekonomi, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan berakhirnya KSO dan dimulainya pengelolaan mandiri oleh PT Surya Dhoho Investama, Bandara Internasional Dhoho Kediri memasuki tahap baru. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas operasi sambil memperkuat konektivitas serta mengembangkan peran bandara bagi kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur.

Frequently Asked Questions

What is Bandara Dhoho Kediri Resmi Dikelola Mandiri?

Bandara Dhoho Kediri Resmi Dikelola Mandiri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bandara Dhoho Kediri Resmi Dikelola Mandiri matter?

Bandara Dhoho Kediri Resmi Dikelola Mandiri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *