Anthony Xie dan Audi Marissa Resmi Berpisah: Kuasa Hukum Menepis Isu Orang Ketiga dan Konflik Agama
Amalzakat.com – Pernikahan antara pengusaha Anthony Xie dan aktris Audi Marissa resmi berakhir setelah keduanya sepakat mengakhiri ikatan rumah tangga yang telah mereka jalani selama beberapa tahun. Kabar perpisahan ini sontang menarik perhatian publik, mengingat pasangan tersebut kerap menjadi sorotan media sejak menikah. Namun, di balik gembar-gembor spekulasi yang beredar di ruang digital, pihak keluarga Anthony Xie bergerak cepat untuk meluruskan narasi yang dinilai keliru.
Rendi Rumapea, kuasa hukum yang mendampingi Anthony Xie dalam proses perceraian ini, secara tegas membantah bahwa kehadiran orang ketiga menjadi pemicu gugatan cerai yang diajukan oleh Audi Marissa. Ia juga menutup ruang bagi spekulasi bahwa perbedaan keyakinan agama antara kedua belah pihak turut memperkeruh hubungan mereka.
“Enggak ada itu isu itu (orang ketiga),” tegas Rendi Rumapea dalam keterangan yang beredar pada Jumat (4/9/2026).
Meluruskan Narasi yang Beredar
Penolakan terhadap klaim orang ketiga bukan sekadar pembelaan di ruang sidang. Dalam konteks hukum keluarga Indonesia, alasan perceraian yang dicantumkan dalam gugatan memiliki konsekuensi langsung terhadap penilaian hakim, termasuk soal pembagian harta gono-gini dan penetapan hak asuh anak. Dengan menepis narasi perselingkuhan, pihak Anthony Xie sekaligus menjaga agar proses perpisahan tidak terdistorsi oleh asumsi publik yang belum tentu berdasar.
Rendi Rumapea menambahkan bahwa dimensi agama sama sekali tidak menjadi faktor pemicu keretakan. Pernyataan ini penting mengingat Anthony Xie dikenal sebagai warga negara Indonesia berdarah Tionghoa, sementara Audi Marissa memeluk agama Islam. Perbedaan latar belakang keagamaan kerap menjadi bahan spekulasi publik setiap kali pasangan lintas agama memutuskan berpisah, sehingga penegasan ini berfungsi menutup celah interpretasi yang tidak bertanggung jawab.
“Tidak ada juga masalah agama,” lanjutnya.
Akar Sesungguhnya: Perbedaan Visi, Misi, dan Dinamika Rumah Tangga
Menjelang akhir pernikahan, Rendi Rumapea menjelaskan bahwa keputusan berpisah lahir dari akumulasi perbedaan visi dan misi antara kedua pasangan, ditambah frekuensi pertengkaran yang kian sulit diredakan. Dalam bahasa sederhana, keduanya merasa tidak lagi berada pada arah yang sama dalam menjalani kehidupan bersama. Ketidakcocokan tersebut, menurut penjelasan kuasa hukum, telah mencapai titik di mana tidak ada lagi ruang untuk kompromi atau perbaikan.
“Yang pasti keduanya sudah tidak lagi menemukan jalan keluarnya sehingga keduanya sepakat untuk berpisah dengan cara yang baik, dan masalah hak asuh anak akan diserahkan ke klien kami Anthony Xie. Namun demikian tidak membatasi Audi bila ingin bertemu dan berkumpul dengan anaknya.”
Kata-kata tersebut menggarisbawahi satu hal penting: perpisahan ini bersifat mutual agreement, bukan satu pihak yang memaksakan kehendak. Keduanya sepakat mengakhiri pernikahan secara baik-baik, tanpa saling menyalahkan di hadapan publik. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan beserta perubahannya, yang mendorong penyelesaian sengketa keluarga secara kekeluargaan sebelum menempuh jalur litigasi.
Hak Asuh Anak dan Hak Bertemu
Salah satu aspek paling krusial dalam setiap perceraian yang melibatkan anak adalah penetapan hak asuh. Dalam kasus ini, Rendi Rumapea menyatakan bahwa hak asuh anak akan diserahkan kepada Anthony Xie. Keputusan tersebut tentu akan melalui proses pengadilan yang mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, termasuk faktor usia, kondisi psikologis, serta kemampuan masing-masing orang tua dalam memenuhi kebutuhan harian anak.
Yang tidak kalah penting, penetapan hak asuh kepada satu pihak tidak otomatis memutus hubungan anak dengan orang tua lainnya. Rendi Rumapea secara eksplisit menegaskan bahwa Audi Marissa tetap memiliki hak untuk bertemu dan berkumpul dengan anaknya. Dalam praktik hukum keluarga Indonesia, hak bertemu (visitation rights) merupakan hak yang melekat pada orang tua yang tidak memegang hak asuh, selama tidak ada alasan khusus yang menghendaki pembatasan. Dengan demikian, anak tetap dapat menjalin ikatan emosional dengan kedua orang tuanya meskipun tinggal bersama salah satu pihak secara penuh.
Implikasi dan Konteks Lebih Luas
Perceraian di kalangan figur publik Indonesia kerap menjadi cermin dinamika sosial yang lebih luas. Setiap kali pasangan selebritas memutuskan berpisah, publik cenderung mencari “siapa yang salah” dan “apa penyebabnya.” Tekanan tersebut kadang membuat proses hukum yang seharusnya bersifat privat menjadi tontonan kolektif. Penegasan dari pihak kuasa hukum Anthony Xie untuk menepis narasi orang ketiga dan konflik agama dapat dibaca sebagai upaya menjaga privasi keluarga sekaligus mencegah distorsi informasi yang dapat merugikan kedua belah pihak, terutama anak mereka.
Dari sisi hukum, proses perceraian di Indonesia diatur dalam KUHPerdata untuk pasangan non-Muslim dan Undang-Undang Perkawinan untuk pasangan Muslim, dengan mekanisme yang berbeda namun sama-sama mengedepankan kepentingan keluarga. Gugatan cerai yang diajukan oleh satu pihak akan diperiksa oleh pengadilan agama atau pengadilan negeri sesuai status keagamaan para pihak. Hakim akan mempertimbangkan alasan perceraian, kesediaan kedua belah pihak, serta dampak terhadap anak sebelum menjatuhkan putusan.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan kasus ini, poin utama yang perlu dicatat adalah: tidak ada unsur perselingkuhan, tidak ada konflik agama, dan perpisahan dilakukan atas kesepakatan bersama dengan mekanisme hak asuh yang telah disepakati. Proses selanjutnya akan berjalan di pengadilan, di mana setiap detail—mulai dari pembagian harta hingga jadwal pertemuan anak—akan ditetapkan melalui putusan hakim yang mengikat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anthony Xie Bantah Digugat Cerai Audi?
Anthony Xie Bantah Digugat Cerai Audi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anthony Xie Bantah Digugat Cerai Audi matter?
Anthony Xie Bantah Digugat Cerai Audi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

