Strategi Penting: Pramono beri Bina Marga wewenang ajukan kuota rekrutmen PJLP
Pramono beri Bina Marga wewenang ajukan kuota rekrutmen PJLP
Jakarta, Selasa – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan wewenang kepada Dinas Bina Marga untuk mengajukan jumlah kuota rekrutmen Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Menurutnya, kebutuhan tenaga PJLP seharusnya diatur oleh dinas tersebut sendiri. Ia menambahkan, karena dalam praktik lapangan ada banyak kekurangan pengalaman, maka ia bersedia memberikan kuota jika dinas tersebut mengajukan rekrutmen PJLP.
“Bina Marga sekarang ini hanya mempunyai sekitar 750 orang PJLP. Angka ini dinilainya tidak memadai untuk menangani kerusakan jalan di lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta,” kata Pramono.
Sejauh ini, jumlah kuota yang akan dibuka untuk PJLP belum ditentukan secara pasti. Selain itu, jadwal pendaftaran juga belum diumumkan secara formal. Meski demikian, Pramono mengakui bahwa tenaga lapangan masih kurang untuk menyelesaikan permasalahan jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menyoroti perlunya dasar perhitungan yang jelas dalam penambahan PJLP untuk Dinas Bina Marga. “Tanpa ukuran yang jelas, kebijakan penambahan tenaga berisiko tidak efektif,” ujarnya.
“Setiap memasuki musim hujan, jumlah jalan rusak di Jakarta meningkat tajam. Titik-titik berlubang tersebar di berbagai ruas jalan dan berdampak langsung pada keselamatan pengendara, baik sepeda motor maupun mobil,” kata Mujiyono.
Menurut Mujiyono, dengan 750 PJLP yang saat ini menangani kerusakan jalan, beban kerja di lapangan terasa berat. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini harus didasari data kebutuhan riil per wilayah, jumlah titik kerusakan rata-rata, serta waktu respons yang selama ini dicapai. Evaluasi kinerja tenaga yang sudah ada juga perlu dilakukan secara transparan agar tidak ada kesenjangan dalam pelayanan.


