Nasional

94 Calon PPIH Ikuti Ujian CAT Gelombang II di Surabaya

codex-7b82c8943f27410498ecbaef85d4b363

94 Calon PPIH Nonkloter Jalani Ujian CAT Gelombang Kedua di Surabaya

Amalzakat.com – Seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus berlangsung sebagai bagian dari persiapan pelayanan jemaah pada musim haji mendatang. Pada Sabtu, 12 September 2026, sebanyak 94 peserta dari unsur pembimbing ibadah haji nonkloter mengikuti ujian computer assisted test (CAT) gelombang II di Kantor Badan Kepegawaian Negara Regional II Surabaya, Waru, Sidoarjo.

Pelaksanaan tes di Surabaya menjadi bagian dari ujian serentak yang digelar melalui kantor-kantor BKN di berbagai wilayah Indonesia. Tahap ini ditujukan untuk menyaring calon petugas yang nantinya akan terlibat langsung dalam mendampingi dan memberikan layanan kepada jemaah haji.

Seleksi Berlanjut ke Pemeriksaan Kesehatan

Peserta yang berhasil melewati ujian CAT akan melangkah ke tahap berikutnya, yaitu medical check-up atau MCU. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh tersebut diperlukan untuk melihat kesiapan fisik calon petugas sekaligus menemukan kemungkinan gangguan kesehatan sejak awal.

MCU menjadi salah satu tahapan penting karena tugas PPIH menuntut kesiapan yang baik. Petugas haji perlu menjalankan peran pelayanan dalam situasi yang padat, terjadwal, dan membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Setelah rangkaian seleksi selesai dan seluruh syarat dipenuhi, peserta akan melanjutkan proses persiapan sebelum mengikuti pendidikan serta pelatihan calon PPIH. Tahapan tersebut disusun untuk memastikan petugas yang terpilih mempunyai kemampuan dan kondisi kesehatan yang memadai.

Peserta Diminta Patuhi Aturan Ujian

Ujian CAT diselenggarakan dengan prosedur operasional standar yang harus dipatuhi setiap peserta. Calon PPIH diwajibkan hadir paling lambat 60 menit sebelum waktu tes yang telah dijadwalkan.

Peserta juga tidak diperkenankan membawa alat komunikasi maupun alat tulis dari luar lokasi ujian. Panitia telah menyediakan kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan tes, sehingga aturan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses seleksi.

Ketentuan ini sejalan dengan pelaksanaan seleksi yang ketat. Pemerintah menempatkan proses rekrutmen sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan bagi jemaah haji, dengan PPIH menjadi salah satu unsur utama dalam pendampingan di lapangan.

Yeni Kembali Mencoba Menjadi Petugas Haji

Salah satu peserta dari Kota Surabaya, Yeni, kembali mengikuti seleksi setelah belum berhasil pada kesempatan sebelumnya. Tahun 2026 menjadi kali kedua ia mencoba menjadi calon petugas haji.

Ia merasakan perbedaan tingkat kesulitan dalam proses seleksi tahun ini dibandingkan seleksi pada tahun sebelumnya. Bagi Yeni, tahapan kali ini terasa lebih selektif.

“Saya dua kali ikut. Tahun lalu tidak lolos, dan sekarang coba lagi. Kalau dibandingkan tahun lalu, lebih susah tahun ini dan lebih selektif,” kata Yeni.

Meski pernah gagal, ia tetap berupaya melalui seluruh tahapan seleksi. Keinginannya menjadi petugas haji didorong oleh niat untuk membantu dan melayani para jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

“Ya, berharap lolos untuk bisa mengabdi dan melayani para jemaah,” tegas Yeni.

Empat Petugas untuk Setiap Kloter

Rangkaian seleksi PPIH yang panjang berkaitan dengan kebutuhan penempatan petugas pada setiap kelompok terbang atau kloter. Dalam ketentuan terbaru, satu kloter akan didampingi oleh empat petugas PPIH. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada jemaah.

Keberadaan petugas tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ibadah. PPIH juga memiliki peran penting dalam membantu kelancaran kebutuhan jemaah sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk aspek pendampingan ibadah, layanan lansia dan disabilitas, transportasi, konsumsi, akomodasi, serta informasi melalui media center haji.

Gelombang pertama ujian CAT telah lebih dahulu digelar pada Sabtu, 5 September 2026. Sebanyak 800 calon PPIH dari unsur media center haji, layanan lansia dan disabilitas, transportasi, konsumsi dan akomodasi, serta pembimbing ibadah mengikuti tes secara serentak di 35 lokasi BKN di Indonesia.

Sementara itu, gelombang kedua pada 12 September 2026 secara khusus diikuti calon pembimbing ibadah haji nonkloter. Pembagian gelombang tersebut memungkinkan proses seleksi berjalan teratur sesuai kategori tugas yang dibutuhkan.

Seleksi berbasis CAT dan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan awal untuk memperoleh calon petugas yang siap mengikuti pembekalan lanjutan. Dengan proses yang dilakukan secara berlapis, kebutuhan personel bagi tiap kloter diharapkan dapat terpenuhi sebelum para petugas menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada jemaah haji.

Frequently Asked Questions

What is 94 Calon PPIH Ikuti Ujian CAT Gelombang?

94 Calon PPIH Ikuti Ujian CAT Gelombang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 94 Calon PPIH Ikuti Ujian CAT Gelombang matter?

94 Calon PPIH Ikuti Ujian CAT Gelombang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *