Nasional

Dari Vatikan ke Lewouran, Relikui Santo Petrus Jadi Daya Tarik

1792943707-780x410-1

Ziarah Legio Maria Menghidupkan Harapan di Lewouran

Amalzakat.com – Desa Persiapan Lewouran di Kecamatan Ilebura, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi tujuan ziarah sekitar 1.000 anggota Legio Maria pada Jumat, 23 Oktober 2026. Para peziarah yang berasal dari 21 kuria di wilayah Kedekanan Larantuka itu datang ke Gereja Stasi Santo Petrus Rasul untuk berdoa di hadapan relikui Santo Petrus Rasul.

Kehadiran relikui tersebut memberi makna khusus bagi perjalanan rohani tahunan ini. Relikui Santo Petrus dibawa dari Vatikan oleh Pater Marco Solo Kewuta, SVD, bersama fragmen batu dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus. Benda-benda tersebut menjadikan Lewouran memiliki daya tarik tambahan bagi umat yang ingin memperdalam penghayatan iman melalui ziarah.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Lewouran, rombongan mengikuti doa Tesera dan perayaan Ekaristi di Gua Maria Rosa Mistika, Stasi Riangbunga. Rangkaian kegiatan itu mempertemukan doa, perayaan liturgi, dan kebersamaan dalam satu perjalanan yang juga memperkuat ikatan antarsesama umat Katolik.

Agenda Tahunan dengan Tujuan Tambahan

Ziarah berlangsung sebagai bagian dari agenda Oktober Komisium Renha Rosari Larantuka. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan lebih berpusat di Gua Maria Rosa Mistika. Tahun ini, panitia memasukkan Gereja Stasi Santo Petrus Rasul Lewouran ke dalam rute karena keberadaan relikui Santo Petrus dan fragmen batu dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus.

Ketua Pelaksana Legio Maria, Sisi Leba, melihat Lewouran sebagai ruang teduh bagi umat yang mencari penguatan batin. Perjalanan ziarah tidak semata-mata membawa peserta berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, melainkan membuka kesempatan untuk berhenti sejenak, berdoa, dan menghidupkan kembali pengharapan di tengah persoalan sehari-hari.

Relikui itu menempuh perjalanan lebih dari 15.000 kilometer sebelum tiba di kampung halaman Pater Marco. Perjalanannya melewati sejumlah kota dari Vatikan hingga Flores Timur. Bagi Pater Marco, kisah kedatangan relikui tersebut memiliki kedalaman spiritual yang berkaitan pula dengan riwayat pelayanannya di Lewouran.

Pada 2001, ia pernah memberkati gereja di Lewouran. Santo Petrus juga telah dipilih sebagai pelindung gereja itu sebelum ia menerima tugas pelayanan di Vatikan pada 2007. Keterhubungan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi bagian dari refleksi yang dibawanya ketika relikui Santo Petrus akhirnya tiba di Lewouran.

Saya tidak ingin mensakralkan Lewouran atau gereja kami, tetapi pengalaman-pengalaman di atas memendam misteri kuasa Tuhan yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang.

Iman yang Berbuah dalam Pelayanan

Pater Marco menekankan bahwa pengalaman ziarah tidak seharusnya berhenti pada kekaguman terhadap relikui. Makna ziarah justru perlu tampak dalam sikap nyata terhadap orang lain, terutama mereka yang sedang membutuhkan perhatian, penghiburan, dan pertolongan.

Iman tidak boleh hanya berhenti pada taraf hati dan pikiran, kata-kata, atau perasaan batin, tetapi diterjemahkan secara konkret ke dalam perbuatan amal, kasih sayang, dan pelayanan terhadap sesama.

Pesan tersebut sejalan dengan pelayanan yang dijalankan anggota Legio Maria. Dalam kehidupan umat, mereka terlibat dalam pendampingan orang sakit, kunjungan kepada warga lanjut usia, serta dukungan moral bagi keluarga yang menghadapi masa sulit. Pelayanan sederhana seperti itu menjadi cara untuk menghadirkan iman dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Romo Moses Atasoge, Pr, Pastor Paroki Santo Yosef Lewotobi, menyebut kedatangan para peziarah sebagai peristiwa berharga bagi umat setempat. Ia menilai suasana ziarah itu membawa arti besar bagi warga Paroki Lewotobi dan menjadi pengalaman yang patut dikenang bersama.

Bagi umat Paroki Lewotobi, kehadiran para peziarah ini menjadi sebuah momen yang bersejarah. Mereka memaknai hari ini sebagai hari yang penuh makna.

Kelancaran kegiatan didukung oleh keterlibatan anggota Legio Maria, Dewan Pastoral Paroki, dan masyarakat. Gotong royong menjadi bagian penting dalam menyambut rombongan besar yang datang untuk berdoa. Kesiapan warga memperlihatkan bahwa ziarah bukan hanya kegiatan bagi peserta dari luar wilayah, melainkan juga peristiwa bersama bagi komunitas yang menerima mereka.

Harapan bagi Gereja dan Warga Lewouran

Ketua Dewan Stasi Gereja Santo Petrus Rasul Lewouran, Kalis Muda, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan para peziarah. Kapasitas gereja memang belum mencukupi untuk menampung seluruh pengunjung dalam waktu yang sama. Namun, keterbatasan itu tidak mengurangi semangat warga untuk memberikan sambutan dan pelayanan sebaik mungkin.

Kunjungan sekitar seribu anggota Legio Maria sekaligus menunjukkan potensi Lewouran sebagai salah satu tujuan ziarah rohani di Flores Timur. Harapan muncul agar fasilitas gereja dapat terus ditingkatkan seiring bertambahnya perhatian umat terhadap tempat ini. Perbaikan sarana akan membantu pelayanan bagi peziarah tanpa menghilangkan kesederhanaan yang menjadi ciri kehidupan komunitas setempat.

Bagi warga Lewouran, ziarah tersebut membawa pesan persaudaraan. Pertemuan antara umat dari berbagai kuria dan masyarakat lokal memperlihatkan bahwa keterbatasan fisik maupun fasilitas tidak menjadi penghalang untuk bertumbuh dalam iman. Doa, kerja bersama, dan perhatian terhadap sesama menjadi inti pengalaman yang dibawa pulang para peziarah.

Dengan relikui Santo Petrus sebagai salah satu pusat perhatian, Lewouran kini memiliki ruang refleksi yang mengajak umat melihat iman secara lebih luas: bukan hanya sebagai pengalaman batin pribadi, tetapi juga sebagai dorongan untuk melayani, menguatkan, dan berjalan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Frequently Asked Questions

What is Dari Vatikan ke Lewouran Relikui Santo?

Dari Vatikan ke Lewouran Relikui Santo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dari Vatikan ke Lewouran Relikui Santo matter?

Dari Vatikan ke Lewouran Relikui Santo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *