Nasional

Dedi Prasetyo Siapkan Struktur BRAN Seusai Dilantik Prabowo

codex-e58db1cec31343d7a8b1d8dff77fbbd0

Dedi Prasetyo Mulai Menata Organisasi Badan Reforma Agraria Nasional

Amalzakat.com – Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo segera memulai agenda awal pembentukan organisasi lembaga baru tersebut. Tahap pertama yang disiapkan mencakup penyusunan struktur kelembagaan, pengisian jabatan, serta rencana kerja hingga penghujung 2026.

Pelantikan Dedi berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pengangkatannya dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026 yang ditetapkan sehari sebelumnya, yakni 30 September 2026.

BRAN hadir sebagai lembaga yang dibentuk untuk menjalankan amanat Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria. Karena masih berada pada fase awal pembentukan, kebutuhan utama lembaga ini adalah memastikan susunan organisasi, pembagian peran, dan perangkat kerja dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan pemerintah.

Koordinasi untuk Pengisian Jabatan

Dedi menjelaskan bahwa penetapan pejabat yang akan menjalankan tugas di bawah kepemimpinannya memerlukan pembahasan bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Koordinasi itu diperlukan untuk menjalankan asesmen terhadap calon pejabat yang akan mengisi posisi strategis di BRAN.

“Saya harus komunikasi dengan mensesneg, komunikasi dengan Kemenpan-RB untuk melakukan asesmen siapa-siapa pejabat-pejabat yang nanti di bawah saya akan mengawaki badan ini.”

Proses tersebut menjadi bagian penting dari masa awal operasional BRAN. Sebuah lembaga baru memerlukan jajaran yang tidak hanya mengisi struktur formal, tetapi juga mampu menerjemahkan mandat reforma agraria ke dalam program kerja dan mekanisme pelaksanaan yang jelas.

Struktur yang disiapkan akan mencakup dua wakil kepala, seorang sekretaris utama, serta empat deputi. Susunan ini akan menjadi kerangka utama dalam pembagian tugas di lingkungan BRAN. Pengisian posisi-posisi tersebut akan menentukan bagaimana koordinasi internal lembaga berjalan, termasuk pengelolaan administrasi, penyusunan kebijakan, dan pelaksanaan agenda yang ditetapkan pemerintah.

Rencana Kerja hingga 2027

Setelah asesmen pejabat rampung dan jajaran inti terbentuk, Dedi bersama timnya akan menyusun kegiatan BRAN untuk sisa tahun 2026. Persiapan juga diarahkan pada penyusunan rencana kerja 2027 agar lembaga dapat memulai tahun berikutnya dengan agenda yang telah dipetakan.

“Juga persiapan untuk kita buat rencana kerja sesuai dengan arah kebijakan pemerintah untuk 2027. Demikian sementara yang bisa saya lakukan, ya.”

Penyiapan rencana kerja sejak awal diperlukan karena BRAN bukan sekadar penambahan struktur pemerintahan. Lembaga ini dibentuk dalam kerangka pengaturan reforma agraria, sehingga tahap organisasional perlu diikuti oleh kejelasan program, koordinasi antarlembaga, dan pemetaan kewenangan yang dapat dipahami oleh jajaran di pusat maupun daerah.

Dalam konteks tersebut, penyusunan struktur tidak dapat dipisahkan dari pembagian tugas. Posisi dua wakil kepala, sekretaris utama, dan empat deputi akan menjadi dasar untuk membangun alur kerja yang teratur. Setiap fungsi nantinya perlu ditempatkan dalam kerangka yang mendukung tujuan lembaga tanpa menimbulkan tumpang tindih tugas.

Hubungan Pusat dan Daerah Masih Dikaji

Sejumlah aspek mengenai BRAN sebelumnya masih menjadi bahan kajian pemerintah dan DPR. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan pernah menyampaikan bahwa pembahasan mencakup rancangan organisasi, pembagian pekerjaan, serta hubungan kelembagaan antara BRAN di tingkat pusat dan daerah.

Kajian itu penting karena pelaksanaan reforma agraria memiliki dimensi yang berkaitan dengan tata kelola di berbagai tingkatan pemerintahan. Kejelasan relasi antara pusat dan daerah dibutuhkan agar pelaksanaan tugas BRAN memiliki jalur koordinasi yang terarah, termasuk ketika kebijakan membutuhkan tindak lanjut di wilayah.

Pembentukan lembaga baru juga menuntut sinkronisasi dengan institusi pemerintah yang telah memiliki tugas terkait agraria dan pertanahan. Karena itu, tahap awal yang ditekankan Dedi berupa komunikasi dan asesmen pejabat menjadi fondasi sebelum BRAN bergerak ke agenda yang lebih luas.

Amanah dari Presiden

Dedi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas mandat untuk memimpin BRAN. Kepercayaan tersebut diterimanya bersamaan dengan pekerjaan awal untuk memastikan badan baru ini memiliki perangkat organisasi dan arah kerja yang siap dijalankan.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan kepercayaan, amanah, saya sebagai kepala Badan Reforma Agraria Nasional.”

Dengan pelantikan pada 1 Oktober 2026, BRAN memasuki tahap pembentukan kelembagaan. Fokus terdekat berada pada penentuan pejabat, penyusunan struktur, dan perancangan program hingga 2027. Hasil dari tahapan awal ini akan menjadi pijakan bagi badan tersebut dalam melaksanakan amanat pengaturan reforma agraria.

Frequently Asked Questions

What is Dedi Prasetyo Siapkan Struktur BRAN Seusai?

Dedi Prasetyo Siapkan Struktur BRAN Seusai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dedi Prasetyo Siapkan Struktur BRAN Seusai matter?

Dedi Prasetyo Siapkan Struktur BRAN Seusai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *