Nasional

Latest Program: Menbud Fadli Zon Komitmen Lestarikan Cagar Budaya Keraton Surakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tekankan Pentingnya Pemeliharaan Cagar Budaya Keraton Surakarta Latest Program - Jakarta, Beritasatu.com — Dalam pertemuan dengan

Desk Nasional
Published Juni 23, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tekankan Pentingnya Pemeliharaan Cagar Budaya Keraton Surakarta

Latest Program – Jakarta, Beritasatu.com — Dalam pertemuan dengan kelompok advokat di kantor Kementerian Kebudayaan, Senin (22/6/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pernyataan tegas tentang upaya untuk melindungi dan mengembangkan cagar budaya nasional, termasuk Keraton Surakarta. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pemeliharaan warisan budaya memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat lokal. “Kita berkomitmen untuk menjaga kelestarian cagar budaya seperti Keraton Surakarta, agar bisa berfungsi sebagai warisan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Keraton Surakarta, sebagai salah satu dari tiga keraton utama di Indonesia, memiliki peran penting dalam menyimpan nilai-nilai sejarah dan budaya. Fadli Zon mengungkapkan bahwa selain menjadi simbol kesultanan Jawa Tengah, bangunan bersejarah ini juga menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, dan ekonomi. Ia menyoroti bahwa meski ada perdebatan mengenai penentuan raja dalam keraton tersebut, hal itu tidak boleh mengganggu rencana revitalisasi yang dijalankan pemerintah.

“Pada prinsipnya, kita ingin menciptakan lingkungan yang kondusif agar setelah proses revitalisasi, Keraton Surakarta bisa menjadi living heritage yang lebih dinamis,” kata Fadli Zon. Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan ruang di keraton perlu dilakukan secara bijak, sekaligus menjaga integritas budaya yang ada.

Menurut Menbud, pembangunan di kawasan Keraton Surakarta harus menggabungkan kebutuhan modernisasi dengan perlindungan aset budaya. Ia mengatakan bahwa beberapa titik fokus revitalisasi sedang dijalankan, seperti pengembangan panggung Songgo Buwono dan pusat konservasi museum. “Kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi, serta menyimpan karya-karya adiluhung yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Keraton Surakarta juga dianggap sebagai bagian dari kekayaan warisan budaya Indonesia yang patut dipromosikan secara nasional. Fadli Zon mengakui bahwa ada tantangan dalam mengelola cagar budaya, terutama di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Namun, ia yakin bahwa dengan keterlibatan masyarakat dan pihak terkait, keraton bisa tetap menjadi pusat aktivitas budaya yang relevan.

Selain itu, Menbud menyebutkan bahwa Keraton Surakarta harus menjadi contoh dalam pengelolaan cagar budaya yang efektif. Ia menekankan perlunya pendekatan holistik, yang melibatkan pendidikan, partisipasi masyarakat, dan dukungan teknis dari lembaga konservasi. “Kita harus memastikan bahwa setiap bangunan bersejarah di keraton tidak hanya dijaga dari kerusakan fisik, tetapi juga dijaga dari ancaman perubahan nilai budaya,” tambahnya.

Fadli Zon juga menyebutkan bahwa dialog antara berbagai pihak adalah kunci dalam mengatasi perselisihan yang terjadi. Dalam hal ini, ia mengapresiasi peran organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat keberlanjutan pengelolaan keraton. “Dukungan dari komunitas lokal sangat penting, karena mereka yang paling berkepentingan langsung terhadap keberlanjutan budaya di sana,” jelasnya.

Meski telah ada beberapa upaya revitalisasi, Fadli Zon menyoroti bahwa masih ada sejumlah ruang yang perlu diperbaiki. Ia mencontohkan bahwa panggung Songgo Buwono, yang merupakan tempat pertunjukan tradisional, perlu diperhatikan dalam pengembangan infrastruktur. Sementara itu, museum di dalam kompleks keraton juga dianggap sebagai bagian penting dalam menampilkan koleksi budaya secara terorganisir.

Dalam wawancara tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan harapan bahwa keraton bisa menjadi pusat pengembangan seni dan budaya. Ia berharap keberadaan keraton tidak hanya sebagai tempat sejarah, tetapi juga sebagai ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan kreatif masyarakat. “Keraton Surakarta adalah bagian dari identitas kita, dan kita harus menjaga agar tempat ini tetap relevan dalam konteks kehidupan modern,” katanya.

Perdebatan dalam Keraton: Tantangan yang Harus Diatasi

Menurut Fadli Zon, perdebatan mengenai penentuan raja di Keraton Surakarta tidak boleh menjadi penghalang dalam proses revitalisasi. Ia menegaskan bahwa masalah ini justru menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kesultanan. “Meski ada silang pendapat, kita harus fokus pada tujuan bersama, yaitu menjaga cagar budaya agar bisa tetap hidup dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Keraton Surakarta, yang telah menjadi cagar budaya nasional sejak 2019, merupakan simbol dari kesultanan Jawa Tengah yang berdiri sejak abad ke-17. Fadli Zon mengingatkan bahwa sebagai cagar budaya yang mendapat perlindungan pemerintah, keraton harus menjadi contoh dalam pengelolaan yang baik. Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan pihak ketiga, seperti akademisi dan pengamat budaya, bisa memberikan perspektif baru dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menyebutkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program-program khusus untuk mendukung kegiatan di keraton. Diantaranya, pengembangan infrastruktur seperti jalan-jalan dan area parkir yang lebih memadai, serta peningkatan akses informasi melalui media digital. “Kita perlu memastikan bahwa masyarakat bisa dengan mudah mengakses dan merasakan nilai budaya yang ada di sana,” katanya.

Menurut Menbud, revitalisasi Keraton Surakarta tidak hanya tentang pemeliharaan fisik, tetapi juga tentang penguatan identitas budaya masyarakat Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi bergantung pada kesinambungan antara pemerintah dan masyarakat. “Kita harus terus berkoordinasi agar kegiatan budaya di keraton bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Fadli Zon juga menyampaikan bahwa ada potensi besar dalam mengubah keraton menjadi destinasi wisata budaya yang populer. Ia berharap keberadaan keraton tidak hanya dihormati, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan edukasi dan ekonomi. “Keraton Surakarta bisa menjadi pusat pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan, asalkan semua pihak bekerja sama dalam menjaga keaslian dan keberlanjutan warisan ini,” katanya.

Dalam kesimpulan, Fadli Zon menyatakan bahwa keberhasilan melestarikan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan, baik melalui kebijakan maupun dana, untuk memastikan cagar budaya seperti Keraton Surakarta tetap eksis dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. “Kita harus bersyukur bahwa Keraton Surakarta masih menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia, dan

Leave a Comment