Nasional

Meeting Results: Buku ‘Presiden Solusi’ Ungkap 108 Keputusan Strategis Prabowo

Buku "Presiden Solusi" Terbit, Menggambarkan 108 Langkah Penting Prabowo Meeting Results - Dalam upaya meningkatkan transparansi dan kesadaran masyarakat

Desk Nasional
Published Juni 9, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Buku “Presiden Solusi” Terbit, Menggambarkan 108 Langkah Penting Prabowo

Meeting Results – Dalam upaya meningkatkan transparansi dan kesadaran masyarakat, Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, bersama dua Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra, meluncurkan buku berjudul “Presiden Solusi (PS)”. Buku ini dirancang sebagai dokumentasi kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto selama periode pertama setengah tahun pemerintahannya. Kehadiran buku ini menurut Kepala Bakom, Muhammad Qodari, bertujuan untuk merekam proses penyelesaian berbagai tantangan nasional, sekaligus memberikan wawasan yang lebih mudah dipahami oleh publik.

Buku “Presiden Solusi” tidak hanya sekadar menyajikan catatan kebijakan, tetapi juga menggambarkan pendekatan presiden dalam mengidentifikasi akar masalah yang sering diabaikan. Qodari menyebutkan, kebijakan tersebut tidak hanya mengatasi isu yang terlihat di permukaan, tetapi juga menyasar kebijakan-kebijakan yang lebih dalam. “Solusi-solusi yang diambil dalam satu setengah tahun ini, kita rasa perlu dicatat agar masyarakat bisa memahami bagaimana pemerintah mencari jawaban untuk berbagai persoalan,” jelas Qodari usai acara peluncuran di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Proses Pengambilan Keputusan di Balik Layar

Menurut Dirgayuza Setiawan, salah satu penulis buku, dokumen ini merupakan hasil pemantauan kebijakan yang diambil di balik layar pemerintahan. “Ketika media tidak ada di ruangan, Bapak Presiden harus menghadapi berbagai problem yang membutuhkan solusi. Kami mencoba merekam prosesnya dalam tulisan karena merasa memiliki kewajiban sejarah untuk mencatat peristiwa yang terjadi di tengah proses pembuatan keputusan,” ujarnya. Dirgayuza, yang akrab disapa Yuza, mengatakan selama 18 bulan pertama pemerintahan, ada sekitar 108 keputusan strategis yang diambil sebagai respons atas tantangan bangsa. Buku ini bertujuan menggambarkan bagaimana solusi-solusi tersebut diterapkan secara nyata di masyarakat.

Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah peningkatan produksi beras nasional. Buku ini juga menyebutkan upaya penyederhanaan regulasi pupuk yang bertujuan memudahkan petani dalam memperoleh bahan-bahan pertanian. Dalam bidang pendidikan, program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda diterapkan untuk menyasar anak-anak dari keluarga dengan kesejahteraan terendah, terutama dari kelompok desil 1 dan 2. “Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih merata, terutama di daerah yang kurang mendapat perhatian,” tambah Dirgayuza.

Di sektor infrastruktur, buku ini menjelaskan pembangunan jembatan sebagai upaya memperluas akses pendidikan di wilayah terpencil. Tidak hanya itu, kebijakan seperti Kampung Nelayan dan distribusi pompa air untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian juga dicatat sebagai langkah strategis. Qodari menilai, buku ini penting untuk memperjelas latar belakang kebijakan yang diambil pemerintah, sehingga masyarakat bisa memahami konteks di balik setiap keputusan.

Menyederhanakan Fakta untuk Publik

Agung Gumilar Saputra, salah satu penulis, mengatakan buku ini dirancang agar lebih sederhana dan mudah diakses oleh masyarakat umum. “Kita ingin masyarakat tidak hanya mendengar opini, tetapi juga melihat fakta secara utuh. Buku ini juga bisa menjadi referensi untuk penelitian maupun diskusi publik,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa dokumen resmi seperti Peraturan Menteri Bappenas Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 sudah mencakup topik-topik yang dibahas. Namun, dokumen tersebut dinilai terlalu teknis dan kurang populer bagi masyarakat luas.

Menurut Dirgayuza, dalam awal pemerintahan, fokus utama Presiden Prabowo adalah memastikan kebijakan-kebijakan yang diharapkan bisa berjalan dengan baik. “Delapan bulan pertama pemerintahan, komunikasi publik agak minim karena kita lebih berfokus pada penyelesaian program. Kini, kita sudah waktunya menjelaskan bahwa solusi-solusi tersebut sudah hadir dan terbukti manfaatnya di masyarakat,” pungkasnya. Buku ini, menurut Dirgayuza, juga menggambarkan keputusan-keputusan yang sengaja tidak diungkapkan secara lengkap ke publik untuk menghindari kepanikan atau misinterpretasi. “Kita perlu melihat bagaimana solusi itu dibuat dan dijalankan, bukan hanya isu yang muncul di permukaan,” imbuhnya.

Kebijakan dalam buku ini mencakup berbagai bidang, termasuk pangan, pendidikan, dan infrastruktur. Di sektor pangan, usaha menstabilkan produksi beras nasional dan memperbaiki ketahanan pangan dinilai berhasil. Pada bidang pendidikan, program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dianggap sebagai upaya untuk membangun keadilan dalam akses pendidikan. Sementara itu, dalam bidang infrastruktur, pembangunan jembatan dan program kampung nelayan menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah menciptakan dampak langsung bagi masyarakat. Buku ini juga mencatat upaya pemerintah dalam mempercepat distribusi pompa air untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Dalam pemaparannya, Dirgayuza menekankan bahwa buku ini merupakan hasil observasi langsung dari proses pengambilan keputusan. “Kami melihat banyak langkah yang diambil di luar lingkaran publik, tetapi sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat. Buku ini berupaya memperjelas bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut muncul dan berdampak,” ujarnya. Qodari juga mengatakan, buku ini dirancang agar masyarakat tidak hanya sekadar mengetahui fakta, tetapi juga memahami bagaimana fakta tersebut terbentuk melalui proses yang kompleks. “Kita ingin masyarakat bisa melihat secara menyeluruh, bukan hanya potongan-potongan informasi,” lanjut Qodari.

Buku “Presiden Solusi” kini sudah dapat diakses oleh publik. Para penulis mengungkapkan, buku ini menjadi sarana untuk menyebarkan kebijakan pemerintahan dengan cara yang lebih transparan dan mudah dipahami. “Ini bukan hanya buku, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran pemerintah dalam memecahkan masalah,” kata Saputra. Dengan pemaparan yang lebih sederhana, buku ini diharapkan bisa menjadi bacaan yang bermanfaat bagi berbagai kalangan, termasuk akademisi, pegiat sosial, dan masyarakat umum yang ingin mengetahui dampak kebijakan pemerintah.

Signifikansi Buku dalam Konteks Nasional

Para penulis menjelaskan, buku ini bukan hanya mencatat kebijakan, tetapi juga menjelaskan alasan di balik setiap keputusan strategis. “Masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap solusi yang diambil tidak terjadi secara spontan, melainkan berdasarkan analisis dan pertimbangan yang matang,” kata Saputra. Qodari menambahkan, buku ini bisa menjadi pengingat bahwa pemerintahan Prabowo telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mendorong kesejahteraan rakyat. “Ini adalah bentuk dokumentasi untuk masa depan, agar generasi mendatang bisa melihat bagaimana pemerintahan saat ini menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.

Dengan total 108 keputusan yang tercantum, buku ini menjadi referensi yang komprehensif untuk memahami dinamika pemerintahan selama masa pertama setengah tahun. Qodari mengatakan, kebijakan-kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor tertentu, tetapi juga mencerminkan visi pemerintah untuk membangun bangsa secara menyeluruh. “Kita ingin masyarakat bisa melihat bagaimana kebijakan-kebijakan itu dijalankan, serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Qodari. Buku ini juga diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah dan rakyat.

Dirgayuza menambahkan, buku ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga konsistensi kebijakan pemerintah. “Dengan merekam keputusan-keputusan ini, kita bisa menjaga agar arah kebijakan tidak berubah-ubah dan tetap berlandaskan prinsip yang jelas,” ujarnya. Menurutnya, kebijakan yang terdapat dalam buku ini adalah hasil

Leave a Comment