Spesifikasi Giuseppe Garibaldi yang Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia

15 jam ago  ·  3 min read
By Sinta Ananda
khrisna-gen-1784180375-5e1e2fba31

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Siap Menjadi Bagian dari Armada Indonesia

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi yang Jadi Kapal – Negara kita akan segera mencatatkan babak baru dalam sejarah maritim nasional. Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang merupakan hibah dari Italia, dijadwalkan tiba di perairan Indonesia pada bulan Oktober tahun 2026. Sebelum melakukan pelayaran menuju Nusantara, kapal ini terlebih dahulu menjalani serangkaian proses peningkatan kemampuan di galangan kapal Taranto, Italia. Pemerintah Indonesia juga telah mulai mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk menyambut kehadiran kapal bersejarah tersebut.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan sebagai tempat sandar utama adalah Pangkalan TNI AL Lampung. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas di lokasi tersebut sedang terus dilakukan. Tujuannya agar pangkalan tersebut mampu mengakomodasi kehadiran kapal induk dengan optimal. Pernyataan beliau dikutip dari Antara pada Kamis, 16 Juli 2026, yang menyebutkan bahwa Lampung dipilih sebagai salah satu opsi untuk tempat labuh maupun bersandar.

Sejarah dan Konsep Operasi Kapal

Main Continet Ship Giuseppe Garibaldi memiliki nilai historis yang sangat signifikan bagi Angkatan Laut Italia. Kapal ini tercatat sebagai kapal pertama yang memiliki dek penerbangan untuk keperluan angkatan laut negara tersebut. Dengan menggunakan konsep short take-off and vertical landing atau STOVL, kapal ini memungkinkan operasi pesawat dengan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal. Meskipun konsep ini membatasi jenis pesawat tempur yang bisa dioperasikan, kapal tetap mampu membawa berbagai helikopter untuk mendukung misi serbu maupun tugas lainnya.

Dari segi personel, kapal ini memiliki kapasitas untuk mengangkut sejumlah kru dan pasukan. Kapasitas tersebut memungkinkan Giuseppe Garibaldi menjalankan berbagai operasi militer dalam satu platform terpadu. Konfigurasi combined gas turbine and gas turbine atau COGAG menempatkan mesin dalam dua ruang terpisah, sehingga meningkatkan aspek keselamatan operasional secara signifikan.

Spesifikasi Teknis dan Sistem Penggerak

Sistem penggerak kapal induk ini terdiri atas empat turbin gas General Electric/Avio LM2500. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 82.000 shp untuk menggerakkan dua poros baling-baling. Dengan sistem ini, kapal mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Jangkauan operasionalnya mencapai sekitar 7.000 mil laut saat berlayar pada kecepatan ekonomis 20 knot. Selain itu, terdapat enam generator mesin diesel Grand Motori Trieste B230/12 yang memasok kebutuhan listrik cadangan. Generator-generator ini juga mendukung operasional radar, sistem navigasi, dan berbagai instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.

Selain berfungsi sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi juga memiliki karakteristik kapal penjelajah. Kapal ini dibekali sistem pertahanan mandiri yang kuat, berbeda dengan banyak kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang mengandalkan kapal pengawal. Beberapa sistem utama yang dimiliki meliputi dua peluncur rudal delapan sel Selenia Albatros yang mampu membawa total 48 rudal Aspide untuk menghadapi ancaman udara jarak menengah. Pada awal pengoperasiannya, kapal ini memiliki delapan peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 yang ditempatkan di buritan. Namun, seluruh peluncur tersebut dilepas pada tahun 2003 guna memperluas area geladak penerbangan.

Untuk menghadapi rudal atau sasaran yang berhasil menembus lapisan pertahanan utama, kapal ini dibekali tiga meriam ganda Breda 40 mm/70 yang terintegrasi dengan sistem Dardo. Sistem tersebut memiliki jangkauan hingga sekitar 4 kilometer terhadap target udara. Kemampuan peperangan bawah laut didukung dua tabung peluncur torpedo tiga laras ILAS-3 kaliber 324 mm yang dapat menggunakan torpedo ringan Mk 46 maupun A-244.

“Jadi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi,” kata Tunggul, dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2026).

Proses Pembangunan dan Peluncuran

Giuseppe Garibaldi pertama kali diluncurkan pada tahun 1983. Nama kapal induk ini diambil dari Giuseppe Maria Garibaldi, patriot sekaligus tokoh militer Italia yang berperan penting pada abad ke-19. Pembangunan kapal dilakukan di galangan kapal Monfalcone. Proses konstruksi diawali dengan pemotongan pelat baja pertama pada 28 April 1980, kemudian dilanjutkan dengan perakitan blok pertama pada 9 September 1980. Seluruh blok kapal selesai dirakit pada 31 Januari 1983, sementara struktur bangunan atas rampung pada 19 April 1983. Setelah seluruh tahapan pembangunan selesai, Giuseppe Garibaldi resmi diluncurkan pada 4 Juni 1983 dalam upacara yang dihadiri Perdana Menteri Italia Amintore Fanfani dan Menteri Pertahanan Lelio.

MORE FROM THIS CATEGORY