Karhutla Bengkalis, 80,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar

7 jam ago  ·  3 min read
By Yusuf Kurniawan - amalzakat.com
khrisna-gen-1784454232-c974a316f0

Tim Gabungan Manggala Agni Tangani Kebakaran Gambut di Bengkalis

amalzakat.com – Karhutla Bengkalis 80 5 Hektare Lahan – Provinsi Riau kembali menghadapi situasi darurat kebakaran hutan dan lahan. Kali ini, wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi sorotan utama setelah api menghanguskan sekitar 80,5 hektare lahan gambut. Lokasi kebakaran tersebar di Kelurahan Pematang Pudu yang berada di bawah naungan Kecamatan Mandau. Respons cepat dilakukan oleh Manggala Agni dengan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan laju api.

Operasi Udara dan Darat Berjalan Paralel

Salah satu strategi kunci dalam penanggulangan kebakaran kali ini adalah pemanfaatan helikopter water bombing. Satu unit helikopter dioperasikan secara intensif untuk mempercepat proses pemadaman dari udara. Pendekatan ini dinilai sangat krusial mengingat luasnya area yang terbakar serta kondisi medan yang relatif sulit dijangkau oleh personel darat. Dukungan udara diharapkan dapat menekan api di titik-titik strategis sebelum menjalar lebih jauh.

Sementara itu, dari sisi darat, empat regu pemadam telah dikerahkan ke lokasi. Komposisi tim tersebut terdiri dari dua regu yang berasal dari Daops Dumai, satu regu dari Pekanbaru, dan satu regu tambahan dari Siak. Kehadiran tim-tim ini memastikan bahwa pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik panas yang terdeteksi.

“Kita mengerahkan empat regu yang terdiri dari dua regu Daops Dumai, satu regu dari Pekanbaru, dan satu regu dari Siak,” ujar Ferdian, Minggu (19/7/2026).

Tantangan Pemadaman di Lahan Gambut

Kebakaran yang melanda kawasan gambut ini memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari kebakaran di lahan mineral. Lahan gambut memiliki kemampuan unik untuk menyimpan bara api di bawah permukaan tanah dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan proses pemadaman membutuhkan durasi yang lebih panjang dibandingkan dengan jenis kebakaran lainnya.

Menurut Ferdian Krisnanto, Humas Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya. Kondisi cuaca juga menjadi faktor penghambat dalam operasi penanggulangan. Angin siang hingga sore yang cukup kencang berpotensi mempercepat penyebaran api ke wilayah sekitarnya.

“Kondisi lokasi bahan bakar melimpah, angin siang hingga sore cukup kencang sehingga pemadam di beberapa lokasi harus dipercepat agar api tidak meluas,” ujarnya.

Operasi di Wilayah Lain Riau

Selain fokus pada penanganan kebakaran di Bengkalis, Manggala Agni juga mengalokasikan sumber daya untuk wilayah lain di Provinsi Riau. Satu regu personel dari Daops Pekanbaru ditugaskan khusus untuk mengatasi karhutla di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Luasan area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Petugas pemadam terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi cuaca, terutama kecepatan angin. Faktor ini sangat berpotensi mempercepat penyebaran api di kawasan gambut. Proses pendinginan dan pemadaman masih terus dilakukan di sejumlah titik guna memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau membuat upaya penanganan karhutla Bengkalis membutuhkan koordinasi lintas instansi. Baik melalui pemadaman darat maupun dukungan operasi udara, Manggala Agni terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

MORE FROM THIS CATEGORY