Indonesia Raih Perak Esports pada Hari Kesembilan Asian Games 2026
Amalzakat.com – Kontingen Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pada Minggu, 27 September 2026, tim esports nomor Pokemon Unite menyumbangkan medali perak setelah menuntaskan perjalanan hingga pertandingan final di Aichi Sky Hall.
Medali tersebut menjadi tambahan penting bagi Merah Putih pada hari kesembilan pesta olahraga Asia yang dibuka pada 19 September dan dijadwalkan berakhir pada 4 Oktober 2026. Indonesia kini mengoleksi total 24 medali, dengan rincian dua emas, lima perak, serta 17 perunggu.
Pokemon Unite Indonesia Takluk di Final
Langkah Indonesia menuju medali emas dihentikan Jepang, yang tampil sebagai tuan rumah. Dalam laga perebutan gelar, tim Pokemon Unite Indonesia kalah 1-3 dan menempati posisi kedua.
Skuad Indonesia pada nomor ini terdiri atas Deni Ardiyanto, Novrizal Diananta Said, Marcello Hillers, GM Judha Raja Panggabean, dan Muhammad Haikal Irawan. Mereka sebelumnya memperlihatkan performa solid sejak memasuki fase gugur.
Malaysia menjadi lawan pertama yang disingkirkan Indonesia di perempat final. Tim Merah Putih menang tanpa kehilangan gim dengan skor 2-0. Hasil serupa kembali dicatatkan pada semifinal ketika Filipina dikalahkan 2-0, sekaligus mengantarkan Indonesia ke partai puncak.
Jepang akhirnya menjadi penghalang terakhir. Walaupun gagal membawa pulang emas, pencapaian runner-up tetap memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan medali dan menunjukkan bahwa esports turut memberi kontribusi nyata di ajang multiolahraga tingkat Asia.
Cabang Bulu Tangkis Jaga Harapan Medali
Peluang tambahan medali Indonesia juga datang dari bulu tangkis. Alwi Farhan memastikan diri melaju ke semifinal tunggal putra setelah mengalahkan Chou Tien Chen dalam dua gim, 21-10 dan 21-11. Hasil itu membuat Alwi tinggal selangkah lagi dari kepastian medali.
Di sektor ganda putra, dua pasangan Indonesia sama-sama mencapai empat besar. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mengamankan tiket semifinal melalui kemenangan 21-6, 21-10 atas Nguyen Dinh Hoang dan Tran Dinh Manh.
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri juga menjaga langkah mereka setelah melewati pertandingan tiga gim menghadapi Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju. Fajar/Fikri menang 21-14 pada gim pertama, kehilangan gim kedua 20-22, lalu mengunci kemenangan dengan skor 21-14.
Ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah telah lebih dulu memastikan setidaknya satu medali. Mereka menundukkan pasangan Korea Selatan, Jo Sung Hyun dan Jeong Na Eun, dalam laga perempat final yang berlangsung ketat. Setelah menang 21-9, Amri/Nita kalah 12-21 sebelum bangkit pada gim penentuan dan menang 21-19.
Panahan, Selancar, dan Voli Pantai Masih Berpeluang
Dari cabang panahan, tim recurve putri Indonesia turut melanjutkan perjuangan ke semifinal. Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani membawa tim menang 5-3 atas Bangladesh.
Selancar juga membuka kesempatan bagi Indonesia. Jasmine Michelle Studer serta Kya Jo Heuer berhasil menembus perempat final nomor women’s shortboard setelah memenangi babak ketiga. Hasil tersebut menjaga harapan Indonesia untuk bersaing pada fase akhir nomor tersebut.
Peluang lain masih tersedia dari voli pantai putra. Dua pasangan Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi dan Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly, telah memastikan tempat di babak 16 besar. Keberadaan dua wakil memberi Indonesia kesempatan mempertahankan persaingan pada fase eliminasi berikutnya.
Posisi Indonesia di Klasemen Medali
Dalam klasemen medali hingga Minggu malam, China masih memimpin dengan 114 emas, 45 perak, dan 35 perunggu. Total medali China telah mencapai 194 keping.
Jepang berada di urutan berikutnya dengan raihan 34 emas, 54 perak, dan 54 perunggu. Korea Selatan menempati posisi setelahnya dengan 18 emas, 22 perak, serta 38 perunggu.
Indonesia berada di bawah Chinese Taipei, yang mengumpulkan dua emas, tujuh perak, dan 19 perunggu. Sementara itu, Filipina menempati posisi di bawah Indonesia dengan dua emas, dua perak, serta tujuh perunggu.
Masih adanya wakil Indonesia di semifinal, perempat final, dan babak 16 besar membuat perolehan medali belum berhenti pada hari kesembilan. Rangkaian pertandingan hingga penutupan Asian Games 2026 pada 4 Oktober akan menjadi kesempatan bagi kontingen Indonesia untuk memperbaiki total raihan dan memperkuat posisi di klasemen akhir.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Hari Ke 9 Asian Games 2026?
Hari Ke 9 Asian Games 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Hari Ke 9 Asian Games 2026 matter?
Hari Ke 9 Asian Games 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
