Perjalanan Scaloni Menuju Final Piala Dunia 2026
Revolusi Senyap Scaloni Bawa Argentina Kembali – New York, Beritasatu.com – Lionel Scaloni awalnya hanya ditunjuk sebagai pelatih sementara Argentina setelah kegagalan pada Piala Dunia 2018. Delapan tahun kemudian, sosok yang sempat diragukan itu kembali membawa Albiceleste ke final Piala Dunia dan berpeluang mempertahankan gelar juara. Argentina akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026). Scaloni kini selangkah lagi menambah catatan gemilang dalam periode kepelatihan yang dimulai tanpa sambutan besar ataupun pengalaman sebagai pelatih kepala di level senior.
Federasi Sepak Bola Argentina menunjuk Scaloni dan Pablo Aimar sebagai pelatih sementara setelah Jorge Sampaoli meninggalkan jabatannya pada 2018. Keduanya awalnya hanya dipersiapkan untuk memimpin Argentina dalam sejumlah pertandingan persahabatan. Namun, keputusan sementara itu berubah menjadi salah satu penunjukan paling berhasil dalam sejarah sepak bola Argentina.
Dari Pelatih Sementara Menjadi Legenda
Scaloni menjadi salah satu anggota staf Sampaoli yang dipertahankan setelah Argentina tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Ketika itu, tim berada dalam situasi tidak stabil dan membutuhkan pembangunan ulang. Mantan pemain Deportivo La Coruna, Lazio, dan Atalanta tersebut baru pensiun sekitar 3 tahun sebelumnya. Pengalaman kepelatihannya juga masih terbatas karena baru bekerja sebagai asisten Sampaoli di Sevilla dan timnas Argentina.
Scaloni kemudian membawa sejumlah mantan pemain Argentina ke dalam stafnya. Ia mengajak Pablo Aimar, Roberto Ayala, dan Walter Samuel, yang memahami tekanan membela tim nasional serta memiliki hubungan dekat dengan generasi pemain saat itu. Pendekatan tersebut memberikan suasana baru di dalam skuad. Scaloni tidak datang sebagai pelatih dengan nama besar, tetapi membangun kepercayaan melalui komunikasi, kebersamaan, dan pembagian peran yang jelas.
Ia juga mengurangi ketergantungan pada figur-figur lama dengan memberi kesempatan kepada pemain muda. Secara perlahan, tim dibentuk di sekitar Lionel Messi tanpa menjadikan sang kapten sebagai satu-satunya sumber kekuatan. Kemampuan Scaloni memimpin kelompok telah terlihat menjelang akhir kariernya sebagai pemain.
Pemimpin Tenang dengan Kecerdasan Taktik
Mantan pelatih Atalanta Stefano Colantuono mengingat Scaloni sebagai penghubung penting antara staf pelatih dan para pemain Amerika Selatan. Scaloni membantu menjaga kesatuan ruang ganti yang ketika itu dihuni sejumlah pemain Argentina dan Amerika Selatan, termasuk German Denis, Carlos Carmona, dan Alejandro Gomez.
Menurut Colantuono, Scaloni tetap memiliki pengaruh besar meskipun tidak lagi menjadi pilihan utama di lapangan. Ia kerap membantu membahas situasi pertandingan dan menjadi sosok yang dihormati oleh para pemain.
Kecerdasan taktiknya juga telah terlihat dari cara bermain. Scaloni mampu membaca ruang, memilih pergerakan dengan tepat, dan mengatur tenaga selama pertandingan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tenang dan tidak membutuhkan suara keras untuk mendapatkan perhatian. Dalam acara makan bersama pemain, Scaloni sering menjadi pusat percakapan sekaligus tempat rekan-rekannya meminta pandangan.
Pengalaman Eropa Membentuk Pemahaman Taktik
Pengalaman panjang di Eropa turut membentuk pemahamannya. Scaloni menjadi bagian dari generasi Deportivo La Coruna yang meraih gelar Liga Spanyol, Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol di bawah Javier Irureta. Setelah bermain di Inggris, ia melanjutkan karier di Italia bersama Lazio dan Atalanta. Pengalaman di sejumlah kompetisi itu memperkaya pemahamannya mengenai organisasi bertahan, transisi, dan variasi taktik.
Scaloni tidak mengubah Argentina melalui pernyataan besar. Ia membangun tim secara bertahap dan mengutamakan keseimbangan antara pemain senior dengan generasi baru. Hasil pertama dari proyek tersebut datang pada Copa America 2021. Argentina mengalahkan Brasil di Stadion Maracana untuk mengakhiri penantian gelar selama 28 tahun.
Argentina kemudian memenangi Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. AFA mencatat Scaloni telah mempersembahkan empat trofi dalam masa kepemimpinannya sebelum Piala Dunia 2026. Keberhasilan itu mengubah status Scaloni. Pelatih sementara yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan darurat berkembang menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Argentina.
Scaloni juga membuktikan kemampuannya bukan hanya terletak pada pengelolaan pemain. Ia berulang kali menunjukkan keberanian mengubah formasi, mengganti pemain utama, dan menyesuaikan pendekatan dengan karakter lawan. FIFA menilai perubahan taktik Scaloni menjadi salah satu faktor utama kesuksesan Argentina dalam turnamen internasional terbaru.
