Nusantara

Special Plan: Mensos Pastikan Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng Tersalurkan

Mensos Pastikan Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng Tersalurkan Special Plan - Dalam wawancara dengan media, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa

Desk Nusantara
Published Juni 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Mensos Pastikan Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng Tersalurkan

Special Plan – Dalam wawancara dengan media, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa berbagai bentuk bantuan darurat telah dimulai dan dialokasikan kepada warga yang terkena dampak gempa bumi dengan kekuatan sebesar magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Ia menjelaskan bahwa tim penanganan bencana sudah berada di lokasi dan bekerja di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat respons darurat. Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secepat mungkin.

“Tim penanggulangan bencana sudah berada di lapangan dan beroperasi di bawah arahan BNPB,” ujar Saifullah Yusuf saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu (17/6/2026).

Kemensos fokus pada pemberian bantuan logistik, pengoperasian dapur umum, serta pembangunan tenda darurat sebagai langkah awal untuk meredakan krisis. Saifullah Yusuf menekankan bahwa penyaluran bantuan diatur secara terpadu, melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Hal ini dilakukan agar distribusi bantuan dapat mencapai korban secara efisien dan tepat sasaran.

Kerusakan di Wilayah Terdampak

Berdasarkan laporan BNPB, gempa yang terjadi pada Selasa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi menjadi lokasi dengan dampak terberat, dengan total 1.074 rumah mengalami kerusakan ringan, 110 rumah rusak sedang, serta 30 rumah dalam kondisi rusak berat. Selain permukiman warga, gempa juga merusak 33 fasilitas ibadah, empat gedung kantor, dua sekolah, dan satu jembatan.

Di Kota Palu, terdapat 20 rumah yang terkena kerusakan. Selain itu, satu fasilitas umum dan satu tempat usaha juga mengalami kerusakan. Struktur sambungan sebuah jembatan masih retak, tetapi secara terbatas dapat dilalui oleh masyarakat. Sementara itu, di Kabupaten Poso, lima rumah warga mengalami kerusakan, tiga di antaranya dikategorikan ringan dan dua unit lainnya sedang dalam evaluasi petugas. Di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 15 rumah terkena kerusakan fisik, namun tingkat keparahannya masih diverifikasi oleh tim lapangan.

Upaya Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

Sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama elemen sosial Kemensos terus melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan. Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Tagana dan tim sosial Kemensos tetap berada di lapangan untuk melakukan pendataan, penyaluran bantuan, serta memberikan dukungan selama masa tanggap darurat.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan situasi bagi korban gempa. Dengan kerja sama lintas sektor, pemerintah berupaya menjangkau warga yang terdampak, termasuk menyediakan tempat pengungsian, logistik, serta layanan dukungan sosial. Saifullah Yusuf mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, seperti makanan, air minum, dan perlengkapan darurat.

Dalam menghadapi bencana, Kemensos juga berupaya memastikan setiap bantuan yang diberikan efektif dan tepat waktu. Saifullah Yusuf menambahkan bahwa proyeksi kerusakan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan terkini. Selain itu, upaya evakuasi dan pengungsian juga sedang digencarkan untuk meminimalkan risiko kesehatan dan keselamatan para korban.

Menurut laporan BNPB, kerusakan bangunan terutama terjadi di wilayah yang rawan gempa. Di Sigi, sejumlah rumah warga dan infrastruktur seperti sekolah serta fasilitas ibadah rusak parah, sehingga memerlukan penanganan darurat yang intensif. Di Palu, jembatan yang mengalami keretakan menjadi titik perhatian karena berpotensi mengganggu akses transportasi. Sementara di Poso, kondisi infrastruktur seperti jalan desa yang retak menjadi tantangan tambahan dalam pemulihan.

Adapun di Parigi Moutong, pendataan sementara menunjukkan bahwa 15 rumah warga mengalami kerusakan fisik. Gus Ipul menyebutkan bahwa verifikasi keparahan kerusakan masih berlangsung untuk menentukan tingkat bantuan yang diperlukan. Ia menegaskan bahwa semua upaya dilakukan secara terkoordinasi agar tidak ada warga yang terlewat dalam penyaluran bantuan.

Menyusul bencana ini, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus berupaya mengoptimalkan distribusi bantuan. Saifullah Yusuf menyoroti peran kemasyarakatan dalam menggerakkan logistik dan memastikan kelancaran operasi. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan darurat akan terus ditingkatkan hingga kebutuhan warga terdampak terpenuhi. “Kita tetap fokus pada penyaluran bantuan yang cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut laporan terkini, upaya pemulihan tidak hanya fokus pada penanganan kebutuhan mendasar, tetapi juga memperbaiki infrastruktur yang rusak. Pemulihan tersebut dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Saifullah Yusuf menekankan bahwa upaya ini akan berlangsung hingga semua korban gempa mendapatkan perlindungan yang memadai.

Dengan kerja sama antar instansi, penyaluran bantuan berjalan lancar. Selain itu, data yang diperoleh dari lapangan menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi penanganan bencana. Saifullah Yusuf berharap upaya ini dapat menjadi contoh efektivitas kerja sama dalam menghadapi bencana alam. “Kami berkomitmen memastikan setiap warga merasakan manfaat bantuan darurat,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah terus memantau kondisi wilayah terdampak dan menyesuaikan kebutuhan bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat Sulawesi Tengah bangkit lebih cepat dari dampak gempa. Saifullah Yusuf juga menyebutkan bahwa penanganan darurat akan terus dilakukan selama periode tanggap darurat berlangsung.

Kemensos menjamin bahwa semua kebutuhan darurat telah dimulai dan terus diupayakan. Dengan pendekatan terpadu, bantuan akan mencapai korban secara cepat. Ia menambahkan bahwa prioritas utama adalah menjamin kebutuhan pokok warga, seperti pangan, pakaian, serta perlengkapan kehidupan sementara. “Kita mengutamakan kebutuhan mendasar, agar korban dapat bertahan hingga bantuan yang lebih permanen tersedia,” pungkas Saifullah Yusuf.

Leave a Comment