Video Aksi Keji OPM Tembak Mati Wanita di Yahukimo Viral di Medsos

4 jam ago  ·  3 min read
By Rizki Maulana - amalzakat.com
khrisna-gen-1784745681-d625dc1301

Video Aksi Brutal OPM di Yahukimo Menyebar Luas di Platform Digital

Amalzakat.com – Kabupaten Yahukimo yang terletak di wilayah Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah rekaman video aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM menyebar cepat melalui berbagai media sosial. Dalam cuplikan tersebut terlihat jelas momen seorang perempuan yang sedang duduk di pinggir jalan beraspal, kemudian ditembak dari belakang oleh seorang pria bersenjata. Aksi brutal ini terjadi pada hari Senin tanggal 20 Juli tahun 2026, tepatnya di sekitar kawasan Jalan Trans Papua yang berada di Distrik Seradala.

Kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau yang lebih dikenal dengan singkatan TPNPB, serta Organisasi Papua Merdeka atau OPM, telah menyatakan diri bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Dalam rekaman yang viral tersebut, seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai komandan operasi TPNPB di wilayah Yahukimo memberikan pernyataan resmi mengenai insiden penembakan ini.

Pernyataan Komandan Operasi TPNPB

“Kami dari TPNPB/OPM wilayah operasi Yahukimo, saya selaku komandan operasi menyampaikan sikap bahwa kemarin pasukan saya bersama pasukan lain melakukan penembakan terhadap seorang perempuan. Kami punya data bukti jelas,” demikian pernyataan sang komandan dalam video yang beredar luas.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa korban perempuan tersebut dituduh sebagai anggota bantuan polisi atau memiliki hubungan erat dengan aparat keamanan setempat. Setelah terkena peluru, tubuh korban terlihat tersungkur ke tanah di lokasi kejadian.

Konfirmasi dari Pihak TNI

Pihak Tentara Nasional Indonesia melalui Koops TNI Habema telah memberikan konfirmasi resmi mengenai kebenaran video tersebut. Kepala Penerangan Koops yang berpangkat Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa OPM yang dipimpin oleh Kopitua Heluka sebagai Danops Kodap Yahukimo telah membunuh sepasang suami istri. Korban perempuan tersebut berasal dari Suku Unaukam yang merupakan salah satu suku asli di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna dalam siaran pers yang dikutip dari Antara pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2026.

Saat ini, Koops TNI Habema sedang dalam proses mengejar kelompok OPM yang terlibat dalam aksi brutal tersebut. Upaya koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai aparat keamanan untuk memastikan para pelaku dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Reaksi dan Dampak Insiden

Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di jalur strategis Jalan Trans Papua yang menghubungkan berbagai wilayah di Papua. Kehadiran OPM di kawasan ini telah menjadi isu keamanan yang terus dipantau oleh pemerintah pusat maupun daerah. Aksi kekerasan terhadap warga sipil seperti yang terlihat dalam video tersebut semakin memperkuat kebutuhan akan penegakan hukum yang tegas dan komprehensif.

Para ahli keamanan menilai bahwa pengejaran terhadap OPM oleh Koops TNI Habema merupakan langkah penting untuk menstabilkan kondisi keamanan di wilayah Yahukimo. Koordinasi dengan aparat terkait juga mencakup aspek penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum teridentifikasi dalam aksi tersebut.

Dengan semakin luasnya penyebaran video melalui media sosial, publik Indonesia semakin menyadari dinamika keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Aksi OPM yang menargetkan perempuan ini menjadi simbol dari konflik berkepanjangan yang masih memerlukan solusi berkelanjutan dari pemerintah Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY