BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor

4 jam ago  ·  3 min read
By Rizki Pratama - amalzakat.com
khrisna-gen-1784745574-dd70e64ed7

BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Tamako

Amalzakat.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali membuktikan komitmen dalam penanganan bencana alam. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani situasi darurat yang terjadi di Kecamatan Tamako pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Bencana yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai titik. Tim BPBD setempat segera merespons setelah menerima laporan dari masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

Respons cepat ini dimulai sejak tim BPBD menerima informasi awal mengenai kondisi darurat. Petugas lapangan langsung melakukan perjalanan menuju lokasi-lokasi bencana untuk melakukan asesmen menyeluruh. Proses pendataan kerusakan infrastruktur dan bantuan evakuasi bagi warga dilakukan secara simultan di berbagai titik yang terdampak. Koordinasi antar tim lapangan juga berjalan lancar untuk memastikan tidak ada wilayah yang terlewatkan dalam proses penanganan.

Kerusakan Infrastruktur di Dua Kampung Terdampak

Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dikumpulkan, bencana ini memengaruhi dua kampung utama di Kecamatan Tamako, yaitu Kampung Binala dan Kampung Lelipang. Di Kampung Binala, situasi cukup memprihatinkan dengan satu rumah warga tertimbun material longsor. Selain itu, satu rumah dinas Puskesmas Tamako juga mengalami nasib serupa dan tertutup oleh material longsor. Yang lebih menyedihkan, satu rumah lainnya hanyut terbawa arus banjir yang deras.

Sementara itu, di Kampung Lelipang, dua rumah warga mengalami kerusakan parah akibat banjir. Kerusakan ini tidak hanya menimpa hunian, tetapi juga mengganggu akses transportasi masyarakat. Lima jembatan penghubung antar kampung dilaporkan putus, sehingga menghambat mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari mereka. Kondisi ini membuat BPBD harus bekerja lebih keras untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Koordinasi dan Imbauan untuk Masyarakat

Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya telah dilibatkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Masyarakat yang berada di daerah rawan kami imbau agar tetap waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi membahayakan sehingga meminimalisir potensi bencana,” ujar Wandu Labesi.

Tim BPBD juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai maupun lereng yang berpotensi mengalami longsor. Hal ini dilakukan mengingat curah hujan masih diprediksi tinggi dalam beberapa hari ke depan. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani setiap perkembangan kondisi cuaca untuk memastikan kesiapsiagaan tim di lapangan.

Pemantauan Berkelanjutan dan Pemulihan

Hingga Rabu sore, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa bencana ini. BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe menyatakan bahwa mereka masih terus melakukan pendataan kerusakan secara komprehensif. Selain itu, pemantauan perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan juga terus dilakukan di wilayah Kecamatan Tamako.

Upaya pemulihan dan rehabilitasi diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. BPBD berkomitmen untuk terus memberikan bantuan hingga kondisi masyarakat di wilayah terdampak kembali normal. Koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dijaga agar proses penanganan bencana dapat berjalan optimal dan efektif. BPBD Sangihe Gerak Cepat Tangani setiap kebutuhan mendesak yang muncul selama proses pemulihan berlangsung.

MORE FROM THIS CATEGORY