Nusantara

Latest Program: Polisi Tembak Polisi di Bolmong Utara, Begini Kronologinya

Kronologi Penembakan Polisi oleh Rekannya di Bolmong Utara Latest Program - Boroko, Beritasatu.com – Dalam kejadian yang berlangsung di Desa Paku, Kecamatan

Desk Nusantara
Published Juni 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kronologi Penembakan Polisi oleh Rekannya di Bolmong Utara

Latest Program – Boroko, Beritasatu.com – Dalam kejadian yang berlangsung di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolmong Utara, Sulawesi Utara, seorang anggota kepolisian berinisial Briptu EM meninggal setelah ditembak oleh rekannya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, 28 Juni 2026, saat tim kepolisian sedang menangani keributan yang melibatkan sejumlah orang bersenjata tajam. Menurut informasi yang diberikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, insiden ini dimulai dari laporan masyarakat yang meminta bantuan untuk menangani situasi di lokasi.

Keributan yang Memicu Kecelakaan

Kombes Pol Alamsyah menjelaskan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolmong Utara diterjunkan ke Desa Paku untuk mengatasi kerusuhan yang melibatkan tiga individu. Mereka berupaya menegakkan ketertiban dan keamanan, namun para pelaku justru melakukan perlawanan. “Petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi,” kata Alamsyah, Senin (29/6/2026). Dalam upaya mengamankan para tersangka, Briptu EM diserang menggunakan senjata tajam oleh seorang pelaku. Saat itu, petugas bersenjata tajam bersiap menghadapi ancaman, tetapi keterlibatan senjata api mengarah ke rekannya sendiri.

“Dalam situasi yang terjadi dengan sangat cepat, Brigpol RT mengeluarkan senpi dan menembak ke arah pelaku. Namun, tembakan tersebut justru mengenai Briptu EM, sehingga mengalami luka serius,” ujar Alamsyah.

Kecelakaan ini memicu reaksi cepat dari tim kepolisian. Briptu EM segera dibawa ke RSUD Bolaang Mongondow Utara untuk pemeriksaan medis. Meski sudah menerima perawatan, kondisi korban tidak stabil. Pada pukul 22.15 Wita, Briptu EM dinyatakan meninggal dunia di tengah perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut di Manado. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di antara rekan-rekannya, karena terjadi dalam lingkungan profesi yang diharapkan saling percaya.

Pengungkapan dan Penyelidikan

Setelah insiden terjadi, Polda Sulut dan Polres Bolmong Utara langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Tim Propam Polda Sulut serta Satreskrim Polres Bolmong Utara mengambil peran dalam memastikan proses investigasi berjalan secara transparan. “Semua petugas yang hadir di lokasi diminta memberikan keterangan untuk menghindari bias dalam penyelidikan,” tambah Alamsyah.

Pengungkapan juga mencakup pemberlakuan prosedur hukum terhadap pelaku yang terlibat. Dari tiga orang yang diduga menjadi penyerang, satu di antaranya telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh petugas. Polda Sulut memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk menegakkan hukum dan menjamin keadilan bagi korban serta pelaku.

Upaya Meminimalkan Dampak dan Memperkuat Proses Hukum

Kombes Pol Alamsyah menegaskan bahwa kepolisian Sulawesi Utara berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional. “Kami berharap melalui investigasi yang objektif, semua fakta dapat terungkap dan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota,” katanya. Dalam waktu dekat, pihak kepolisian juga akan memeriksa kembali prosedur penanganan yang diambil selama kejadian, termasuk penggunaan senjata oleh petugas.

Sebagai respons atas kejadian yang mengejutkan, Kepolisian mengimbau seluruh anggota untuk tetap waspada dan menjaga koordinasi saat bertugas. Mereka juga berencana melakukan evaluasi internal untuk mencegah kemungkinan serupa terjadi di masa depan. “Kami akan mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk pelatihan kembali dalam penggunaan senjata dan penanganan situasi darurat,” jelas Alamsyah.

Menurut informasi terkini, pihak kepolisian telah mengumpulkan beberapa bukti awal dari saksi di lokasi. Namun, proses investigasi masih berlangsung, dan penjelasan lebih rinci akan diungkapkan setelah semua data terkumpul. Kombes Pol Alamsyah juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Briptu EM. “Atas nama Kombes Pol Ryan Duma, Kapolda Sulawesi Utara, kami menyampaikan dukungan dan kepedulian terhadap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” tambahnya.

Proses Pencarian dan Penuntutan

Polda Sulut berupaya mempercepat proses hukum terhadap pelaku yang masih menghilang. Tim penyelidik mengungkapkan bahwa ada kemungkinan salah satu dari dua pelaku yang melarikan diri menyebabkan kecelakaan ini. Selain itu, kepolisian juga memeriksa latar belakang para tersangka, termasuk apakah ada konflik pribadi atau hubungan kekeluargaan yang menjadi penyebab peristiwa ini.

Kejadian ini menggugah masyarakat sekitar dan para anggota polisi di wilayah Bolmong Utara. Banyak pihak menilai bahwa insiden tersebut menjadi contoh bagaimana pentingnya koordinasi dan kesadaran dalam menghadapi situasi di lapangan. Dalam wawancara dengan media, salah satu warga setempat mengatakan, “Ini menjadi pelajaran bagi kami, bahwa bahkan di antara rekan satu profesi, kecelakaan bisa terjadi saat menjalani tugas.” Masyarakat mengharapkan investigasi dapat memberikan jawaban yang jelas tentang bagaimana tembakan terjadi secara tak terduga.

Perspektif Nasional dan Penyelidikan Lebih Lanjut

Menurut Alamsyah, kepolisian Sulawesi Utara berharap kejadian ini tidak mengganggu kinerja tim URC yang biasanya sangat responsif. “Tim URC merupakan bagian penting dari kepolisian, dan kami percaya mereka akan memperbaiki prosedur untuk menjaga keselamatan semua pihak,” kata dia. Di sisi lain, KPK juga terlibat dalam penyelidikan terkait penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut, guna memastikan bahwa tidak ada pelanggaran aturan yang berlaku.

Dalam konteks lebih luas, kejadian ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan bagaimana kesalahan kecil dalam penanganan situasi bisa berdampak besar. Kombes Pol Alamsyah mengingatkan bahwa prosedur keamanan harus selalu diperhatikan, terutama dalam lingkungan yang dipenuhi oleh senjata tajam. “Kami akan terus memantau perkembangan

Leave a Comment