Harga Perak Antam Merosot Rp 2.250 Per Gram dalam Sepekan

18 jam ago  ·  3 min read
By Rizki Pratama - amalzakat.com
khrisna-gen-1784454122-360579892f

Pergerakan Harga Perak Antam dalam Satu Minggu Terakhir: Analisis Mendalam

amalzakat.com – Jakarta, Beritasatu.com – Pasar logam mulia Indonesia mencatatkan tren penurunan signifikan pada harga perak batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk atau yang lebih dikenal dengan sebutan Antam. Selama periode perdagangan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 19 Juli 2026, investor dan konsumen logam mulia menyaksikan bagaimana nilai perak mengalami koreksi yang cukup tajam. Penurunan ini tidak terjadi secara isolasi, melainkan sejalan dengan tekanan yang juga dirasakan oleh harga emas di pasar domestik maupun internasional.

Awal Pekan yang Menunjukkan Kelemahan

Pergerakan harga perak dimulai dengan sinyal pelemahan pada hari Senin, 13 Juli 2026. Berdasarkan data yang dirilis melalui laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam pada hari tersebut mengalami penurunan sebesar Rp 400 per gram. Dengan demikian, harga yang sebelumnya berada di level Rp 40.550 per gram turun menjadi Rp 40.150 per gram. Meskipun penurunannya terlihat moderat, hal ini menandai dimulainya tren bearish yang akan berlanjut di hari-hari berikutnya.

Hari Selasa, 14 Juli 2026, menjadi hari yang lebih menegangkan bagi para pemegang perak. Harga tercatat turun lebih dalam dengan penurunan sebesar Rp 1.250 per gram. Setelah koreksi ini, harga perak Antam menyentuh level Rp 38.900 per gram. Penurunan yang lebih signifikan ini menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar mulai meningkat, kemungkinan didorong oleh sentimen negatif dari pasar global atau faktor domestik tertentu.

Rebound Singkat dan Penurunan Kembali

Bagi investor yang mencari peluang beli pada harga rendah, hari Rabu, 15 Juli 2026, memberikan sedikit harapan. Harga perak sempat berbalik arah dan naik sebesar Rp 1.000 per gram, sehingga menyentuh level Rp 39.900 per gram. Namun, penguatan ini bersifat sementara dan tidak bertahan lama. Para trader tampaknya tidak cukup yakin untuk mempertahankan posisi beli mereka.

Kesimpulan tersebut diperkuat oleh pergerakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026, ketika harga kembali turun sebesar Rp 700 per gram. Dengan demikian, harga perak Antam tercatat berada di level Rp 39.200 per gram. Pola naik-turun yang terjadi selama tiga hari pertama menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di pasar perak saat itu.

Jumat Hitam untuk Harga Perak

Hari Jumat, 17 Juli 2026, menjadi hari dengan tekanan terbesar sepanjang minggu. Harga perak Antam merosot tajam sebesar Rp 1.500 per gram, menjadikannya hari dengan penurunan terbesar dalam periode tersebut. Setelah koreksi ini, harga perak menyentuh level terendah sementara di Rp 37.700 per gram. Penurunan sebesar ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup kuat di pasar.

Memasuki akhir pekan, pasar menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, harga perak mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 200 per gram, sehingga kembali ke level Rp 37.900 per gram. Kenaikan ini bersifat teknis dan tidak menandakan perubahan tren yang signifikan. Harga kemudian bertahan pada level tersebut hingga hari Minggu, 19 Juli 2026, menandai penutupan pekan dengan harga yang relatif stabil.

Ringkasan Performa Mingguan

Secara akumulatif, selama satu minggu penuh, harga perak Antam mengalami penurunan sebesar Rp 2.250 per gram. Jika dihitung dalam persentase, penurunan ini setara dengan sekitar 5,6% dari harga awal. Dari level Rp 40.150 per gram pada awal pekan, harga berakhir di Rp 37.900 per gram pada akhir pekan. Penurunan sebesar ini tentu menjadi perhatian bagi para investor yang memiliki portofolio perak.

Koreksi harga perak ini sejalan dengan pelemahan harga emas yang juga terjadi selama periode yang sama. Kedua logam mulia ini sering kali bergerak dalam koridor yang sama, terutama ketika dipengaruhi oleh faktor-faktor makroekonomi global seperti kebijakan suku bunga, nilai tukar dolar Amerika Serikat, dan ketidakpastian geopolitik. Para analis pasar memperkirakan bahwa tren penurunan ini mungkin akan berlanjut tergantung pada perkembangan faktor-faktor tersebut di minggu-minggu mendatang.

Bagi konsumen yang berencana membeli perak batangan untuk investasi jangka panjang atau keperluan industri, periode penurunan ini bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi posisi pada harga yang lebih rendah. Namun, penting untuk terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

“Penurunan harga perak sebesar 5,6% dalam satu minggu menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan. Investor disarankan untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan tanpa analisis mendalam,” ujar seorang analis pasar logam mulia.

MORE FROM THIS CATEGORY