Meski Panen Kritik, Inggris Lewati Capaian Piala Dunia 1990 dan 2018

19 jam ago  ·  3 min read
By Sinta Ananda
khrisna-gen-1784453909-0743a259ab

Inggris Raih Prestasi Luar Biasa di Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Prancis

amalzakat.com – Jakarta, Beritasatu.com – Perjalanan panjang Tim Nasional Inggris di ajang Piala Dunia 2026 akhirnya menemukan titik terang yang memuaskan. The Three Lions berhasil menutup kompetisi dengan meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti dengan skor agregat 6-4. Pertandingan dramatis tersebut berlangsung di Miami Stadium pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, yang merupakan dini hari bagi waktu Indonesia Barat. Kemenangan ini membuktikan bahwa skuad Inggris mampu bangkit dari tekanan dan kritik yang selama ini menghantui mereka.

Kemenangan ini menandai pencapaian tertinggi bagi skuad Inggris dalam kurun waktu enam dekade terakhir. Pencapaian terbaik sebelumnya tercatat saat mereka menjadi juara dunia pada tahun 1966 di Stadion Wembley. Selain itu, hasil ini juga menjadi prestasi terbaik Inggris dalam ajang Piala Dunia yang diselenggarakan di luar negeri. Sebelumnya, gelar juara tahun 1966 diraih ketika Inggris bertindak sebagai tuan rumah. Dengan finis di posisi ketiga, Inggris berhasil melampaui capaian mereka pada Piala Dunia 1990 dan 2018 yang berakhir dengan kekalahan dalam laga perebutan tempat ketiga.

Thomas Tuchel Merasa Lega Setelah Kritik Beruntun

Hasil ini memberikan kelegaan tersendiri bagi pelatih Thomas Tuchel. Sebelumnya, sang pelatih sering menjadi sasaran kritik keras setelah timnya tersingkir oleh Argentina pada babak semifinal. Namun, kali ini Tuchel berhasil membawa Inggris kembali ke jalur kemenangan yang diharapkan. Tuchel mengakui bahwa tekanan dari media dan publik sangat besar selama turnamen berlangsung, namun pemain-pemainnya menunjukkan mental yang kuat.

Dalam laga melawan Prancis, The Three Lions tampil dominan sejak babak pertama. Declan Rice membuka catatan gol untuk Inggris, kemudian disusul oleh Ezri Konsa. Bukayo Saka menambahkan dua gol yang membuat Inggris unggul telak 4-0 sebelum istirahat. Dominasi Inggris terlihat jelas dari penguasaan permainan dan efisiensi serangan. Tuchel memuji taktik yang diterapkan oleh timnya dalam mengontrol permainan di tengah lapangan.

Di babak kedua, Prancis bangkit dengan semangat tinggi. Kylian Mbappé menjadi motor penggerak utama dengan mencetak dua gol. Bradley Barcola juga turut berkontribusi dengan satu gol, sehingga Les Bleus berhasil mengejar ketertinggalan menjadi 4-3. Namun, Saka kembali menunjukkan kualitasnya dengan melengkapi hat-trick melalui eksekusi penalti yang presisi. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Inggris memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk menghadapi berbagai situasi.

Bellingham Cetak Sejarah Baru

Ousmane Dembélé sempat memperkecil selisih menjadi 5-4, tetapi Jude Bellingham memastikan kemenangan dengan gol indah pada masa tambahan waktu akhir babak kedua. Gol tersebut merupakan gol ketujuh Bellingham sepanjang Piala Dunia 2026. Torehan luar biasa ini menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia untuk tim nasional Inggris. Performa Bellingham menjadi salah satu sorotan utama dalam turnamen kali ini.

Keberhasilan finis di posisi ketiga juga mengakhiri catatan kurang menyenangkan Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga. Sebelumnya, Inggris selalu kalah dalam dua kesempatan tampil di pertandingan tersebut. Pada Piala Dunia 1990, tim asuhan Sir Bobby Robson kalah 1-2 dari Italia sebagai tuan rumah. Sementara pada Piala Dunia 2018 di Rusia, skuad besutan Gareth Southgate takluk 0-2 dari Belgia. Dengan kemenangan kali ini, Inggris membuktikan bahwa mereka telah memperbaiki performa dalam laga-laga penting.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penggemar sepak bola Inggris, tetapi juga membuktikan bahwa The Three Lions mampu bersaing di kancah internasional. Dengan pencapaian ini, harapan baru muncul untuk masa depan sepak bola Inggris yang lebih cerah. Para analis menilai bahwa skuad ini memiliki potensi untuk meraih gelar juara di turnamen berikutnya jika konsistensi dapat dipertahankan.

MORE FROM THIS CATEGORY