Timnas Basket Putri U-18 Siap Hadapi India untuk Rebut Medali Perunggu
amalzakat.com – Jakarta – Tim nasional basket putri kategori usia di bawah delapan belas tahun Indonesia kini membawa semangat baru menjelang pertandingan penting untuk menentukan peringkat ketiga dalam ajang FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2026 Division B. Para pemain Garuda Pertiwi telah bersiap melakukan misi balas dendam setelah sebelumnya mengalami kekalahan dari India. Pertemuan kedua antara kedua tim ini dijadwalkan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026 pukul 16.00 waktu Indonesia Barat. Pertandingan tersebut akan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi federasi basket dunia.
Acara ini merupakan kesempatan berharga bagi Indonesia untuk menebus kekalahan sebelumnya dengan skor 46-79 yang terjadi pada fase penyisihan grup A tanggal 15 Juli silam. Pelatih kepala timnas U-18 putri, Coach Fredy, menyatakan bahwa para pemainnya tidak merasa takut dan siap memberikan performa terbaik demi meraih medali perunggu. Menurutnya, sejak kedatangan tim ke Thailand, ia telah menyampaikan harapan agar para pemain bisa menyelesaikan turnamen ini dengan posisi terbaik.
Evaluasi Mendalam dan Strategi Baru
Coach Fredy menjelaskan bahwa ia telah menganalisis secara menyeluruh rekaman video dari kekalahan sebelumnya melawan India. Evaluasi mendalam juga dilakukan sepanjang perjalanan tim hingga akhirnya menembus babak semifinal. Pelatih tersebut telah menyiapkan berbagai kontra-strategi untuk mengatasi keunggulan yang dimiliki lawan.
Anak-anak harus menekan bola dan fokus pada box out rebound agar mereka tidak mudah melakukan passing di dekat area ring, ujar Coach Fredy sambil memaparkan instruksi taktisnya kepada para pemain.
Selain memperkuat pertahanan di area paint, sektor transisi dan penguasaan bola juga menjadi perhatian utama dari para staf pelatih. Tujuannya adalah menjaga stabilitas permainan sepanjang pertandingan. Coach Fredy menambahkan bahwa mereka juga telah mempersiapkan pembawa bola serta berbagai skenario yang akan membantu pemain tersebut menemukan ritme bermain yang optimal.
Kami juga mempersiapkan pembawa bola dan skenario yang akan membantu pembawa bola agar kita dapat menemukan ritme bermain. Pastinya kita semua staf akan berusaha untuk mengembalikan semangat dan fokus anak-anak karena turnamen ini belum selesai, jelas pelatih tersebut.
Perjalanan Menuju Perebutan Tempat Ketiga
Tiket untuk perebutan tempat ketiga harus diambil oleh Indonesia setelah langkah mereka terhenti oleh Lebanon pada babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu sore tanggal 18 Juli 2026. Joanne Giovanni bersama rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Lebanon dengan skor akhir 54-77. Indonesia sebenarnya sempat memberikan perlawanan keras di kuarter pertama melalui tembakan tiga angka dari Joanne Giovanni serta penampilan impresif dari Inez Angelina Welly.
Namun, Lebanon berhasil membalikkan keadaan dan memimpin dengan skor 25-17 di akhir kuarter pertama. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit pada kuarter kedua dengan sama-sama mencetak 13 angka, Indonesia perlahan mulai kedodoran menghadapi postur tubuh lawan di kuarter berikutnya hingga laga berakhir dengan kemenangan Lebanon.
Dalam pertandingan tersebut, I Gusti Krisabella tampil sebagai motor serangan Indonesia dengan kontribusi 15 poin, 4 rebound, dan 1 assist. Yemima Agatha juga memberikan sumbangan dengan mengemas 9 poin. Sementara dari kubu Lebanon, Gloria Kamar menjadi pemain paling berbahaya dengan raihan 18 poin.
Tantangan Fisik dari Lebanon
Coach Fredy mengakui bahwa keunggulan fisik lawan menjadi faktor pembeda utama yang membuat strategi Indonesia tidak berjalan mulus di semifinal. Lebanon konsisten memberikan tekanan kepada pembawa bola Indonesia sehingga tim Garuda Pertiwi kesulitan mengembangkan permainan. Mereka berhasil memanfaatkan ukuran tubuh mereka untuk terus menekan lawan.
Lebanon konsisten memberikan tekanan kepada pembawa bola kita yang berakibat kita sulit mengembangkan permainan. Mereka berhasil memanfaatkan size mereka untuk terus menekan, pungkas Fredy.
Para pemain Indonesia kini harus menunjukkan mental yang kuat dan taktik yang tepat untuk menghadapi India. Dengan evaluasi yang telah dilakukan serta persiapan strategi yang matang, timnas basket putri U-18 Indonesia optimis bisa meraih kemenangan dan medali perunggu dalam turnamen bergengsi ini.

