Nusantara

New Policy: TNI Bantah Intimidasi Warga dan Rusak Sekolah dalam Proyek KDMP Ende

TNI Bantah Intimidasi Warga dan Rusak Sekolah dalam Proyek KDMP Ende New Policy - Denpasar, Beritasatu.com – Kodam IX/Udayana secara tegas membantah adanya

Desk Nusantara
Published Juni 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

TNI Bantah Intimidasi Warga dan Rusak Sekolah dalam Proyek KDMP Ende

New Policy – Denpasar, Beritasatu.com – Kodam IX/Udayana secara tegas membantah adanya tindakan intimidasi terhadap masyarakat dan kerusakan fasilitas pendidikan yang terjadi di lokasi proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Neowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pernyataannya, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengklaim bahwa laporan yang menyebutkan adanya kekerasan atau upaya penggusuran paksa oleh personel TNI tidak selaras dengan kondisi di lapangan. “Tidak ada tindakan intimidasi, kekerasan fisik, atau penggusuran paksa yang dilakukan oleh TNI terhadap warga atau bangunan sekolah di lokasi pembangunan,” kata Amrizal, Rabu (10/6/2026).

Penjelasan Kapendam

Menurut Amrizal, kejadian yang berdampak viral bermula dari kendala teknis selama proses pengangkutan peralatan berat ke lokasi KDMP. Peralatan tersebut, berupa ekskavator, harus melewati jalur yang sempit, dengan struktur penyangga atap SDN Neowula terletak di sisi jalan. “Karena jalur desa yang sempit dan adanya struktur penyangga di jalur manuver alat berat, tim melakukan penyesuaian teknis,” jelasnya, yang dikutip dari Antara. Penyesuaian teknis ini melibatkan pemotongan sebagian tiang penyangga di area akses jalan guna memastikan alat berat dapat beroperasi tanpa mengganggu kegiatan pendidikan.

Langkah Penyesuaian Teknis

Amrizal menegaskan bahwa tiang-tiang yang dipotong telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak Desa Neowula dan komite sekolah. Tujuannya adalah untuk mengizinkan alat berat melewati jalur yang mengalami kesulitan, sehingga tidak terjadi kerusakan pada bangunan utama sekolah. “Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan tetap berjalan lancar sekaligus menjaga keamanan lingkungan sekitar,” tambahnya. Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa, juga menyampaikan persetujuan serupa. Ia menjelaskan bahwa jalan desa yang digunakan sebagian berimpitan dengan bangunan sekolah, sehingga penyesuaian teknis menjadi langkah wajib untuk mempercepat pengerjaan proyek.

Pengamanan dan Mediasi

Dalam upaya menghindari konflik, Babinsa Sertu Hermin diturunkan ke lokasi sesuai permintaan kepala desa. Tugasnya adalah membantu pengamanan sekaligus memediasi antara warga dan pihak-pihak terkait proyek. “Babinsa hadir untuk menjaga ketegangan dan memastikan situasi tetap kondusif,” katanya. Selain itu, Kodam IX/Udayana juga membantah narasi di media sosial yang menyebutkan adanya kekerasan terhadap masyarakat atau penggusuran paksa. Sebagai respons, seluruh aktivitas pembangunan KDMP sementara dihentikan untuk memberi waktu kepada pihak-pihak terkait melakukan mediasi.

Reparasi dan Kepuasan Masyarakat

Komando Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa tiang-tiang yang dipotong telah diperbaiki kembali, area galian dirapikan, dan alat berat sudah ditarik dari lokasi. Upaya ini dilakukan guna mencegah munculnya kesalahpahaman lebih lanjut. “Kami memastikan semua perubahan teknis tidak merugikan fasilitas pendidikan,” ujar Amrizal. Ia menambahkan bahwa penghentian sementara proyek juga sebagai bentuk respons terhadap keluhan warga, agar proses pengerjaan dapat dilakukan dengan lebih transparan.

Koordinasi dengan Pihak Lokal

Saat ini, Kodim 1602/Ende terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, kecamatan Detusoko, serta Dinas Pendidikan setempat. Tujuan dari kolaborasi ini adalah mencari solusi yang dapat diterima oleh seluruh pihak, termasuk memperbaiki kondisi jalan desa dan memastikan proyek KDMP berjalan sesuai harapan. “Kami berkomitmen membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan kebijakan yang inklusif,” kata Amrizal.

Mengimbau untuk Musyawarah

Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita yang belum diverifikasi. “Setiap dinamika pembangunan harus dilihat dengan musyawarah, bukan langsung mengambil kesimpulan,” ujarnya. Amrizal juga menekankan peran TNI dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa. “Dengan kebersamaan, proyek seperti KDMP Ende dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Konteks Proyek KDMP Ende

KDMP Ende merupakan proyek koperasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar melalui pemberdayaan ekonomi. Proyek ini juga diharapkan menjadi contoh keberhasilan dalam penggunaan lahan hibah untuk pembangunan sosial. Meski sempat menimbulkan polemik, Amrizal menyatakan bahwa TNI terus berupaya memastikan proyek berjalan tanpa mengganggu kehidupan masyarakat. “Kami berharap masyarakat bersama-sama mendukung upaya peningkatan kualitas hidup warga melalui proyek ini,” ujarnya.

Solusi untuk Jangka Panjang

Dalam rangka menghindari konflik serupa di masa depan, Kodam IX/Udayana berencana melakukan evaluasi terhadap rencana pembangunan KDMP. “Pihak kami akan memastikan rancangan proyek lebih mendetail, agar tidak mengganggu fungsi sekolah dan kenyamanan warga,” kata Amrizal. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pengerjaan, termasuk mengajukan masukan agar proyek sesuai dengan kebutuhan lokal. “Dengan keterlibatan aktif masyarakat, proyek akan lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Peran Komunitas dan Pemerintah

Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa, mengakui bahwa warga telah memberikan masukan tentang kondisi jalan dan struktur bangunan sekolah. “Masukan warga sangat penting dalam menyesuaikan proyek dengan kebutuhan desa,” katanya. Ia berharap pemerintah desa dan TNI dapat terus bekerja sama untuk memperbaiki jalan desa dan mengoptimalkan penggunaan lahan hibah. “Sekolah adalah salah satu prioritas, jadi kami akan memastikan proyek tidak mengganggu fungsinya,” tambah Papa.

Kodam IX/Udayana juga memperkuat komunikasi dengan warga melalui pertemuan rutin. “Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, sehingga setiap keputusan proyek bisa diambil dengan saling memahami,” ujar Amrizal. Selain itu, pihak Kodam menyatakan akan memperhatikan tanggapan masyarakat dalam perencanaan proyek berikutnya.

Leave a Comment