Nusantara

Key Discussion: Rupiah Melemah, Turis Malaysia dan Eropa Serbu Wisata Lombok Timur

a dan Eropa Serbu Wisata Lombok Timur Key Discussion - Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing telah memberikan dampak positif pada industri

Desk Nusantara
Published Juni 11, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Rupiah Melemah, Turis Malaysia dan Eropa Serbu Wisata Lombok Timur

Key Discussion – Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing telah memberikan dampak positif pada industri pariwisata Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kenaikan minat wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan negara-negara Eropa, menggambarkan pergeseran tren kunjungan yang semakin signifikan. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga memperkuat daya beli turis, sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan sektor kreatif dan pariwisata lokal.

Peran Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, menjelaskan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat sepanjang 2026. “Tahun lalu, jumlah turis mencapai 49.000. Kami berharap tahun ini bisa mencapai 52.000,” ujarnya. Sampai pertengahan tahun ini, capaian sudah mencapai 36.000 hingga 37.000 turis. Widayat optimis bahwa pertumbuhan ini akan terus berlanjut, terutama menjelang musim liburan internasional yang memasuki akhir tahun.

“Saya yakin pada Desember nanti akan ada peningkatan, termasuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Meningkatnya minat wisatawan dari Malaysia dan Prancis, serta beberapa negara Eropa lainnya, terjadi karena keunikan alam, pantai, dan kawasan geopark yang menarik. Widayat menekankan bahwa daya beli turis asing meningkat, yang berdampak positif pada sektor perekonomian daerah. “Pariwisata cukup terdampak positif di Lombok Timur. Spending wisatawan cukup tinggi. Ada peningkatan sekitar 15% sampai 25%,” kata Widayat dalam Key Discussion terkini.

Strategi Pengelolaan Properti Wisata

Pengelola properti wisata, Matthew Angga, menyatakan bahwa tingkat okupansi kamar di berbagai hotel dan vila di Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan. “Booking yang kami miliki mengalami peningkatan sekitar 15% setiap bulan,” ungkapnya. Dari data pemesanan, diperkirakan tingkat hunian akan terus naik hingga akhir tahun. Bahkan, pada Agustus, sekitar 80% kamar yang tersedia telah terkonfirmasi.

“Pada Agustus sudah terkonfirmasi sekitar 80% booking. Jadi saya rasa tidak ada ketakutan terkait kondisi saat ini. Yang penting bagaimana kita tetap memposisikan brand agar menjadi pilihan utama wisatawan,” tambahnya.

Dalam Key Discussion terbaru, Matthew mengungkapkan bahwa properti yang dikelolanya mencapai tingkat okupansi rata-rata 62% hingga Juni 2026. Proyeksi ini akan meningkat menjadi 68% pada akhir tahun. “Kami masih berada di awal Juni, sehingga peluang kenaikan masih sangat terbuka,” katanya. Perusahaan jasa penginapan juga menyiapkan strategi untuk menjaga kualitas pelayanan, termasuk perbaikan fasilitas agar memenuhi ekspektasi wisatawan.

Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Daya Saing

Menyusul peningkatan kunjungan, pemerintah setempat sedang merancang kebijakan tambahan untuk mendukung industri pariwisata. Proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan raya dan akses ke wisata alam sedang dalam proses penyelesaian. Selain itu, promosi melalui media digital dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat posisi Lombok Timur sebagai destinasi yang kompetitif.

Dalam Key Discussion yang diungkapkan Widayat, Lombok Timur memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah tahun ini. Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat dan daya beli wisatawan asing yang membaik, sektor pariwisata diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan signifikan. “Kami harap dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan ditingkatkan agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” tambah Widayat.

Leave a Comment