Ekonomi

New Policy: ASDP Percepat Penanganan Kepadatan Arus Libur Sekolah di Ketapang

Ketapang New Policy - Seiring meningkatnya arus kendaraan selama masa libur sekolah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya mengintensifkan upaya

Desk Ekonomi
Published Juni 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

ASDP Percepat Penanganan Kepadatan Arus Libur Sekolah di Ketapang

New Policy – Seiring meningkatnya arus kendaraan selama masa libur sekolah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya mengintensifkan upaya pengelolaan kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Sejak akhir pekan lalu, antrean kendaraan yang menuju dermaga tersebut mencapai panjang sekitar lima kilometer. Kondisi ini memicu ASDP untuk memaksimalkan kapasitas operasional dan mempercepat proses penyeberangan agar kepadatan bisa dikelola secara lebih efisien.

Kepadatan Arus Kendaraan

Kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang terjadi karena kombinasi faktor, termasuk meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur. Dengan adanya perubahan cuaca di perairan Selat Bali, operasional kapal harus disesuaikan. Angin berhembus lebih kencang dan gelombang tinggi, khususnya di malam hari, menyebabkan penyesuaian dalam bongkar muat barang. Meski demikian, ASDP tetap berupaya memastikan layanan tetap berjalan lancar.

Pada Minggu (21/6/2026), jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan tertinggi ditemui pada kendaraan pribadi roda empat, yang meningkat 30 persen. Data menunjukkan, kendaraan jenis ini naik dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit. Kepadatan tersebut pun diperparah oleh gangguan operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP, sehingga sebagian layanan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler.

Langkah Percepatan Layanan

Untuk mengatasi lonjakan arus, ASDP mengambil langkah-langkah strategis. Operasional di Dermaga Moveable Bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 30 kapal. Di sisi lain, Dermaga Bulusan dikelola dengan tambahan KMP Portlink VII untuk meningkatkan kapasitas penyeberangan. Selain itu, satu unit kapal dioperasikan di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) menggunakan skema full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) guna mempercepat pergerakan kendaraan barang.

KMP Prathita juga dimanfaatkan di dermaga ponton untuk mengatasi antrean kendaraan roda dua yang meningkat selama libur. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. “Kami memahami tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa liburan. Kepadatan yang terjadi beberapa hari terakhir memang memberikan dampak yang signifikan, namun ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan tetap berupaya mempercepat normalisasi layanan,” jelas Heru dalam pernyataannya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kondisi yang terjadi. ASDP terus bekerja keras mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memastikan arus penyeberangan tetap optimal,” kata Heru.

Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap gangguan operasional dua kapal LDF. Penyesuaian pola layanan berdampak pada peningkatan volume kendaraan yang menggunakan kapal reguler. Namun, ASDP tetap memprioritaskan kelancaran untuk kendaraan pribadi dan bus agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Hasil Penanganan dan Program Stimulus

Dari upaya yang diambil, terlihat adanya penurunan kepadatan. Hingga Kamis (25/6/2026) siang, panjang antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang berkurang menjadi sekitar 2,5 kilometer. Perbaikan ini menunjukkan bahwa strategi ASDP mulai berdampak positif. Korps pengelolaan armada dan fasilitas pelabuhan terus dioptimalkan, dengan pengoperasian hingga 29 armada kapal untuk mempercepat pergerakan kendaraan serta penumpang.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, ASDP juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus tarif yang diberikan pemerintah. Program ini berlaku di 14 pelabuhan strategis, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk. Diskon 100 persen untuk tarif kepelabuhanan menawarkan penghematan rata-rata sekitar 21,9 persen dari total tiket penyeberangan. Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mempercepat alur lalu lintas transportasi selama masa libur.

“Selain optimalisasi operasional, ASDP juga mendorong pengguna jasa untuk memanfaatkan stimulus tarif. Ini bisa menjadi solusi alternatif untuk mengurangi tekanan di pelabuhan,” ujar Windy.

Dengan adanya perubahan kebijakan tersebut, harapan muncul bahwa kepadatan bisa lebih terkendali. ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sistem operasional, termasuk memastikan ketersediaan kapal tambahan serta meningkatkan kecepatan proses penyeberangan. Dukungan dari regulator dan mitra kerja menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan ini.

Peningkatan volume kendaraan juga mendorong ASDP untuk mengevaluasi kebutuhan infrastruktur tambahan. Selain mengoptimalkan kapasitas kapal, perluasan area parkir dan penambahan titik pengawasan akan menjadi langkah berikutnya. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kepadatan yang berpotensi terjadi kembali di masa depan.

Meski masih ada tantangan, kondisi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. ASDP menyatakan siap menyesuaikan kebutuhan selama periode libur dan memastikan layanan tetap responsif. Dengan kolaborasi yang terus berlangsung, diharapkan arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang dapat terangkut secara lebih efisien, sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap pengguna jasa.

Leave a Comment