Lifestyle

9 Dewa Gitar Indonesia Jadi Pembuka Konser Guns N’ Roses di Jakarta

codex-d508ea28dc5e4c239dbc81a44f760c8d

Sembilan Gitaris Indonesia Siap Panaskan Panggung Guns N’ Roses di Jakarta

Amalzakat.com – Stadion Madya Senayan, Jakarta, akan menjadi tempat pertemuan lintas generasi rock pada Sabtu, 21 November 2026. Sebelum Guns N’ Roses naik panggung, sembilan gitaris yang memiliki jejak penting dalam musik Indonesia dijadwalkan tampil dalam pertunjukan khusus berdurasi sekitar 45 hingga 50 menit.

Penampilan tersebut disiapkan sebagai sambutan dari musisi Indonesia untuk grup rock asal Los Angeles, Amerika Serikat, yang akan menggelar konser sekitar tiga jam. Format pembuka ini tidak hanya menghadirkan deretan nama besar, tetapi juga menempatkan sejarah perjalanan rock Indonesia sebagai bagian dari malam konser tersebut.

Deretan nama dari berbagai perjalanan rock Indonesia

Sembilan gitaris yang terlibat mencakup Rhoma Irama dari Soneta Group, Ian Antono dari God Bless, Eet Sjahranie dari Edane, Dewa Budjana dari GIGI, Pay Burman dari BIP, John Paul Ivan yang pernah menjadi gitaris Boomerang, Totok Tewel dari Elpamas, Azis MS dari Jamrud, serta Edi Kemput dari Grass Rock.

Mereka akan berbagi panggung dengan dua vokalis rock berpengalaman, Ahmad Albar dari God Bless dan Krisyanto dari Jamrud. Sementara fondasi permainan musik akan diperkuat Rere pada drum, Shadu Rasjidi di bas, dan Rio Ricardo pada kibor.

Kombinasi ini mempertemukan musisi dari band-band yang tumbuh dalam periode berbeda. Ada sosok yang lama dikenal di panggung rock Indonesia, ada pula pemain yang kontribusinya lekat dengan perkembangan band rock populer lintas dekade. Kehadiran mereka memberi ruang bagi penonton untuk menyaksikan warna permainan gitar yang beragam dalam satu rangkaian penampilan.

Persembahan untuk perjalanan panjang musik rock

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, menyampaikan bahwa konsep sembilan gitaris dirancang sebagai penghormatan terhadap perjalanan rock di Indonesia. Konser Guns N’ Roses dinilai menjadi kesempatan besar untuk memperlihatkan figur-figur yang telah membentuk dan menghidupkan tradisi musik rock di dalam negeri.

“Kami harus memberikan semacam memorabilia sejarah musik rock Indonesia, dan ini isinya orang-orang yang mewakili sejarah musik rock Indonesia,” kata Anas, Jumat, 16 Oktober 2026.

Gagasan tersebut berangkat dari posisi konser Guns N’ Roses sebagai peristiwa penting bagi pencinta rock. Kehadiran band internasional ini di Jakarta diharapkan menjadi latar yang tepat bagi penghormatan kepada para musisi lokal yang juga memiliki hubungan panjang dengan perkembangan budaya rock.

Di atas panggung, setiap gitaris direncanakan membawakan lagu andalannya. Susunan acara semacam ini membuka peluang bagi penonton untuk menikmati karakter musikal masing-masing pemain, alih-alih hanya menyaksikan mereka sebagai bagian dari satu pertunjukan besar. Lagu-lagu pilihan itu akan menjadi pengingat atas karya dan perjalanan band yang mereka wakili.

Harapan kolaborasi dengan Slash

Promotor juga membuka harapan akan terjadinya kolaborasi antara sembilan gitaris Indonesia dengan Slash, gitaris Guns N’ Roses. Belum ada kepastian mengenai bentuk maupun realisasi kolaborasi tersebut, tetapi jika terwujud, momen itu akan menjadi salah satu bagian paling dinanti dari konser di Jakarta.

Pertemuan para gitaris Indonesia dengan Slash akan memiliki arti khusus bagi penonton karena menghadirkan dialog musikal antara pemain lokal dan salah satu nama yang sangat dikenal dalam sejarah rock dunia. Namun, inti pertunjukan pembuka tetap berada pada penghargaan terhadap para gitaris Indonesia dan peran mereka dalam membentuk panggung rock nasional.

Acara ini sekaligus memperlihatkan bahwa konser internasional dapat menjadi ruang untuk menampilkan identitas musik tuan rumah. Penonton tidak hanya menunggu penampilan utama, melainkan juga berkesempatan menyaksikan sejumlah musisi yang karyanya telah dikenal luas oleh pendengar rock Indonesia.

Tiket tribun habis, festival masih tersedia

Untuk konser tersebut, seluruh tiket kategori tribun telah dinyatakan habis terjual. Pilihan tiket yang masih tersedia adalah kategori festival. Informasi ini menjadi perhatian bagi calon penonton yang ingin menyaksikan rangkaian pertunjukan pembuka serta penampilan Guns N’ Roses pada malam yang sama.

Dengan durasi pembuka hampir satu jam, penonton festival akan memperoleh kesempatan menyaksikan sembilan gitaris tampil sebelum Guns N’ Roses mengambil alih panggung. Rangkaian itu dirancang sebagai satu malam penuh musik rock, dari penghormatan terhadap para pelaku sejarah lokal hingga penampilan band utama dari Amerika Serikat.

Kehadiran Ahmad Albar, Krisyanto, Rhoma Irama, Ian Antono, Eet Sjahranie, Dewa Budjana, Pay Burman, John Paul Ivan, Totok Tewel, Azis MS, dan Edi Kemput menegaskan skala khusus pertunjukan pembuka ini. Dukungan Rere, Shadu Rasjidi, serta Rio Ricardo melengkapi formasi yang akan membawa penonton memasuki atmosfer rock sebelum konser utama dimulai.

Bagi penggemar, malam di Stadion Madya Senayan itu bukan semata agenda konser Guns N’ Roses. Pertunjukan pembuka oleh sembilan gitaris Indonesia juga menjadi kesempatan untuk melihat lintasan panjang rock nasional dirayakan oleh para musisi yang ikut mengisinya.

Frequently Asked Questions

What is 9 Dewa Gitar Indonesia Jadi Pembuka?

9 Dewa Gitar Indonesia Jadi Pembuka is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 9 Dewa Gitar Indonesia Jadi Pembuka matter?

9 Dewa Gitar Indonesia Jadi Pembuka matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *