Lifestyle

Key Strategy: Pakar Kesehatan: Suhu Panas di Dalam Rumah Picu Heat Stress

Key Strategy: Mengatasi Heat Stress Akibat Suhu Panas di Dalam Rumah Key Strategy - Paparan panas tidak selalu datang dari luar ruangan.

Desk Lifestyle
Published Juli 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Mengatasi Heat Stress Akibat Suhu Panas di Dalam Rumah

Key Strategy – Paparan panas tidak selalu datang dari luar ruangan. Banyak orang mengira bahwa aktivitas di luar rumah merupakan satu-satunya sumber ancaman kesehatan akibat cuaca panas. Namun, penelitian terkini dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan gambaran berbeda. Suhu yang tinggi di dalam rumah ternyata juga memiliki potensi besar untuk memicu heat stress, khususnya bagi kelompok lanjut usia atau lansia. Key Strategy ini menjadi penting untuk dipahami oleh masyarakat Indonesia.

Aditya Lia Ramadona, seorang dosen di Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, memaparkan temuan menarik dari studi yang dilakukan di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu di dalam rumah para lansia rata-rata mencapai 31 derajat celsius. Angka ini cukup signifikan dan patut menjadi perhatian. Key Strategy untuk mengidentifikasi risiko ini adalah dengan memantau suhu ruangan secara berkala.

Hubungan Suhu Dalam dan Luar Ruangan dengan Heat Stress

Tim peneliti juga mencatat hubungan penting antara selisih suhu dalam dan luar ruangan dengan risiko heat stress. Setiap kenaikan satu derajat celsius pada selisih tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya heat stress hingga sekitar 32 persen. Temuan ini menggeser persepsi bahwa ancaman panas hanya berasal dari aktivitas di luar rumah. Key Strategy untuk mengurangi selisih suhu ini adalah dengan memastikan ventilasi rumah yang baik dan penggunaan pendingin ruangan yang tepat.

Secara sederhana, ini terjadi ketika tubuh gagal mengendalikan suhu. Intinya, suhu tubuh naik cepat, mekanisme pendinginan seperti berkeringat tidak lagi efektif, lalu terjadi gangguan fungsi organ dan otak.

Ramadona menjelaskan bahwa salah satu dampak paling serius akibat paparan suhu tinggi adalah heat stroke atau serangan panas. Kondisi darurat medis ini muncul ketika tubuh kehilangan kemampuannya untuk mengatur suhu. Akibatnya, fungsi organ vital dan otak pun terganggu. Gejala heat stroke meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, kebingungan, bicara pelo, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Key Strategy untuk mencegah kondisi ini adalah dengan mengenali gejala sejak dini.

Meskipun bahayanya nyata, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari risiko kondisi ini. Mereka cenderung menganggap cuaca panas sebagai hal biasa di negara tropis seperti Indonesia. Padahal, penelitian tim Ramadona juga menunjukkan bahwa kenaikan suhu rata-rata mingguan sebesar satu derajat celsius berkaitan dengan peningkatan 15,5 persen kunjungan ibu dan anak ke fasilitas kesehatan. Key Strategy untuk melindungi kelompok rentan ini adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak suhu terhadap kesehatan.

Untuk menurunkan risiko heat stress dan heat stroke, masyarakat disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara cukup. Mengenakan pakaian ringan dan menyerap keringat juga menjadi langkah penting. Menghindari aktivitas fisik berat pada siang hari, mencari tempat teduh, serta mengenali gejala awal gangguan akibat panas merupakan rekomendasi lainnya. Key Strategy untuk aktivitas luar ruangan adalah menjadwalkannya pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih rendah.

Ramadona menekankan bahwa upaya menghadapi panas ekstrem tidak cukup hanya mengandalkan perubahan perilaku individu. Indonesia perlu memiliki sistem peringatan dini, penyesuaian jam kerja dan sekolah, perlindungan bagi pekerja luar ruangan, serta penguatan layanan kesehatan. Key Strategy ini harus diterapkan secara terintegrasi untuk hasil yang optimal. Masyarakat Indonesia perlu menyesuaikan kebiasaan terhadap panas ekstrem, tetapi perubahan itu hanya akan berhasil jika didukung oleh sistem. Panas ekstrem bukan lagi sekadar cuaca yang tidak nyaman, melainkan sudah menjadi isu kesehatan masyarakat dan ketahanan sosial.

Leave a Comment