Korban Pelecehan Online, Nadhif Basalamah Buka Curhat di Media Sosial
Special Plan – Jakarta, Beritasatu.com – Artis Nadhif Basalamah baru-baru ini mengungkap pengalaman pribadinya sebagai korban pelecehan di dunia maya. Ia membagikan perasaannya melalui akun media sosial pribadi, menyampaikan rasa cemas dan ketidaknyamanan yang dialaminya. “Aku tidak tahu lagi apakah benar untuk bersuara, dan saat ini aku sedang bergetar saat mengetik ini,” tulisnya dalam postingan yang diambil dari akun X (dahulu Twitter), Sabtu (28/6/2026). Menurut Nadhif, tekanan yang diterimanya melalui platform seperti X dan TikTok sudah mencapai titik yang tidak bisa ditahan lagi.
Ketidaknyamanan yang Tidak Terduga
Pemutusan suara tersebut diungkapkan Nadhif sebagai akibat dari serangkaian komentar negatif yang terus-menerus menghampiri akunnya. “Aku merasa seperti ditendang dari belakang, dan tidak bisa memperkirakan apakah yang aku katakan akan dihargai atau justru dihujat,” jelasnya. Meski tidak mengungkap spesifik jenis pelecehan, Nadhif menyebut bahwa intensitasnya semakin meningkat hingga membuatnya kehilangan kepercayaan diri untuk berbicara di media sosial.
“Kalau kalian bilang ini merupakan bagian konsekuensi dari menjadi publik figur, aku lebih baik berhenti,” tegas Nadhif.
Nadhif mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bersuara bukanlah hal yang mudah. Ia mengatakan bahwa selama ini tidak pernah mengalami masalah berarti, termasuk dalam interaksi dengan komunitas atau penggemarnya. “Aku bukan anti komunitas itu, justru aku memiliki banyak teman dari kelompok tersebut,” tambahnya. Namun, kenyataan bahwa pelecehan terus berlangsung mengubah pandangannya tentang peran publik figur.
Permintaan untuk Berhenti
Di tengah kesedihannya, Nadhif menegaskan bahwa ia ingin para pelaku pelecehan menghentikan tindakan mereka. “Aku merasa seperti dijegal dari belakang, dan ini tidak boleh terus-menerus terjadi,” lanjutnya. Ia berharap penggemar atau netizen lain bisa lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, agar tidak mengganggu kenyamanan publik figur yang sudah lama menjalani karier dengan baik.
Komentar-komentar yang ia terima sebelumnya terkesan tidak masuk akal. “Aku merasa ada kebencian yang tidak terbentuk dari hati, tapi lebih seperti tindakan kekerasan verbal yang sengaja diarahkan kepadaku,” kata Nadhif. Ia juga menyebutkan bahwa pelecehan ini terjadi setelahnya terlibat dalam beberapa proyek kreatif yang mungkin dianggap kontroversial oleh sebagian orang.
Penjelasan dan Perspektif
Nadhif menjelaskan bahwa ia menulis curhat tersebut untuk memberikan perspektif kepada publik. “Aku ingin menjelaskan mengapa aku memilih untuk berbicara hari ini, agar kalian semua bisa memahami perasaan yang aku alami,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa pernyataannya bukan hanya sekadar keluhan, tapi juga upaya untuk menggambarkan dampak psikologis dari pengaruh media sosial yang terus-menerus mengarahkan kritik atau cemoohan.
“Hanya untuk memberikan perspektif dan untuk memberikan konteks kepada kalian semua mengapa aku memutuskan untuk berbicara tentang ini,” tambah Nadhif.
Menurut Nadhif, kehidupan pribadinya selama ini relatif damai. “Aku tidak pernah menyangka akan menjadi sasaran pelecehan seperti ini,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa keputusannya untuk berbicara bukanlah tindakan impulsif, tetapi hasil dari pengamatan dan refleksi yang matang. “Aku berharap ini bisa menjadi pembelajaran, agar orang-orang bisa lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat mereka di dunia maya,” tegasnya.
Lainnya
Di sisi lain, berita terkait kehidupan publik Nadhif juga menyentuh sejumlah isu lain. Sebagai contoh, sejumlah penggemar menyoroti peran seorang dokter yang diduga menjadi korban intimidasi. Ada pula kabar mengenai upaya pemadaman kebakaran lahan di Indralaya Utara, serta perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tak ketinggalan, laporan tentang keberhasilan motor balap Maximo Quiles meraih juara di Moto3 Assen 2026, dan kecelakaan yang dialami Veda Ega Pratama.
Berita tentang kuliner seafood asli Papua juga menjadi sorotan, terutama dari Tangerang yang menawarkan sajian autentik dari daerah asalnya. Selain itu, ada upaya pemerintah dalam pengembangan infrastruktur transportasi dengan mengakhiri tarif Rp 1 Transjakarta, MRT, dan LRT. Sejumlah warga juga menyampaikan keluhan mengenai jalan rusak di Lampung Tengah, yang menjadi bahan pembicaraan dalam safari politik Jokowi.
Sebagai penutup, Nadhif menegaskan bahwa ia masih tetap berharap untuk berkontribusi dalam dunia musik. “Ini tidak boleh begini teman-teman. Tolong berhenti melakukannya,” tutupnya. Dengan pengakuan ini, ia berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk menghargai keberagaman pendapat di media sosial, sekaligus memberikan ruang bagi korban pelecehan untuk bersuara tanpa merasa tertekan.
