Nasional

Latest Program: Satgas TNI Temukan 169 Pohon Ganja di Perbatasan Papua-PNG

NG Latest Program - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, melalui Satuan Tugas (Satgas) TNI, berhasil mengungkap ladang ganja di wilayah

Desk Nasional
Published Juni 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Satgas TNI Temukan 169 Pohon Ganja di Perbatasan Papua-PNG

Latest Program – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, melalui Satuan Tugas (Satgas) TNI, berhasil mengungkap ladang ganja di wilayah perbatasan antara Papua dan Papua Nugini (PNG). Operasi tersebut dilakukan oleh personel Satgas Yonif 753/Arga Vira Tama (ATV) saat melaksanakan patroli dan pengamanan daerah. Lokasi penemuan berada di sekitar Desa Tomka, Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dalam penyisiran di kawasan hutan dan lembah, tim operasi menemukan sebanyak 169 batang ganja yang sudah siap dipanen. Wilayah ini dianggap strategis karena menjadi titik masuk barang-barang ilegal ke Papua. Seluruh tanaman yang ditemukan langsung dicabut dan diamankan oleh personel. Barang bukti kemudian diserahkan ke aparat kepolisian untuk proses hukum dan pemusnahan sesuai aturan yang berlaku.

Pengawasan Perbatasan Jadi Fokus Utama

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa penemuan tersebut menjadi perhatian serius. Ia menyampaikan bahwa lokasi ladang ganja berada di area yang rentan menjadi sumber logistik bagi kelompok bersenjata. “Berdasarkan informasi dari masyarakat, ganja yang dibiudaya di sini diduga dijual ke masyarakat lokal dan berpotensi mendukung kegiatan kejahatan di wilayah perbatasan,” jelas Letjen Lucky, Selasa (23/6/2026).

“Setiap akar ganja yang dicabut adalah ikhtiar TNI untuk menyelamatkan generasi muda agar tetap tumbuh dalam nilai-nilai luhur adat, norma, dan budaya tanpa narkoba,” ujar Letjen Lucky.

Menurutnya, upaya penegakan hukum terhadap narkoba harus terus ditingkatkan, terutama di daerah terpencil dan kawasan perbatasan. TNI bersama aparat keamanan lainnya berkomitmen untuk menjaga kestabilan sosial dan politik di Papua. Kogabwilhan III juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan serta personel guna mendukung operasi pemberantasan narkoba.

Langkah Komprehensif dalam Pemberantasan Narkoba

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah terkait penanggulangan peredaran narkotika. Letjen Lucky menyebutkan bahwa Astacita Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar untuk menjalankan kebijakan ini. “Kita harus selaras dengan visi nasional dalam memerangi penggunaan narkoba di wilayah Papua,” tegasnya.

Di sisi lain, pernyataan tentang legalisasi budidaya ganja di Papua yang disampaikan oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, turut menjadi bahan pertimbangan bagi aparat keamanan. Letjen Lucky menegaskan bahwa meski ada kebijakan lokal, pemberantasan narkoba tetap harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan. “Kita tidak boleh lengah, karena ganja bisa menjadi alat untuk mempercepat penyebaran narkoba,” tambahnya.

Kogabwilhan III juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. Menurut Letjen Lucky, ancaman dari zat-zat berbahaya ini sangat mungkin merusak masa depan generasi muda dan memicu ketidakstabilan sosial. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan akan mengurangi penyalahgunaan narkoba serta menjaga kesehatan mental masyarakat lokal.

Penguatan Kesiapan untuk Operasi Lintas Wilayah

Dalam rangka memperkuat kemampuan operasional, Kogabwilhan III melakukan pengecekan terhadap kesiapan armada dan personel. Hal ini bertujuan untuk memastikan TNI dapat bertindak cepat dan efektif di segala kondisi, termasuk saat berada di wilayah pedalaman. “Kita harus selalu siap, baik dalam kondisi normal maupun darurat,” papar Letjen Lucky.

Pasukan TNI terus meningkatkan patroli hingga ke titik terjauh di Papua, termasuk perbatasan dengan PNG. Penemuan 169 pohon ganja menjadi bukti bahwa wilayah ini masih menjadi tempat aktifnya peredaran narkoba. Kogabwilhan III juga berupaya menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat sekitar, dengan harapan mereka memahami dampak negatif dari penggunaan narkoba.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan koordinasi yang baik antara TNI dan aparat kepolisian. Selain itu, pihak TNI memperkuat kerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan pengawasan terhadap seluruh alur peredaran narkoba. Letjen Lucky menekankan bahwa upaya ini bukan hanya untuk menghentikan peredaran ganja, tetapi juga untuk melindungi nilai-nilai budaya dan adat di Papua.

Upaya untuk Mempertahankan Stabilitas Wilayah

Menurut Letjen Lucky, Papua menjadi pusat peredaran narkoba yang perlu diawasi secara intensif. “Kalau tidak segera diatasi, ganja bisa menjadi senjata yang merusak jangka panjang,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan narkoba di perbatasan bisa memicu konflik dengan PNG, terutama jika terlibat dalam perang gerilya atau operasi penyelundupan.

Sebelumnya, Kogabwilhan III melakukan beberapa operasi serupa di wilayah lain, seperti di Kabupaten Pegunungan Bintang. Hasilnya menunjukkan bahwa ganja tidak hanya dijual ke dalam negeri, tetapi juga bisa dimasukkan ke wilayah tetangga melalui perbatasan. Hal ini menegaskan pentingnya kegiatan patroli di area strategis.

Sebagai tindak lanjut, TNI berencana meningkatkan jumlah personel di daerah perbatasan untuk mendukung keamanan. Jenderal Lucky juga menyoroti peran masyarakat dalam memerangi narkoba. “Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi, karena mereka adalah pelaku utama dan korban langsung,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News, ikuti yang terbaru melalui WhatsApp Channel Beritasatu, serta simak informasi terkini terkait DFSK Fokus Kembangkan PHEV dan Lokasi Penyekapan di Bandung.

Leave a Comment