Nasional

Main Agenda: BNN Ungkap Alur Perjalanan 3,37 Ton Ganja hingga Sampai di Gresik

BNN Ungkap Alur Perjalanan 3,37 Ton Ganja hingga Sampai di Gresik Gresik, Beritasatu.com Main Agenda - Dalam operasi besar yang dilakukan, Badan Narkotika

Desk Nasional
Published Juli 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

BNN Ungkap Alur Perjalanan 3,37 Ton Ganja hingga Sampai di Gresik

Gresik, Beritasatu.com

Main Agenda – Dalam operasi besar yang dilakukan, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menghentikan pengiriman ganja seberat 3,37 ton dari Thailand, yang diperkirakan dipimpin oleh jaringan narkotika internasional. Barang ilegal ini disembunyikan dalam bentuk yang tidak mencurigakan, yaitu dimasukkan ke dalam 500 koper dan 80 bal kargo lateks. Langkah ini bertujuan untuk mengelabui petugas yang bertugas mengawasi peredaran narkoba di jalur pemasukan. Kebocoran informasi tentang pengiriman ganja tersebut menjadi titik awal dari operasi yang berlangsung di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Sindikat ini menggunakan modus operandi, pengiriman transportasi jalur resmi dengan menyembunyikan narkotika tersebut di dalam 500 koper dan 80 bal kargo lateks,” kata Aswin Sipayung, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, saat memberikan keterangan di Gresik.

Menurut Aswin, jaringan penyelundupan ini menerapkan strategi yang matang untuk menghindari deteksi. Mereka tidak hanya mengemas ganja dengan cara konvensional, tetapi juga memanfaatkan dokumen kepabeanan yang lengkap dan sah. Dengan demikian, kontainer yang dikirim dari Thailand tidak menimbulkan kecurigaan di awal perjalanan. Selama proses pengiriman, barang ilegal disimpan di dalam koper dan bal kargo dengan lapisan tambahan timah untuk menutupi bentuk aslinya.

Operasi ini dimulai setelah tim gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta BNN menerima laporan pada 29 Juni 2026. Informasi tersebut mengarah pada kontainer yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Saat proses pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan keanehan pada koper dan kardus yang berisi lateks. Setelah diperiksa menggunakan mesin x-ray, terungkap bahwa bungkusan plastik di dalamnya menyimpan ganja yang siap dikirim ke wilayah Indonesia.

Setelah memastikan keberadaan ganja dalam kontainer, BNN melanjutkan investigasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan berbagai bukti lain. Proses pengembangan penyelidikan mengarah pada pengiriman kontainer serupa ke Gresik, Jawa Timur. Petugas kemudian melakukan operasi control delivery dengan mengikuti jalur distribusi barang hingga sampai ke gudang yang berada di kawasan pergudangan Prambanan Bizland, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme.

“Petugas menerapkan metode control delivery dengan mengikuti proses distribusi barang menggunakan dua truk hingga menuju sebuah gudang di kawasan pergudangan di Gresik,” ujarnya.

Dari hasil analisis, ganja yang berhasil disita memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang sangat tinggi. Fakta ini menunjukkan bahwa barang ilegal tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk batang atau bunga ganja konvensional, tetapi juga berpotensi diolah menjadi bahan baku cairan untuk rokok elektrik atau vape. Aswin menjelaskan bahwa peredaran ganja berbentuk cairan ini memperluas risiko keterlibatan masyarakat dalam penggunaan narkoba, terutama di kalangan remaja.

Jaringan penyelundupan ini diduga dikendalikan oleh dua warga negara asing yang berada di luar Indonesia. Keduanya, yakni seorang warga negara Malaysia dengan inisial CKF alias L dan seorang warga negara Tiongkok dengan inisial ZL alias J, mengatur proses pengiriman ganja dari Thailand hingga ke Gresik. Mereka mungkin menggunakan jaringan distribusi yang terpisah untuk menghindari penangkapan di tingkat awal.

Dalam operasi yang berlangsung, petugas menyita total 3,37 ton ganja dari dua lokasi berbeda. Di Purwakarta, Jawa Barat, mereka mengamankan sebanyak 22 kilogram ganja. Sementara itu, sekitar 3,3 ton lainnya disita saat operasi gabungan antara BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dilakukan di Pergudangan Prambanan Bizland. Kedua lokasi tersebut menjadi titik akhir dari perjalanan ganja yang berawal dari Thailand.

Pelaku tindak pidana ini diduga tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga menjangkau pasar internasional. Ganja yang diperkirakan akan didistribusikan ke berbagai kota besar seperti Bali, Jakarta, Semarang, Balikpapan, dan Sumatera Selatan menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki rencana yang terstruktur untuk memperluas jangkauan bisnis narkotikanya. Proses pengiriman yang dipersiapkan rapi membuktikan tingkat keahlian tinggi yang dimiliki oleh pelaku.

Penyelundupan ini juga menyoroti kelemahan sistem pemeriksaan di pelabuhan. Meski dokumen kepabeanan sudah lengkap, teknik penyembunyian ganja yang digunakan menunjukkan bahwa para pelaku telah mempelajari cara mengelabui pengawasan. Selain itu, penggunaan bahan lateks sebagai pengemas memperlihatkan keinginan mereka untuk menutupi bentuk fisik ganja hingga saat dikirim ke tujuan akhir.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana BNN terus meningkatkan kemampuan investigasinya dalam mengungkap jaringan narkoba. Dengan teknologi informasi dan kerja sama antar institusi, operasi control delivery berhasil dijalankan tanpa kebocoran informasi sebelumnya. Penyitaan 3,37 ton ganja menunjukkan keberhasilan strategi pencegahan yang diterapkan oleh petugas di lapangan.

Dari sisi pengaruh sosial, ganja dengan kandungan THC tinggi ini memiliki daya tarik khusus bagi pengguna yang mencari efek cepat. Aswin menegaskan bahwa peredaran ganja dalam bentuk cairan menambah kemungkinan konsumsi oleh masyarakat yang lebih luas, karena bentuk ini lebih mudah dibawa ke berbagai tempat tanpa menimbulkan kesan mencolok. Hal ini memperkuat alasan BNN menekankan pemeriksaan terhadap berbagai bentuk penyelundupan, baik konvensional maupun modern.

Operasi penyitaan ini juga menunjukkan koordinasi yang baik antara BNN dengan lembaga-lembaga lain seperti Bea dan Cukai dan Polda Jawa Timur. Tidak hanya memanfaatkan teknologi pemeriksaan, mereka juga melakukan pendekatan langsung ke jalur distribusi untuk menangkap barang bukti sebelum mencapai pasar. Dengan demikian, penangkapan di Gresik tidak hanya menangani kasus langsung, tetapi juga membongkar struktur jaringan yang lebih luas.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap barang-barang yang terlihat tidak mencurigakan. Selain itu, BNN mengimbau kepada warga negara asing yang tinggal di Indonesia untuk bekerja sama dalam menekan peredaran narkoba. Dengan kesadaran kolektif, kemungkinan penangkapan seperti ini bisa terus terjadi, mengurangi dampak negatif ganja pada generasi muda.

Sebagai informasi tambahan, penyelundupan ini berlangsung dalam waktu singkat, dengan proses distribusi yang terencana hingga mencapai Gresik. Jumlah ganja yang disita men

Leave a Comment