Nusantara

Key Strategy: 9 Tahun Jalani Hukuman, Rita Widyasari Pulang Disambut Antusias Warga

9 Tahun Jalani Hukuman, Rita Widyasari Pulang Disambut Antusias Warga Key Strategy - Kabupaten Kutai Kartanegara, Beritasatu.com – Setelah menghabiskan waktu

Desk Nusantara
Published Juni 13, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

9 Tahun Jalani Hukuman, Rita Widyasari Pulang Disambut Antusias Warga

Key Strategy – Kabupaten Kutai Kartanegara, Beritasatu.com – Setelah menghabiskan waktu di penjara selama sembilan tahun akibat kasus korupsi, mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari akhirnya kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Tenggarong. Kehadirannya pada Jumat (12/6/2026) sore di Bundaran Tuah Himba, salah satu pintu masuk ke Tenggarong, menyedot perhatian puluhan warga dan simpatisan yang telah menunggu sejak siang hari. Mereka memenuhi ruang terbuka dengan spanduk yang bertuliskan selamat datang, menunjukkan dukungan mereka terhadap mantan pemimpin daerah tersebut.

Waktu kedatangan Rita di lokasi terjadi sekitar pukul 19.05 Wita. Mobil yang membawa mantan bupati ini berhenti di tengah kerumunan warga. Setelah turun, Rita langsung menyapa kelompok yang telah bersiap menyambutnya. Ia tampil dalam pakaian sederhana, mengenakan baju putih dan jilbab hitam tanpa aksesori yang memperbesar kesan visual. Meski sudah lama tidak terlihat di tengah masyarakat, kehadirannya tetap menyentuh dan dihargai oleh para pendukungnya.

Kisah Kembali ke Tanah Air

Rita, yang dikenal oleh warga dengan sapaan “Bunda Rита,” menyampaikan perasaannya tentang kehidupan setelah bebas dari hukuman. “Saya tidak pernah merasa seperti telah menjalani sembilan tahun penuh dalam penjara. Hari ini, saya kembali karena ini adalah tanah kelahiran saya,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya kini adalah menikmati kehidupan normal setelah hampir satu dekade menjalani masa tahanan. Pernyataannya disambut tepuk tangan dan tawa oleh para penggemar yang berkerumun di lokasi.

“Tak terasa sudah 9 tahun saya ditahan. Sekarang saya balik lagi karena ini tanah kelahiran saya. Saya dibesarkan di sini, saya lahir di Jalan Mawar. Saya orang Kutai dan saya ingin hidup dan mati di sini,” ujar Rita.

Menurut salah seorang warga, Eko, sebagian besar masyarakat Kukar masih mengenang masa kepemimpinan Rita. “Selama menjabat sebagai bupati, banyak program pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga,” katanya. Eko menekankan bahwa kasus hukum yang menjerat Rita adalah urusan pribadi, sementara kinerjanya sebagai pemimpin daerah tetap dihargai. “Masyarakat merasakan kesejahteraan karena programnya yang berdampak nyata di tingkat lokal,” tambahnya.

Keluhan dan Harapan

Dalam pengakuan Rita, ia menyatakan bahwa kehidupan di penjara tidak selalu membekas dalam pikirannya. “Saya bisa beradaptasi dengan baik dan bahkan menikmati masa itu. Sekarang, saya ingin fokus pada kehidupan sehari-hari di kampung halaman,” jelasnya. Meski begitu, ia tidak menyembunyikan bahwa masa hukuman memberinya banyak pelajaran tentang tanggung jawab dan kejujuran. “Saya berharap masyarakat Kukar bisa mengerti bahwa saya tetap memiliki hati yang tulus untuk mereka,” imbuhnya.

Warga yang hadir di Bundaran Tuah Himba menilai kehadiran Rita adalah momen bersejarah bagi kampung halamannya. Sejumlah orang menyampaikan harapan agar mantan bupati ini dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, meski dalam bentuk yang berbeda. Seorang ibu rumah tangga, Siti, menyatakan bahwa Rita tetap diingat sebagai sosok yang pernah membawa perubahan positif di Kukar. “Meski ada kasus korupsi, perannya sebagai pemimpin tetap bisa dilihat dari hasil yang ia capai saat memimpin,” ujarnya.

Program Pembangunan yang Berdampak

Dalam wawancara singkat, Rita mengungkapkan bahwa beberapa inisiatif yang ia lakukan sebagai bupati telah memberi dampak besar terhadap masyarakat. “Saya fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik saat menjabat. Itu adalah hal yang paling penting untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. Eko menambahkan bahwa program seperti pengembangan jalan raya dan peningkatan akses pendidikan di daerah terpencil masih menjadi kenangan bagi warga Kukar.

Rita juga mengungkapkan bahwa ia tidak ingin segera terjun kembali ke dunia politik. “Saya ingin menikmati kebebasan selama beberapa waktu sebelum memutuskan langkah selanjutnya,” kata mantan bupati ini. Meski demikian, ia menyatakan bahwa masih ada peran yang bisa ia ambil dalam membantu pengembangan daerah. “Saya akan berusaha memberi yang terbaik untuk masyarakat Kukar, baik melalui kegiatan sosial maupun kerja sama dengan pihak lain,” tambahnya.

Kehadiran Rita menimbulkan antusiasme tinggi di Tenggarong. Beberapa warga menyampaikan apresiasi terhadap kejujurannya dalam menjalani masa hukuman. “Saya kagum pada sikapnya yang tetap tulus meski harus menjalani proses hukum,” ujar seorang warga yang hadir dalam penyambutan. Sebaliknya, ada juga warga yang menilai bahwa ia masih perlu menunjukkan komitmen dalam memperbaiki kesalahan yang pernah ia lakukan.

Setelah menjalani hukuman selama sembilan tahun, Rita kini ingin menghabiskan waktu di kampung halamannya. Ia berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang dan bermakna. “Saya ingin fokus pada keluarga dan menikmati proses pertumbuhan di lingkungan yang familiar,” kata Rita. Kehidupan normal yang ia idamkan dianggap sebagai langkah penting setelah melewati masa yang penuh tantangan.

Keluarga dan Komunitas

Para keluarga Rita juga turut hadir dalam acara sambutan tersebut. Mereka mengungkapkan rasa bahagia setelah menantikan kepulangan mantan ibu kota yang dulu sering menjadi pusat perhatian. Seorang putra Rita, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah ibunya kembali ke lingkungan asal. “Ibu telah berjuang cukup lama. Kini, ia bisa kembali ke rumah dan menikmati kebebasan,” ujarnya.

Sejumlah komunitas lokal juga turut berpartisipasi dalam acara sambutan. Mereka menyatakan bahwa Rita tetap dihormati karena perannya dalam mengembangkan Kukar selama masa jabatannya. “Ia adalah bagian dari sejarah Kukar,” kata seorang tokoh masyarakat. Meski telah kehilangan jabatan, nama Rita masih dipercaya oleh banyak warga sebagai sosok yang penuh dedikasi.

Dengan kepulangan Rita, warga Tenggarong berharap bisa melihat perubahan yang lebih baik di masa depan. Mereka berharap mantan bupati ini dapat terus berkontribusi, meski dalam bentuk yang lebih sederhana. “Saya yakin ia masih punya energi untuk membantu masyarakat,” tambah Eko. Penyambutan yang hangat dan penuh semangat menunjukkan bahwa warga Kukar tetap menyimpan kenangan positif tentang Rita, meski ia harus menjalani proses hukum yang menimbulkan polemik.

Leave a Comment