Prajurit TNI Berikan Dukungan Penuh Melalui Program Antar Anak ke Sekolah
Latest Program – Palopo, Beritasatu.com – Suasana hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 di SD Kartika Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/7/2026) terasa berbeda. Sejumlah anggota TNI terlihat hadir dengan seragam lengkap untuk mengantar putra-putri mereka ke sekolah. Kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah (GAAAS) yang mendapat dukungan penuh dari Kodim 1403/Palopo.
Program ini dirancang untuk memperkuat peran ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak. Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di lapangan, para siswa baru mulai berdatangan ke SD Kartika Palopo yang berlokasi di Jalan Nanakan, Kelurahan Ammasangan, Kecamatan Wara, sejak pukul 06.40 WITA. Para siswa tampak antusias memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya dengan didampingi ayah mereka.
Yang menarik, sejumlah anggota TNI yang mengenakan seragam lengkap juga terlihat mengantar anak sebelum menjalankan tugas harian mereka. Untuk mendukung program tersebut, Komandan Kodim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro memberikan dispensasi kepada seluruh anggota TNI di wilayahnya agar dapat mengantar anak ke sekolah tanpa mengganggu pekerjaan sehari-hari.
Respons Positif dari Orang Tua Siswa
Salah seorang orang tua siswa, Suparman, menyambut baik Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah. Menurutnya, kehadiran ayah dalam kegiatan penting dapat memberikan manfaat langsung bagi anak. Ia menilai ayah memiliki peran dan tanggung jawab untuk mendampingi anak, baik dalam kegiatan sekolah maupun kegiatan penting lainnya.
“Alhamdulillah, kami sangat mendukung program ini karena manfaatnya pasti langsung dirasakan oleh anak,” kata Suparman kepada Beritasatu.com.
Suparman mengaku baru pertama kali melihat banyak anggota TNI berseragam lengkap mengantar anak mereka ke sekolah sejak pagi. “Tadi kami melihat banyak anggota TNI yang sejak pagi datang mengantar anaknya ke sekolah. Hal seperti ini baru pertama kali terjadi. Mereka mengenakan seragam lengkap dan sudah berada di sekolah bersama anak-anaknya sejak pagi,” ujarnya.
Suparman mengungkapkan dirinya selama ini juga rutin mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah. Ia bahkan berupaya terlibat dalam berbagai kegiatan penting yang memiliki kesan dan arti bagi anaknya. “Kalau namanya ayah, tentu harus hadir dan selalu dekat dengan anak. Kami berusaha selalu hadir dalam setiap kegiatan penting yang membutuhkan peran ayah,” jelasnya.
Momentum Membangun Hubungan Emosional
Menurut Suparman, kehadiran ayah tidak hanya diperlukan dalam kegiatan sekolah, tetapi juga dalam kegiatan lain di luar sekolah yang dapat mendukung perkembangan anak. Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan GAAAS pada hari pertama sekolah merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.
“Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah menjadi momentum untuk membangun hubungan emosional antara orang tua, anak, dan pihak sekolah,” kata Windra.
Ia mengatakan kegiatan itu juga dapat menciptakan ruang kolaborasi serta menyelaraskan pembinaan karakter anak di rumah dan di sekolah. “Kami sengaja memberikan ruang bagi para ayah, khususnya anggota kami, untuk mengantar anaknya ke sekolah sebelum berangkat bekerja,” terangnya.
Windra berharap keterlibatan ayah dalam mendampingi anak tidak hanya dilakukan pada hari pertama masuk sekolah, tetapi juga dilanjutkan pada hari-hari berikutnya. Menurutnya, kehadiran ayah ketika mengantar anak ke sekolah dapat menumbuhkan rasa percaya diri, menghadirkan rasa aman dan nyaman, serta membangkitkan semangat belajar siswa.
Program GAAAS ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak. Dengan adanya dispensasi dari Kodim 1403/Palopo, para anggota TNI dapat lebih leluasa menjalankan peran ganda sebagai prajurit dan ayah yang hadir dalam kehidupan anak-anaknya.
Kehadiran para prajurit TNI di sekolah bukan hanya simbol dukungan militer terhadap pendidikan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun generasi yang kuat melalui keterlibatan orang tua. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
