Nusantara

New Policy: Demo Hari Ini, Mahasiswa Blokade Jalan di Parepare hingga Bikin Macet

Demo Hari Ini, Mahasiswa Blokade Jalan di Parepare hingga Bikin Macet New Policy - Parepare – Senin (22/6/2026), sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan

Desk Nusantara
Published Juni 23, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Demo Hari Ini, Mahasiswa Blokade Jalan di Parepare hingga Bikin Macet

New Policy – Parepare – Senin (22/6/2026), sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Parepare melakukan aksi demonstrasi yang mengakibatkan gangguan lalu lintas di Jalan Bau Massepe. Aksi ini berlangsung di depan Monumen Habibie dan Ainun, tempat yang menjadi pusat perhatian warga dan pengunjung. Ratusan peserta demo membentuk lingkaran di sekitar jalan tersebut, sehingga arus lalu lintas terganggu dan polisi terpaksa melakukan pengalihan rute untuk menghindari penumpukan kendaraan di area kota.

Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Slamet Paryanto, menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan 225 personel untuk mengamankan aksi demo. “Kita memblokir beberapa titik jalan utama untuk mencegah kemacetan parah,” ujarnya kepada Beritasatu.com. Ia menambahkan bahwa petugas juga memperketat pengawasan di sekitar lokasi demo agar tidak terjadi kekacauan. Meski begitu, aksi yang berlangsung sejak pagi hari sempat memicu antrean panjang di sejumlah titik strategis di Kota Parepare.

“Soal MBG, kami menduga di lapangan banyak kasus korupsi yang terjadi. Itu dugaan yang kami temukan dari berbagai data,” tegas Sahar, koordinator aksi. Ia menyoroti ketidakjelasan alur distribusi dana dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi salah satu penyalur program makan bergizi gratis. Menurutnya, kebijakan ini dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat kecil, bahkan disusun dengan maladministrasi yang sering menimbulkan penyelewengan anggaran.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah “rapor merah” yang dianggap sebagai simbol ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah pusat. Benda-benda tersebut diberikan kepada institusi pemerintah sebagai tuntutan untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional. Aksi ini juga menyoroti kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat, termasuk Undang-Undang Polri yang telah disahkan oleh DPR. Massa meminta pemerintah melakukan perombakan kabinet atau reshuffle untuk menunjukkan komitmen perubahan.

Koordinator aksi, Sahar, menjelaskan bahwa keberadaan program MBG tidak hanya dianggap bermasalah dalam implementasinya, tetapi juga dalam tujuan penyalurannya. “Kami yakin alur dana dari KDMP tidak transparan, sehingga kita memilih memblokir jalan ini untuk memperkuat tuntutan,” katanya. Ia menambahkan bahwa selama aksi, mahasiswa juga membagikan berbagai data terkait penggunaan dana yang tidak tepat sasaran, termasuk indikasi korupsi di sejumlah daerah. Aksi ini diharapkan mampu menggoyahkan kebijakan pemerintah dalam upaya mengatasi krisis ekonomi yang terus berlanjut.

Massa yang terlibat dalam demo terdiri dari pelajar dari berbagai fakultas, seperti Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Teknologi. Mereka menekankan bahwa krisis ekonomi bukan hanya soal inflasi atau angka pengangguran, tetapi juga terkait ketidakadilan dalam distribusi kekayaan. “Program MBG yang dijalankan oleh KDMP justru mengabaikan kebutuhan masyarakat yang paling rentan, seperti anak-anak dan keluarga miskin,” ujar salah satu peserta aksi. Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan pemerintah terhadap pengelolaan dana tersebut, sehingga banyak dana yang hilang tanpa kejelasan.

“Kami percaya bahwa alur dana dari Koperasi Desa Merah Putih tidak jelas, sehingga kita memutuskan untuk melakukan blokade jalan sebagai bentuk perlawanan,” kata Sahar. Ia menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes biasa, tetapi merupakan upaya untuk menekankan bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam mengelola kebijakan ekonomi. “Kalau tidak ada tindakan tegas, maka masalah ini akan terus berlanjut dan menimbulkan ketidakpuasan yang lebih besar,” tambahnya.

Demo ini berlangsung hampir empat jam, dengan peserta terus-menerus membagikan spanduk dan surat penolakan kepada pemerintah pusat. Selain itu, mereka juga menyampaikan keinginan untuk melibatkan lebih banyak warga dalam proses pengambilan kebijakan. Aksi berakhir dengan penjelasan dari massa yang mengharapkan respons cepat dari pemerintah. Sesuai jadwal, peserta demo akan melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Kota Parepare untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.

Daftar Berita Terkait

Silmy Karim Cs kembali ditahan selama 40 hari karena dugaan korupsi dalam pengelolaan dana perusahaan farmasi RI. Sementara itu, ekspor lima kontainer produk ke Afghanistan menjadi sorotan setelah terungkap adanya pelanggaran regulasi dalam pengiriman.

Keluarga mantan pejabat Irak diduga membakar uang korupsi sebesar Rp 89 miliar menggunakan oven. Sebaliknya, Roy Suryo merasa bersyukur karena tidak ditahan, namun ia menjanjikan akan terus berjuang dalam menyelesaikan kasus yang menimpa keluarganya.

Sahar juga menggugah bahwa adanya korupsi dalam program MBG adalah hasil dari ketidakjelasan alur distribusi dana. “Kita sudah mengetahui dengan jelas bahwa dana dari KDMP tidak digunakan sesuai tujuan awal, melainkan dibelanjakan secara tidak transparan,” jelasnya. Karena itu, aksi ini dianggap sebagai cara efektif untuk menyoroti masalah yang terjadi di lapangan.

Pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara pemuda dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri tengah menyiapkan diplomasi internasional demi menjamin manfaat ekonomi nasional. Di sisi lain, keberadaan negara-negara yang ikut berkurban dalam acara puncak HUT DKI Jakarta juga menjadi perhatian masyarakat.

Para peserta demo juga memperkenalkan inisiatif baru untuk membumikan “Opera” di lintasan khatulistiwa sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya. Aksi ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Skateboarding Sedunia, yang dirayakan bersamaan dengan CFD di Bundaran HI. Mereka berharap seluruh kegiatan yang diadakan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang relevan.

Demo yang berlangsung di Parepare menjadi contoh nyata bagaimana warga muda bisa memanfaatkan ruang publik untuk menyampaikan keinginan mereka. Meski aksi ini berdampak pada kemacetan, tetapi dampak sosial yang lebih besar adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu ekonomi dan korupsi. Pihak berwenang berharap tuntutan mahasiswa dapat direspons secara proporsional, baik melal

Leave a Comment